Kesaksian OBI: Jangan Terlalu Cepat Percaya Pada Perkataan Negatif Orang Lain

News / 18 February 2022

Kalangan Sendiri

Kesaksian OBI: Jangan Terlalu Cepat Percaya Pada Perkataan Negatif Orang Lain

Aprita L Ekanaru Official Writer
16046

Perundungan di sekolah yang seringkali kita dengar juga dialami oleh Yuliana Tampubolon (17 thn). Yuli sering diejek oleh teman-temannya ketika tidak masuk sekolah karena sakit asam lambungnya kumat. Ia merasa teman-temannya sangat tidak ramah dan membuatnya tidak nyaman. Akhirnya Yuli memutuskan untuk keluar dari sekolah tersebut.

Setelah mendengar informasi dari tetangganya mengenai sekolah gratis di OBI, Yuli dan adiknya pindah ke sekolah PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar) OBI. Ia masuk di kelas 8 Paket B (setara SMP), sedangkan adiknya di kelas 4 Paket A (setara SD). Selama bersekolah di OBI, Yuli merasa senang karena ia mendapatkan teman yang baik dan ramah.

Yuli tinggal bersama kedua orang tua dan ketiga adiknya. Menjelang akhir-akhir tahun 2021, ia sering merasa sedih karena melihat kedua orang tuanya selalu bertengkar. Selain itu, ia juga mendengar dan mempercayai perkataan negatif dari tetangga mengenai ibunya. Hal ini terjadi karena ibunya sering pulang malam saat bekerja.

 

BACA JUGA: Kesaksian OBI: Operasi Hernia Gratis Buat Rea Berhasil

 

Persoalan di keluarganya membuat Yuli menjadi anak yang malas bangun pagi, tidak mau lagi membantu ibunya memasak, tidak membantu adiknya mengerjakan PR seperti biasanya, ia menjadi egois dan tidak peduli dengan orang lain. Keadaan keluarganya menjadi semakin memburuk.

Mengawali tahun ini, Yuli baru mau membuka diri untuk menceritakan masalah yang sedang dialami dalam keluarganya. Akhirnya ia mengikuti konseling bersama guru OBI. Awalnya, Yuli sangat sulit memaafkan ibunya karena terlalu percaya pada perkataan tetangganya, tetapi setelah disarankan oleh gurunya untuk mengkonfirmasi langsung pada ibunya, Yuli sadar bahwa ia telah mendengar informasi yang salah.

Selama ini ibunya pulang malam karena menyelesaikan pekerjaan di tempat Laundry. Yuli meminta maaf pada kedua orang tuanya dan kembali menjadi dirinya yang dulu.

Kehidupan keluarga Yuli kini mulai normal kembali, mereka semua saling memaafkan satu sama lain. Ibunya berpesan pada keluarga agar jangan mendengar hal – hal yang negatif dari orang lain, tetapi harus konfirmasi terlebih dahulu agar tidak terjadi salah paham.

 

BACA JUGA: Kesaksian OBI:  Ilyas Lebih Bertanggung Jawab Setelah Mendapat Materi Ini Di Sekolah OBI

 

Orang tua Yuli merasa senang karena Yuli sudah berpikiran dewasa semenjak bergabung di sekolah OBI. Di semester tahun ini Yuliana berkomitmen untuk lebih menyayangi keluarganya dan sungguh – sungguh belajar di sekolah. Ia juga berterima kasih kepada guru-guru yang telah membimbingnya.

Sumber : www.oborberkat.com
Halaman :
1

Ikuti Kami