Tuhan Memperhitungkan Orang-Orang yang Berlaku Sabar

Kata Alkitab / 5 March 2022

Tuhan Memperhitungkan Orang-Orang yang Berlaku Sabar

Lori Official Writer
9662

Kita adalah orang-orang yang hidup di era ketidaksabaran, baik dalam hal antrian, menunggu saat hiruk pikuk lalu lintas, sampai menunggu waktu tepat untuk menikah. Untuk itulah, kita pantut mengagumi kesabaran Yesus yang sempurna. Kita tidak saja diberitahukan tentang hal ini lewat ucapan-ucapan Daud di kitab Mazmur atau Abraham yang merupakan sosok yang panjang sabar. Tetapi kita benar-benar memiliki teladan kesabaran yang nyata di dalam Allah sendiri.

"Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal." (1 Timotius 1: 16)

Ketika Yesus menunjukkan kesabarannya, Ia tidak hanya menunjukkan kepada kita gambaran kesabaran Bapa Surgawi, tetapi juga Ia melakukan seperti manusia sepenuhnya. Dia menunjukkan bahwa kesabaran itu juga nyata dialami oleh manusia.

 

Baca Juga: Ini 4 Cara Sederhana Menjadi Pribadi yang Lebih Sabar

 

Perjanjian Baru menulis setidaknya ada 5 tindakan kesabaran manusia yang diperhitungkan Allah, yaitu:

1. Sabar Terhadap Orang Lain

Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa saja diperhadapkan dengan situasi menyebalkan seperti dituntut bersabar saat menunggu antrian makan atau lemmotnya jaringan internet. Padahal jika kita sadar penyebab dibalik itu semua ada manusia atau orang lain. Kita hidup di alam semesta yang diciptakan oleh Tuhan dan kita ditempatkan di antara orang lain. Sehingga, mau tidak mau hidup kita akan terkait dengan orang lain. Jika kita bisa menjadi orang yang lebih sabar, maka kita harus terhubung dengan orang-orang.

Ketika kita hidup dengan cara hidup Kristus, secara otomatis kedagingan kita akan tunduk. Kita ditransformasi menjadi orang-orang yang lemah lembut, rendah hati, panjang sabar dan penuh kasih dengan orang lain (Efesus 4: 1-3). Kita dituntut untuk sabar terhadap orang lain.

 

2. Sabar Melakukan Kebaikan

Salah satu bentuk kesabaran adalah melakukan kebaikan kepada orang lain. Kebaikan seharusnya memang dilakukan untuk orang lain, bukan untuk diri sendiri saja. Seperti perumpamaan yang disampaikan Yesus dalam Lukas 8: 15 bahwa orang-orang yang mendengar firman, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah ketekunan. Kesabaran tidak hanya diproduksi oleh Roh Kudus, tetapi juga menghasilkan buah kebaikan kepada orang lain. Bertekun dalam kebaikan akan membuat kita mati rasa dengan rasa lelah dan perhitungan.

 

Baca Juga: Menerima Upah dari Bertekun Dalam Pencobaan

 

3. Sabar Dalam Memimpin

Salah satu kebenaran yang paling mencolok tentang kesabaran dalam Alkitab adalah kepemimpinan. Semua orang Kristen bisa meningkatkan kesabaran, tetapi hal itu bukanlah syarat untuk menjadi orang Kristen.

Rasul Paulus berkata, “Hamba Tuhan….harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar…”(2 Timotius 2: 24). Kesabaran yang dimiliki Paulus lah yang diwariskan kepada anak rohaninya Timotius.

Di tengah kepemimpinan formal di gereja Kristen, kita harus menjadi contoh bagi kawanan domba (1 Petrus 5: 3). Yesus menginginkan gerejanya tidak hanya meneladani ‘kesabaran sempurna’ yang Dia miliki, tetapi untuk melihat kesabaran itu tinggal di dalam diri para jemaatnya melalui para pemimpin gereja.

 

4. Sabar Dalam Penderitaan

Tindakan kesabaran yang paling sulit dilakukan mungkin adalah sabar dalam penderitaan. Mungkin akan jauh lebih mudah bertahan menghadapi orang yang menjengkelkan saat tubuh Anda masih dalam kondisi sehat. Tetapi bagaimana saat menghadapi mereka jika tubuh Anda dalam keadaan sakit atau terluka? Akankah Anda memiliki sedikit saran kepada Allah ketika masih belum mewujudkan janji-Nya sesuai dengan waktu yang tepat? Akankah kita bisa bersabar dalam kesusahan (Roma 12: 12) atau meneladani penderitaan dan kesabaran para nabi (Yakobus 5: 10)?

 

Baca Juga: 5 Pelajaran Penting Dari Kesabaran Seorang Ayub Menghadapi Masalah

 

Untuk kita ketahui, Allah sudah menetapkan agar anak-anak-Nya melalui penderitaan. Dia tetap menyimpan anggur terbaik-Nya bagi penderitaan. Kesabaran kita dalam penderitaan menolong orang lain untuk bisa hidup dalam kesabaran.

"Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga." (2 Korintus 1: 6)

 

5. Sabar Akan Hari Kedatangan Yesus

Sebagai orang Kristen, sukacita terbesar kita adalah menanti hal terbesar yang masih belum kita miliki. Salah satunya adalah kita ingin melihat Yesus muka dengan muka. “Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.” (Roma 8: 25)

Bersabarlah sampai kedatangan Tuhan. Teladanilah kesabaran seorang petani saat menantikan hasil yang berharga dari tanahnya. Teguhkanlah hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat (Yakobus 5: 7-8).

 

Baca Juga: Apakah Kamu Memiliki Waktu untuk Bersabar?

 

Menanti dengan sabar kedatangan Yesus adalah puncak dari kesabaran orang Kristen. Memandang ke sekeliling dan menyaksikan kekacauan di tengah dunia dan berkata “Berapa lama lagi Tuhan?", tidak menghilangkan kesabaran tetapi mendorong kesabaran yang lebih besar lagi. 

 

Anda diberkati dengan konten di website kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini.

 

 

BERIKAN DUKUNGAN ANDA

 

Sumber : Desiringgod.org
Halaman :
1

Ikuti Kami