Bertumbuhlah Menjadi Seorang Kristen Sejati
Kalangan Sendiri

Bertumbuhlah Menjadi Seorang Kristen Sejati

Claudia Jessica Official Writer
      1303

Kolose 3:23

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 15; Matius 15; Kejadian 29-30

Ketika kami sekolah Alkitab, saya sering mengunjungi seorang teman ketika anak-anak kamu bermain bersama. Dalam beberapa kesempatan, ia berbagi tentang hal-hal sulit yang terjadi dalam hidupnya. Setiap kali dia mengatakan, “Saya bisa melihat Tuhan sedang duduk di Surga dan mengatakan, ‘Tumbujlah menjadi seorang Kristen sejati.’”

Kemudian saya jadi sering memikirkan perkataan teman saya selama beberapa minggu, saya membayangkan Tuhan di Surga sedang tersenyum kepada saya dan berkata, “Aku mengasihimu nak. Tapi inilah waktunya tumbuh menjadi seorang Kristen sejati. Tumbuh.

Tuhan memiliki tujuan dalam segala hal, dan meskipun terkadang hari-hari kita terasa berat, pada akhirnya semua itu terjadi untuk kebaikan kita sendiri dan untuk kemuliaan nama Tuhan. Mengingat hal itu membantu saya untuk terus maju.

Kelas saya telah dimulai sejak awal bulan Desember lalu dan kami telah menjalani dua pertemuan dengan Firman Tuhan. Pertama Efesus 5:20 meyakinkan saya bahwa saya harus selalu mengucap syukur kepada Tuhan untuk segala hal.

Saya sadar akan ketidakpuasan dan persungutan. Ayat itu seakan mengingatkan saya untuk terus bersyukur kepada Tuhan, mencoba melihat berbagai hal dalam hidup ini dari sudut pandang-Nya, dan berusaha fokus pada-Nya, bukan pada keadaan.

Dalam seminggu, saat dalam proses belajar bersyukur, ayat lainnya menghantam saya dengan keras. Kolose 3:23 mengingatkan saya untuk melakukan pekerjaan saya dengan sungguh-sungguh, seperti untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia. Konfrontasinya lebih kuat, karena itu adalah jawaban doa saya. Firman Tuhan memberikan kunci untuk membawa kedamaian dimana saya telah berjuang tapi tidak bisa menemukan apa masalah saya.

Saya bersyukur atas kebaikan dan kesabaran Tuhan untuk membentuk saya. Sungguh mengherankan bagi saya karena Dia tidak pernah menyerah. Namun pelajarannya tidak berakhir di situ.

Sehari sebelum Natal, ibu mertua saya jatuh sakit dan hanya bisa berbaring di tempat tidur. Sebagian besar perawatannya merupakan tanggung jawab saya. Ayat-ayat itu bukan hanya kata-kata kebetulan. Itu adalah kata-kata persiapan dan pedoman untuk hari-hari dan minggu-minggu mendatang. Dalam segala hal, saya perlu bersyukur dan melakukan pekerjaan saya seperti untuk Tuhan.

Tuhan dengan murah hati memberikan bantuan dan kekuatan setiap hari, namun saya telah belajar sebuah rahasia. Ketika hatiku benar, kasih karunia-Nya cukup. Namun, jika saya belajar menghakimi, tidak bersyukur, atau tidak melakukan pekerjaan saya seperti untuk Tuhan, saya tidak merasakan kasih karunia-Nya. Jadi jika saya ingin mengalami kasih karunia-Nya, inilah saatnya bagi saya untuk ‘Tumbuhlah menjadi seorang Kristen sejati.’

Tuhan terus membimbing saya. Di gereja, kami mempelajari Galatia. Pagi ini, saya melihat kembali pasal 5, sebelum membaca pasal 6. Tuhan menyoroti hal berikut saat saya membaca firman-Nya. Ayat-ayat berbicara sendiri, merinci tugas saya.

“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.” (Galatia 5:22-23, 25).

“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Galatia 6:2)

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” (Galatia 6: 9-10)

“Lihatlah, bagaimana besarnya huruf-huruf yang kutulis kepadamu dengan tanganku sendiri,” (Galatia 6: 11)

Saya tahu Paulus sedang berbicara tentang menulis dengan tangannya sendiri kepada orang-orang Galatia. Namun, itu juga bisa menjadi Firman Tuhan yang ditulis dalam huruf besar hanya untukku. Beberapa saat dalam keadaan saat ini mungkin tampak sulit. Namun Tuhan dengan lembut mengingatkan saya untuk tetap menatap-Nya, percaya kepada-Nya, dan memeluk-Nya dalam proses karena inilah saatnya untuk ‘Bertumbuhlah menjadi seorang Kristen sejati.’

 

Hak Cipta © Kay Camenisch, digunakan dengan izin.

Ikuti Kami