7 Diskriminasi yang Dialami Umat Kristen di India Saat Perayaan Natal 2021

News / 29 December 2021

7 Diskriminasi yang Dialami Umat Kristen di India Saat Perayaan Natal 2021

Lori Official Writer
1252

5. Patung Yesus Dirusak di Ambala

Di malam Natal, 25 Desember, patung Yesus di Gereja Penebus Suci Inggris di Ambala Cantonment dihancurkan oleh dua orang pelaku yang tidak dikenal. 

Imam gereja, Pastor Patras Mundu menyampaikan kepada Times of India bahwa pelaku masuk secara illegal ke dalam gereja dan merusak bagian dalam gereja juga. 

6. Menyerbu Panggung Natal di Sekolah Pataudi

Di malam Natal 2021 di Gurugram, sekelompok orang memasuki sekolah di Pataudi dan menyerbu panggung Natal. 

Berdasarkan hasil rekaman kejadian, pelaku melakukan hal tersebut dengan motif untuk menghentikan tindakan penjangkauan yang dilakukan orang Kristen.

“Kami tidak melecehkan orang Kristen, tapi saya akan mengatakan kepada generasi berikutnya…ikuti aturan. Jangan mengikuti agama manapun. Anda perlu melindungi budaya India yang akan hancur,” ucap salah satu pelaku.

 

Baca Juga: Dianggap Jadi Ancaman, Pembangunan Patung Yesus di India Ditolak Ratusan Aktivis

 

7. Hentikan Perayaan Natal di Assam

Lagi-lagi, sekelompok orang memaksa masuk ke gereja dan mendesak supaya perayaan Natal dihentikan. Mereka mengklaim bahwa mereka tidak mempersoalkan perayaan Natal, tetapi mereka melarang orang Hindu untuk ambil bagian di dalam perayaan tersebut.

“Kami tidak menentang Natal..biarkan hanya orang Kristen yang merayakan Natal. Kami menentang anak laki-laki dan perempuan Hindu untuk berpartisipasi di dalam Natal. Semua orang mengucapkan selamat Natal. Bagaimana agama kita akan bertahan?” ungkap salah satu pelaku penyerangan.

Kelompok mayoritas di India memang kerap melakukan diskriminasi terhadap minoritas. Sebagai negara mayoritas Hindu, pemerintah bahkan telah mengeluarkan Undang-undang anti-konversi yang membuat ruang gerak pelayanan umat Kristen semakin sempit. 

Tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Perayaan Natal tahun ini juga diwarnai dengan pembubaran ibadah di sebuah gereja di Tulang Bawang, Lampung. Para pelaku menghalangi jemaat gereja tersebut untuk merayakan Natal dengan alasan gedung gereja masih belum memiliki izin.

Tentu saja ini menjadi kekuatirkan semua umat minoritas di berbagai negara. Karena itu, yuk berdoa supaya kaum minoritas tetap dalam lindungan Tuhan dan mereka tidak menyerah untuk tetap mengabarkan injil keselamatan kebangsa-bangsa.

Sumber : Thewire.in
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami