Panggilan Hidup Saya Datang Saat Sedang Bertobat – Arya Shagara

Panggilan Hidup Saya Datang Saat Sedang Bertobat – Arya Shagara

Claudia Jessica Official Writer
1108

Nama saya Arya Shagara. Setiap hari minggu, saya selalu melayani Tuhan di gereja sebagai pemain keyboard dan guru sekolah minggu. Namun, saya memiliki satu rahasia yang kututup rapat-rapat dan tak ada satu orang pun yang mengetahuinya, yaitu kecanduan pornografi dan onani.

Kebiasaan buruk saya telah berlangsung sejak saya masih bersekolah di tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Hal ini bermula ketika saya dan teman-teman menonton video porno. Kebiasaan buruk ini berlanjut hingga saya beranjak SMA (Sekolah Menengah Atas).

Di lubuk hati saya, saya merasa amat berdosa. Saya merasa diri ini sangat munafik. Saya melayani Tuhan di gereja, namun sehari-hari saya justru melakukan tindakan yang hina. Perasaan ini membuat saya merasa tidak layak di hadapan Tuhan sehingga saya jadi jarang berdoa. Bahkan saya juga sering berbohong dan mencuri. Rasanya ingin sekali lepas dari dosa seperti ini, namun sulit sekali. Sepertinya Tuhan sudah tidak mengampuni saya.

Tapi sepertinya Tuhan merindukan saya. Lewat tayangan yang saya tonton di superyouth, ada sebuah ayat yang benar-benar menampar saya di tengaj kondisi saya yang sedang bergumul.

BACA JUGA: Selalu Ada Jalan Saat Kita Bersungguh-sungguh – Julianto Palmer

 

Matius 16: 25-26 berkata, “Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”

Rasanya Tuhan benar-benar menegur saya. Kemudian saya memberanikan diri untuk menghubungi Tim Doa Sahabat 24 yang merupakan tim konseling superyouth. Saya menceritakan tentang keterikatan saya terhadap pornografi dan meminta didoakan. Saya meminta saran, langkah apa yang harus saya lakukan saat itu.

Dalam sesi konseling, konselor menyampaikan bahwa, “Tuhan menghendaki kita menjaga kekudusan hidup, tidak memakai tubuh kita untuk hal-hal yang cemar. Pengampunan Tuhan selalu tersedia bagi orang yang sungguh-sungguh mau bertobat dari dosanya.”

Saat itu juga, saya mengakui semua dosa-dosa saya di hadapan Tuhan dan meminta pengampunan. Saya berkomitmen untuk berhenti dari dosa pornografi dan onani yang selama ini saya lakukan. Saya mau menggunakan waktu saya dengan lebih baik. Saya mau mendekatkan diri kepada Tuhan.

Saat ini saya adalah seorang mahasiswa Teologi di Palangkaraya. Saya sangat bersyukur atas dukungan yang saya dapatkan dari Tim Doa Sahabat 24. Rasanya benar-benar dikuatkan hingga berhasil terlepas dari keterikatan saya terhadap pornografi dan onani.

Saat di SMA, saya memantap hati saya untuk masuk ke Sekolah Teologi. Waktu saya dalam proses bertobat, Tuhan memberikan panggilan hidup saya. Tuhan ingin agar saya menjadi penginjik yang memberitakan kebenaran Firman Tuhan bagi suku Dayak, di daerah terpencil dan belum terjangkau.

Panggilan hidup yang saya temukan di masa pertobatan ini membuat saya semakin termotivasi untuk lepas dari dosa-dosa saya kala itu.

 

BACA JUGA: Aku Membalas Pengkhianatan Dengan Pengampunan - Caleb Napitupulu

 

Perubahan besar juga terjadi dalam hidup saya ketika dalam proses bertobat. Jika duku saya sangat acuh terhadap orang lain, kini saya merasa dipenuhi dengan belas kasihan kepada orang lain. Saya yakin, Tuhan lah yang mengubahkan hidup saya.

 

Apakah saat ini Anda memiliki pergumulan dan ingin dikuatkan? Jangan sungkan untuk menghubungi Tim Doa Sahabat 2. Tim Doa Sahabat 24 berdedikasi untuk menjadi teman yang Anda butuhkan dalam berbagai situasi dan kondisi. Hubungi kami melalui 0822 1500 2424 atau klik link doa ini https://bit.ly/InginDidoakan

 

Apakah Anda merasa diberkati dengan kesaksian Arya? Mari bergabung bersama kami untuk memberitakan Injil ke seluruh Indonesia dengan menjadi Mitra CBN. Daftarkan diri Anda sekarang melalui tombol daftar di bawah:

DAFTAR

Sumber : sahabat 24
Halaman :
1

Ikuti Kami