Ini yang Perlu Orang Kristen Tahu Soal Kitab Henokh

Ini yang Perlu Orang Kristen Tahu Soal Kitab Henokh

Lori Official Writer
542

Apakah Anda pernah mendengar kitab Henokh?

Kitab Henokh sendiri merupakan karya pseudopigrafa atau tulisan yang biasanya memakai nama orang terkenal untuk dijadikan nama penilis kitab. Para penulis biasanya menggunakan nama samaran.

 

Siapa Henokh dalam Alkitab?

Ada empat orang berbeda dalam Alkitab yang memakai nama Henokh (Kejadian 4: 17; 5: 18; 25: 4; 46: 9). Tetapi perlu dicatat bahwa hanya kitab versi NIV yang memakai nama Hanok. Sementara terjemahan lainnya memakai Henokh dalam bahasa Ibrani (Kejadian 4: 17; 5: 18). 

Henoch sendiri adalah cicit dari Adam. Dan juga kakek buyut dari Nuh.

“Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.”  (Kejadian 5: 22-24)

Kita juga bisa menemukan lebih banyak penggunaan Henokh, seperti ditulis dalam Ibrani 11: 5, “Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.”

Menarik sekali untuk dicatat bahwa Henokh adalah orang kedua setelah Elia yang terpilih mengalami pengangkatan tanpa melewati kematian.

Henokh tampaknya menerima hak istimewa itu karena kehidupannya yang setia mengikut Allah dan menyenangkan hati-Nya.

Alkitab tidak menyebut tujuan Tuhan membawa Henokh ke surga tetapi diasumsikan bahwa dia adalah salah satu saksi di akhir zaman. 

Sementara kitab Yudas menyebut Henokh sebagai nubuatan dalam Yudas 1: 14-15. “Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: "Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan." Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.”

 

Mengapa Kitab Henokh Dihapus?

Karena kitab Henokh tidak bisa dikaitkan dengan Henokh. Namun bukan berarti kitab ini diilhami Tuhan dan harus ada di dalam Alkitab. Bahkan para ahli percaya bahwa kitab Henokh tidak berisi tulisan tentang Henokh sendiri.

Kitab ini juga dianggap sebagai tulisan Apokrifa yang artinya harus benar dan kebenaran itu seringkali tidak akurat secara historis. Jadi saat membaca kitab ini, isinya harus dianggap sebagai teks sejarah yang bisa saja salah. Sementara Alkitab adalah firman Tuhan yang diilhami, tidak pernah salah dan bersifat ilahi.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Crosswalk.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami