Berkat Tuhan Bagi Orang-orang yang Murah Hati

Berkat Tuhan Bagi Orang-orang yang Murah Hati

Lori Official Writer
      1243

Hagai 1: 9

Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 14; Wahyu 20; Ayub 3-5

Kepahitan dan rasa kecewa membatasi diri mereka untuk melayani dan dikirim untuk bermisi. Tanpa sadar, hal ini membuat hidup mereka menjadi tidak maksimal. 

Ada banyak alasan untuk menolak terlibat dalam pelayanan. Salah satunya sibuk mengurus keluarga. Namun mereka lupa bahwa mengabaikan rumah Tuhan justru menjauhkan keluarga dari sumber perlindungan yang sejati.

Tuhan kita menerapkan metode pemeliharaan yang hasilnya akan selalu melampaui harapan kita. Dia bisa mengalahkan rencana kita sampai membuat kita bingung dan cemas; dengan satu putaran tangan-Nya saja Dia bisa memutar kapal kita ke arah yang tepat atau bahkan membuatnya berhenti. 

Alkitab berkata bahwa Tuhan memperkaya orang-orang yang murah hati dan membiarkan orang-orang yang kikir hidup dalam kemiskinan.

Saya selalu menemukan bahwa hampir semua orang-orang dermawan yang saya kenal hidup dengan bahagia. Mereka bahkan mengalami kelimpahan secara finansial. Sementara orang-orang yang pelit dan kikir tetap hidup di dalam kemiskinan. 

Kita harus percaya bahwa pengelola yang baik akan selalu diberkati lagi dan lagi. Begitu juga dengan Tuhan, Dia akan memberikan gerobak kepada orang-orang yang memberi gantang. 

Keegoisan selalu menjadi penghalang kita untuk memperoleh berkat Tuhan. Tetapi orang-orang yang murah hati akan selalu memperoleh kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.

"Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum." (Amsal 11:25)

Keegoisan berkuasa. Sementara kemurahan hati mendatangkan kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Dalam jangka panjang keegoisan mendatangkan kerugian dan ketaatan mendatangkan keuntungan besar. Untuk mengalami berkat ini, dibutuhkan keberanian di dalam Tuhan dan Dia layak mendapatkan yang terbaik dari kita dan yang bisa kita lakukan hanyalah mengakui bahwa kita berhutang besar atas kebaikan-Nya.

 

Hak cipta Charles Spurgeon, disadur dari Crosswalk.com

 


 

Anda diberkati dengan renungan harian kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini.

Yuk bergabung jadi mitra Jawaban.com hari ini.

 

DAFTAR 

Ikuti Kami