Bisnis Jadi Panggilan Hidup – dr Reffy Nugraha Halim, CO Founder Lesssalt Diet

News / 14 December 2021

Kalangan Sendiri

Bisnis Jadi Panggilan Hidup – dr Reffy Nugraha Halim, CO Founder Lesssalt Diet

Claudia Jessica Official Writer
1166

Pindah haluan. Bergelar sebagai dokter, Reffy Nugraha pilih menjadi pebisnis karena panggilan Tuhan.

Reffy bercerita bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih besar baginya sebagai pebisnis daripada menjadi dokter. Menurut Reffy, ada banyak hal yang tidak bisa kita kendalikan. Namun, Tuhan memberikan beberapa hal yang dapat kita pilih, salah satunya adalah memilih makanan apa yang hendak kita konsumsi.

Sembarangan mengkonsumsi makanan dapat membuat seseorang menderita suatu penyakit. Oleh karena itu, Reffy mulai membangun bisnis makanannya sehat lantaran ingin menormalisasikan healthy living yang dapat membantu orang-orang dapat hidup sehat.

“Banyak orang sakit gara-gara makanan. Daftar list penyakit itu apa (saja)? Ada penyakit jantung, stroke, diabetes. Itu semua karena makanan (yang tidak sehat)” papar Reffy.

Keputusan Reffy untuk menjadi pebisnis tidak semulus yang dibayangkan. Ayahnya sempat meminta Reffy untuk tidak menjadi pebisnis karena ingin anaknya itu menjadi seorang dokter sebagaimana banyak dari anggota keluarganya yang menjadi dokter.

Dengan niatnya yang sudah bulat menjadi pebisnis, Reffy memilih meninggalkan kota Medan dan merantau ke Jakarta, untuk membuka cabang Lesssalt Diet di sana.

Perjalanannya mencapai kesuksesan dipenuhi lika-liku dimana Reffy harus melakukan berbagai pekerjaan sendirian karena hanya memiliki satu staff khusus untuk memasak. Bahkan saat bisnisnya, Lesssalt mendapat lonjakan permintaan Reffy harus mengalami kerugian karena kelalaian pihaknya.

“Timnya nggak cukup, tempatnya nggak cukup, dan jadinya kacau banget waktu awal-awal sales naik itu. Bahkan dulu bisa ada 800 komentar (di sosial media) maki-maki kita karena keterlambatan. Jadi kalau kita gamau telat, harusnya jam 9-10 sudah keluar dari dapur. (Hari) itu jam 2-3 siang, (makanan) baru keluar. Jadi kita gratiskan semua,” ungkapnya.

Hal tersebut berlangsung selama satu hingga dua minggu sampai Reffy harus merekrut banyak orang-orang baru sebagai staffnya.

 

Peranan Yesus dalam Hidup Reffy

Dalam perbincangan yang dilakukan oleh Reffy dan Nadya, host superyouth, Reffy menceritakan peranan Tuhan Yesus sangat berpengaruh terhadap bisnisnya di Lesssalt.

“Kalau misalnya gak ada Tuhan Yesus, kita gak ada semua ini. Gak akan ada sampai di titik ini, bahkan setengah atau awalnya saja tidak ada,” kata Reffy.

“Jadi waktu kita mau mulai Lesssalt, Mama aku itu udah jago masak dan dia jago masak itu spesial menu-menu yang sehat. Jadi aku bilang sama ex-partner aku kalau misalnya bukan mama aku yang buat, lebih baik jangan (bisnis) deh.

Pada saat itu, mama masak untuk kita (keluarga) dan gereja. Jadi pendeta-pendeta yang datang, dia yang masakin.

Nah waktu aku nanya mamaku, ‘Mah, ada bisnis ini. Mama mau ga ikut? Kalau mama ga mau, kita ga jalan. Tapi kalau mama mau, yuk kita bareng-bareng. Mamaku bilang, ‘Mama Cuma mau masak buat keluarga dan buat Tuhan.’ Jadi dia ga mau. ‘Yaudah, kalau mama ga mau, kita ga usah buat.’

Kebetulan mamaku seseorang yang sangat kuat dalam berdoa. Jadi, tiga hari setelah kejadian itu, aku lagi di (lantai) bawah jam 5 pagi. Mamaku turun dari tangga, dia liat aku lalu bilang, ‘Reffy, tiga hari ini setiap mama tutup mata, Tuhan kasih lihat menu. Kayaknya Tuhan suruh untuk buat ini deh.’”

 

BACA JUGA: Aku Ikut Pergaulan Buruk Sejak Jadi Anak Broken Home

 

Lewat kejadian ini, Reffy mendapatkan sebuah pelajaran berharga dari kejadian tersebut. Dia berkata, “Orang tua sesayang apapun sama kita, Tuhan Yesus tetap lebih sayang lagi.”

Selain itu Reffy juga mengungkapkan pentingnya doa orang tua, “Kalau misalnya kita ngomong doa orang tua apakah penting? Penting dan memang penting. Cuman menurut aku, kalau kita ngomong sangat penting, itu bakal terasa tidak fair untuk orang yang punya orangtua tapi ga mendoakan dia. Walau gak ada satupun yang doain kita, Tuhan Yesus doain kita. Tuhan Yesus itu perhatiin kita. Tuhan Yesus itu menjagai kita,”

Sangat menyenangkan ketika memiliki orang tua yang mau mendoakan kita. Namun untuk Anda yang saat ini mungkin memiliki orang tua yang tidak bisa mendukung impian Anda atau sama sekali tidak memiliki orang tua, ingatlah pesan ini.

Terlepas dari semua orang yang tidak menerima kita, Tuhan Yesus tetap sayang. Jadilah kuat, dan berani (Yosua 1:9).

Di akhir sesi, dr. Reffy memberikan tantangan untuk Anda hidup dengan sehat.

Tantangan: Cobalah makan makanan yang bernutrisi dan bersih selama satu bulan penuh, lalu lihat apa yang manfaat yang akan Anda rasakan.

 

Sumber : superyouth | jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami