Sebentar Lagi Vaksin Covid Akan Tersedia Untuk Bayi Usia 6 Bulan, Baik Atau Buruk?

News / 2 February 2022

Kalangan Sendiri

Sebentar Lagi Vaksin Covid Akan Tersedia Untuk Bayi Usia 6 Bulan, Baik Atau Buruk?

Lori Official Writer
1137

Baru-baru ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengumumkan jika bayi berusia 6 bulan akan segera mendapatkan vaksin Covid-19.

CDC menyampaikan bahwa para orangtua tidak perlu lagi cemas akan keselamatan anak-anak mereka. 

Meski begitu, banyak pihak yang masih mempertanyakan langkah tersebut. Pasalnya, selama pandemi dampak virus Covid-19 terhadap anak cenderung tidak menimbulkan gejala yang parah atau bisa dibilang anak-anak justru mengalami risiko yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa. 

Namun menanggapi fakta tersebut, CDC tetap menilai jika laporan data dari 8.5 juta anak yang dinyatakan positif dan 700 diantaranya meninggal dunia menjadi pertimbangan besar.

Permintaan pihak Pfizer untuk memberi lampu hijau vaksin terhadap bayi muncul setelah dilakukan tahap uji klinis.

Dr. Scott Gottlieb, mntan Komisaris FDA dan anggota dewan Pfizer, percaya jika mereka sudah membuat kemajuan yang cukup baik untuk membuat vaksin darurat bagi anak-anak bayi dan balita di pertengahan bulan Februari 2022 ini.

“Anda sedang melihat batas waktunya akan selesai paling tidak hingga akhir Maret. Karena Anda harus menilai ulang data, dan membuat pasokan untuk vaksin. Dan setelah itu, saya pikir Anda bisa mendapatkannya pada bulan Maret atau mungkin akhir Maret,” ungkap Gottlieb.

 

Baca Juga: Anak Belum Divaksin? Ternyata Ini Efek Samping Pfizer Pada Anak

 

Sebagaimana dikutip dari Pfizer.com, perusahaan Pfizer dan BioNTech sudah melakukan uji klinis terhadap keamanan, tingkat toleransi vaksin dan tingkat imunitas vaksin Pfizer-BioNTech terhadap anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Studi ini mencakup uji klinis terhadap dosis ketiga 3 gram yang diberikan setidaknya dua bulan setelah dosis kedua. Ketiga dosis ini dibuat untuk meningkatkan metabolisme tubuh terhadap virus Covid-19 pada kelompok anak di bawah umur.

Jika studi untuk ketiga dosis ini berhasil, Pfizer dan BioNetch berharap bisa mengirimkan data ke regulator untuk mendapatkan Izin Penggunaan Darurat (EUA) bagi anak-anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun di pertengahan tahun 2022 mendatang.

 

Protes Besar-besaran di Sejumlah Negara

Di tengah uji klinis terhadap vaksin anak yang sedang berlangsung, penolakan besar-besaran terhadap aturan baru yang dibuat pemerintah terjadi di berbagai negara di dunia.

Di New York City, misalnya, polisi dan petugas pemadam kebakaran yang tidak divaksin mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) jika tidak mau divaksin sebelum batas waktu 11 Februari 2022. 

Di Kanada, hampir 12.000 pengemudi truk dilarang memasuki wilayah Amerika Serikat jika belum menerima vaksin secara penuh. 

 

Baca Juga: Masih Bingung Soal Kombinasi Vaksin Booster dan Jumlah Dosisnya? Cari Tahu di Sini…

 

Aturan ini pun memicu protes besar-besaran dari para pengemudi truk. Mereka memblokade jalan masuk ke daerah Montana dan North Dakota. Mereka menilai jika aturan tersebut bertentangan dengan ideologi demokrasi.

Hingga awal Februari 2022 ini, kasus Covid-19 di berbagai negara terus meningkat. Untuk itulah setiap negara membuat aturan terbaru guna mencegah penyebaran yang lebih luas. 

Kita juga berharap supaya uji klinis vaksin untuk bayi ini dibuat untuk tujuan yang lebih baik.

Sumber : CBN News
Halaman :
1

Ikuti Kami