Jaga Anak Agar Tidak Mudah FOMO dengan Menghidupi Firman Tuhan. Berikut Tipsnya!

Jaga Anak Agar Tidak Mudah FOMO dengan Menghidupi Firman Tuhan. Berikut Tipsnya!

Contasia Christie Official Writer
715

Karena heboh dan viralnya NFT Ghozali Everyday yang kini bernilai milyaran rupiah, orang mendadak berbondong-bondong ikut-ikutan menjual NFT-nya di Open Sea. Sayangnya mereka tidak mengerti apa itu NFT, bagaimana cara ‘permainannya’, faedahnya apa, dll. Hanya sekedar ikut-ikutan saja dan berharap bisa seperti Ghozali juga.

Yang ada, orang-orang tersebut malah terlihat bodoh karena berbuat sesuatu dengan tidak bijaksana dan memakai hikmat. Melihat hal ini, kita bisa tahu bahwa karakter generasi muda itu banyak yang :

1. Mudah FOMO (Fear of Missing Out)

Fomo adalah seseorang yang terus menerus merasa “takut tertinggal” oleh informasi yang terus berkembang. Saat anak mudah Fomo, hal ini bisa mempengaruhi kesehatan mental mereka dan mengalami gangguan finansial. Seperti kasus NFT ini juga, demi mendulang penghasilan crypto-nya, mereka beramai-ramai menjual apapun tanpa tau makna dan nilainya.

2. Mengejar hal duniawi : tamak atau ingin cepat kaya, ingin tenar, dll. 

Mendengar si Ghozali bisa mendapatkan milyaran dalam jangka waktu tiga hari karena menjual foto NFT selfienya, akhirnya ikut menjual gambar atau foto apapun dengan harapan bisa mendapatkan uang yang besar juga.

3. Terlalu cepat mengambil keputusan tanpa berpikir dampak dan akibatnya. 

Banyak dari pemain baru yang Fomo ini belum mempelajari benar-benar tentang dunia NFT, cryptocurrency, aturan dalam marketplace OpenSea dan metaverse. Mereka tidak tahu kalau apapun yang di-upload itu ada biayanya juga, tidak bisa dihapus, dan tidak boleh sembarangan memakai karya atau wajah orang.

 

Lalu bagaimana caranya mendidik anak agar tidak mudah ikut arus dan lebih bijaksana?

 

BACA SELANJUTNYA...

 

Sumber : Superbook Indonesia
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami