Manusia Bisa Berhenti Mencintai, Tapi Tuhan Memampukan Kita untuk Tetap Mencintai
Kalangan Sendiri

Manusia Bisa Berhenti Mencintai, Tapi Tuhan Memampukan Kita untuk Tetap Mencintai

Claudia Jessica Official Writer
      1096

1 Yohanes 4:7-8

Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 57; Markus 1; Imamat 24-25

Anda mungkin pernah mendengar seseorang yang mengalami perceraian berkata, “Kamu sudah tidak saling mencintai satu sama lain lagi.”

Cinta sejati dan cinta abadi bukanlah kondisi orang merasa jatuh cinta dan kehilangan cintanya, apalagi tergantung pada keadaan. Seseorang mungkin jatuh cinta, tapi cinta itu bukanlah cinta sejati tanpa adanya komitmen.

Jenis cinta yang membuat cinta pernikahan berhasil adalah cinta yang ditopang oleh Tuhan dan upaya untuk berkomitmen untuk menjaga cinta tetap hidup dan tumbuh lebih dalam. Karena pada hari-hari dimana Anda tidak merasakan cinta, bahkan pasangan yang paling mencintai Anda sekalipun tidak merasakan cinta, Anda tetap harus menunjukkan cinta Anda.

Cinta sejati bukanlah apa yang Anda rasakan setiap hari, melain komitmen Anda dan Tuhan memiliki apa yang Anda cari. Kasih Tuhan begitu besar, tidak bersyarat, dan tidak berkesudahan. Kasih Tuhan menjaga pernikahan tetap bersama sekalipun cinta kita gagal.

Kita yang mengenal Tuhan memiliki keuntungan tersendiri untuk mencitai pasangan kita setiap saat sekalipun kita tidak lagi menyukainya karena kita dilahirkan dari Allah kasih Roh Kudus. Kasih-Nya bersemayam di dalam diri kita. Kasih Allah yang tidak bersyarat dan tidak pernah gagal dapat mengalahkan kasih kita yang lemah dan berubah-ubah.

Kasih-Nya terasa segar setiap hari ketika Anda berjalan bersama-Nya. Dia dapat membangkitkan cinta dalam diri Anda yang tidak mampu Anda lakukan sendiri. Cinta-Nya di dalam Anda akan terwujud melalui Anda pada saat cinta manusiawi Anda kehilangan kekuatan.

 Mari kita berdoa.

Tuhan, aku berdoa agar Engkau memenuhiku dengan kasih-Mu yang tak berkesudahan dan tanpa syarat. Aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau adalah Allah yang penuh kasih dan Roh-Mu berdiam di dalam diriku. Penuhi aku dengan kasih-Mu hingga melimpah kepada orang lain, khususnya pasanganku.

Aku beroda Engkau akan mencurahkan Roh-Mu pada pasanganku hari ini dan mengisinya kembali dengan cinta-Mu juga. Dengan kelemahan, kerapuhan, dan ketidakstabilan cinta manusiawi kami yang terlalu sering bergantung pada perasaan, keadaan, dan keinginan, aku tahu bahwa kami tidak dapat membuat pernikahan kami berhasil. Kami membutuhkan kasih-Mu untuk menjadi kekuatan pendorong.

Hanya cinta-Mu yang tidak goyah. Hanya kasih-Mu yang mampu mengampuni kegagalan manusia. Cinta-Mulah yang memungkinkan cinta kami satu sama lain tumbuh lebih dalam. Aku akui setiap saat aku tidak merasakan kasih sayang terhadap pasanganku dan kata-kata serta tindakanku telah menyampaikan hal itu.

Aku tahu ini tidak menyenangkan-Mu, dan tentu saja tidak menyenangkan dia. Maafkan aku dan bantu aku untuk menunjukkan cinta kepadanya dengan cara yang dapat dia lihat dan pahami dengan jelas. Bantu kami untuk merasakan cinta satu sama lain bahkan di saat-saat sulit di antara kami. Mampukan aku untuk melampaui kebutuhanku sendiri dan menjadi saluran kasih-Mu yang tak putus-putusnya kepadanya. Semoga kasih-Mu terlihat dalam diriku setiap saat.

Dalam nama Yesus aku berdoa.

 

Diadaptasi dari: Kekuatan Pengabdian Istri yang Berdoa © 2011 oleh Stormie Omartian. Diterbitkan oleh Harvest House Publishers, Eugene, OR. Digunakan dengan izin.

Ikuti Kami