Terkadang Ketidaksengajaan Adalah Pertolongan Tuhan – Patricia

Terkadang Ketidaksengajaan Adalah Pertolongan Tuhan – Patricia

Claudia Jessica Official Writer
382

Sejak kecil, aku dinilai cukup kritis dan berani dalam berpendapat. Sifat ini kubawa ke dunia perkuliahan. Namun ternyata banyak dari teman-temanku yang justru membenci apa yang kulakukan ini. Mereka menganggap bahwa aku hanya mencari muka pada dosen dan memperpanjang waktu kuliah mereka.

Salah satu sahabatku memberitahu kalau beberapa teman kuliah kami ternyata membuat obrolan grup yang isinya membicarakan hal-hal buruk tentang diriku. Rasanya aku seperti dikucilkan. Lalu satu momen yang membuatku semakin insecure adalah ketika salah satu dosen menegur hingga memarahiku karena terlalu ambisius. Beliau menilai pertanyaanku tidak sesuai konteks mata kuliah. Jika memang ingin menegur, bukankah sebaiknya dilakukan secara pribadi dan tidak memarahiku di depan teman-temanku? Padahal beliau menegur teman-temanku yang lain dengan lembut.

Aku merasa dipermalukan dan kehilangan semangat untuk kuliah. Aku tidak percaya diri lagi. Aku merasa gagal dan semua orang tidak menyukaiku. Bullying verbal yang kualami ini bukanlah yang pertama kali. Aku sudah merasakannya sejak masih di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Aku pikir hal semacam ini tidak akan terjadi lagi di dunia perkuliahan. Aku kecewa kepada Tuhan karena kejadian ini.

Aku terpuruk, tidak mau kuliah lagi. Nafsu makanku menghilang dan enggan keluar kamar. Aku mencoba mengalihkan pikiranku dengan mendengarkan lagu-lagu rohani di Youtube. Tanpa sengaja, aku menemukan tayangan Solusi dan menonton beberapa kesaksian beberapa orang. Melihat bagaimana Tuhan memulihkan hidup mereka, hatikupun tergugah. Aku juga ingin mengalami pemulihan. Maka dari itu, aku memutuskan untuk menghubungi tim doa sahabat 24 yang tertera di layar.

Aku menceritakan semua pergumulan yang sedang kualami dan mendapatkan penguatan serta dukungan doa dari tim doa sahabat 24. Penguatan yang paling membekas pada diriku adalah ketika salah satu konselor mengatakan, Kalau Tuhan saja sudah mengampuni dosa kita, kenapa Pati harus menyimpan kekecewaan dan sakit hati kepada teman dan dosen Pati, karena menyimpan kepahitan tidak ada untungnya.”

Ya, benar. Aku harus mengampuni teman-teman dan dosenku terlebih dulu agar bisa kembali berkuliah dengan nyaman. Setelah bercerita kepada tim doa sahabat 24, aku merasa ada semangat dan harapan baru di dalam diriku.

Tak hanya sampai disitu, aku juga belajar introspeksi diri dan mengubah pola pikirku. Aku tidak akan membiarkan diriku terpuruk lagi karena pendapat orang lain. Alih-alih mendengarkan mereka, aku hanya akan fokus terhadap apa yang Tuhan katakan saja.

Setelah seminggu menghindari perkuliahan, aku memutuskan untuk kembali aktif. Tidak lagi ada kata takut dalam diriku dalam bertanya dan mengungkapkan pendapat. Hanya saja, rasanya ada yang berbeda. Sebelum mengungkapkan pendapat atau bertanya, aku selalu meminta Tuhan memberikan hikmat dalam berkata-kata.

Luar biasa! Aku tidak lagi mendapatkan teguran dan sebaliknya, dosenku justru memberikan pujian bahwa aku adalah mahasiswa kesayangannya. Pertolongan Tuhan tidak berhenti sampai di sana, hubunganku dengan teman-temanku pun membaik.

Pada dasarnya bukan lingkungan yang harus berubah untuk mengerti tentang diriku, melainkan diriku yang harus menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Aku merasa senang dan puas sekali dengan pertolongan tim doa sahabat 24 yang Tuhan kirimkan kepadaku.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami