Mau Ikut Pengertian Tuhan Atau Pengertian Sendiri?

Mau Ikut Pengertian Tuhan Atau Pengertian Sendiri?

Claudia Jessica Official Writer
      901

Yakobus 2:19

Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 13; Wahyu 19; Ayub 1-2

Kita semua memiliki beberapa kepercayaan tentang dunia tempat kita tinggal ini. Apapun yang kita pikirkan, akan membuat kita bahagia, puas, merasa sukses, dan lain-lain. Itulah yang membentuk sistem kepercayaan kita. Saat ini, kita sedang berjalan dengan iman sesuai dengan apa yang telah kita percayai.

Yakinlah bahwa sistem dunia tempat kita dibesarkan ini tidak membangun sistem kepercayaan alkitabiah dalam pikiran kita. Karena kita datang ke dunia ini, kita terpisah dari Tuhan. Kita belajar untuk menjalani hidup kita secara mandiri dari Dia. Seiring dengan berjalannya waktu, kita menjadi serupa dengan dunia ini. Kecuali jika kita dibesarkan dalam keluarga Kristen yang taat. Ada banyak hal yang kita pelajari namun tidak mencerminkan kebenaran alkitabiah.

Jika Anda percaya bahwa Anda hanya akan puas dengan harta, maka Anda tidak akan pernah puas. Yesus menyatakan bahwa kepuasan tidak datang dari hal-hal materi: “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” (Matius 5:6) Jika Anda yakin berhasil karena status atau harta yang Anda kumpulkan, semua itu bertentangan dengan Firman Tuhan.

Tuhan memiliki standar yang berbeda untuk mengevaluasi dan mencapai kesuksesan. Yosua 1:8 mengatakan, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”

Kita tidak bisa membuat definisi kita sendiri tentang kepuasan atau kesuksesan atau menentukan apa yang ingin kita percayai saja. Iman harus memiliki objek, dan bagi orang Kristen, objek itu adalah Tuhan dan Firman-Nya.

Satu-satunya perbedaan antara iman Kristen dan non-Kristen adalah objek dari iman kita. Berpikir bahwa kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan, jika kita percaya dengan sepenuh hati adalah iman yang didasarkan pada keinginan egois.

Itu berasal dari dalam diri kita sendiri, dan bergantung pada definisi iman kita sendiri. Ini adalah bentuk self-hypnosis religius. Ini seperti orang Kristen yang berkata, “Saya tidak tahu Firman Tuhan, tapi saya memiliki iman.”

Bagi orang itu, iman adalah pengganti ilmu dan kompensasi kebodohan.

 

Doa:  Tuhan, saya memilih untuk percaya pada hari ini bahwa Engkau adalah sumber dari semua yang saya butuhkan dalam hidup. Aku menaruh imanku hanya kepada-Mu.

 

Hak cipta oleh Freedom in Christ Ministries (FICM). Disadurkan dari crosswalk.com.

Ikuti Kami