Tobat Jadi Transgender, Kini Arianna Armor Bagikan Kasih Tuhan ke Jutaan Orang di TikTok

News / 17 February 2022

Kalangan Sendiri

Tobat Jadi Transgender, Kini Arianna Armor Bagikan Kasih Tuhan ke Jutaan Orang di TikTok

Lori Official Writer
2115

Arianna Armor menjangkau jutaan orang melalui akun TikTok-nya dengan pesan bahwa Tuhan bisa ‘menghilangkan hasrat homoseksual dan tidak nyamanan dalam menerima identitas jenis kelamin’ bagi orang-orang yang sedang berjuang menghadapi keraguan terhadap identitasnya.

Armor mengakui bahwa Tuhan sendiri sudah membebaskan dia dari jerat lesbian selama 14 tahun dan juga praktik transgender yang membuatnya berubah dari perempuan menjadi laki-laki. 

Setelah menjalani proses pemulihan yang cukup lama dan sembuh seutuhnya, saat ini Armor mulai menjalankan misi membagikan kesaksian hidupnya kepada orang-orang di komunitas LGBTQ.

“Ada orang-orang yang membutuhkan saya. Ada orang-orang yang perlu mendengar apa yang saya sampaikan,” ungkap Armor.

Seperti diketahui, Armor lahir dari latar belakang orangtua pecandu narkoba. Karena ditelantarkan oleh orangtuanya, dia pun diadopsi oleh keluarga Kristen di tahun 2005. Kemudian dia menjadi seorang lesbian di usia 7 tahun, walaupun selama itu dia dibesarkan di lingkungan gereja.

“Saya LGBTQ selama 16 tahun. Saya lesbian selama 14 tahun dan menjadi transgender perempuan menjadi laki-laki selama 2 tahun. Tetapi saya juga dibesarkan di keluarga Kristen yan religius. Anda pergi ke gereja seminggu sekali, Anda memakai hari Minggu terbaik Anda, Anda mendengarkan pendeta, Anda berbasa-basi dan kemudian Anda pulang dan menjalani hidup Anda seperti yang Anda inginkan selama enam hari ke depan,” terang Armor.

 

Baca Juga: Pengakuan Jonathan Tan, Hidup Sebagai Transgender yang Diidolakan Banyak Pria

 

Setelah menjalani rutinitas kehidupan Kristen yang demikian, akhirnya Armor memutuskan untuk meninggalkan gereja.

“Semua orang palsu dan kejam dan saya percaya Tuhan membenci saya dan akan mengirim saya ke neraka,” ungkapnya lewat sosial medianya.

Di samping kehilangan identitas diri, Arianna ternyata juga sedang berjuang menghadapi kecemasan, depresi dan merasa benci akan dirinya sendiri.

“Saya bertanya kepada Tuhan, ‘Kenapa Engkau menjadikan aku perempuan?’ Kenapa aku tidak dilahirkan sebagai laki-laki? Ini adalah tanda pertama dari roh Izebel dalam hidup saya. Musuh tidak bisa menghentikan saya untuk dilahirkan, jadi dia terus mencoba melakukan sesuatu yang lain. Dia mengirim si iblis ke dalam hidup saya sejak usia muda,” ungkapnya.

Lalu di usia 17 tahun, Armor mendapat pemikiran bahwa dia seharusnya lebih baik menjadi laki-laki. Sampai akhirnya dia menyuntik dirinya dengan hormon testosterone dan membentuk otot tubuhnya lewat gym.

“Saya benar-benar tersesat. Saya depresi, saya cemas. Saya minum pil. Saya melakukan apa saja untuk mengatasi semua kondisi yang saya alami. Narkoba, alkohol. Saya melakukannya. Identitas saya dicuri. Meskipun sudah melalui semua hal itu, saya masih menderita dalam kesedihan,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Antoine Bou Ezz, Transgender yang Kembali Jadi Laki-laki Setelah Mendengar Tentang Yesus

 

Namun suatu kesempatan di tahun 2019 membawa Arrianna Armor ke sebuah acara bertajuk The Supernatural Life di Altamonte Springs, Florida.

Sejak saat itulah hidupnya berubah secara total. Dia lebih banyak menghabiskan waktu bersama Tuhan dan membaca firman.

“Sekarang saat saya bertemu Yesus saya masih seorang transgender. Ini terjadi pada tahun 2019. Saya mengalami pertemuan, hal-hal menakjubkan terjadi dan saya tahu bahwa saya perlu mengenal Yesus. Bukan agama, tetapi Yesus. Jadi selama setahun penuh, saya mengejar Yesus meski keadaan saya masih menjadi seorang transgender,” jelasnya.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : CBN News
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami