Ucapan Syukur yang Mengubah Ratapan Jadi Sukacita

Ucapan Syukur yang Mengubah Ratapan Jadi Sukacita

Lori Official Writer
      581

1 Tesalonika 5: 18

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 146; Wahyu 2; Zakharia 13-14

Di minggu Thanksgiving (mengucap syukur) ini, saya banyak memikirkan tentang ucapan syukur. Apa itu? Kapan kita harus menunjukkannya? Apa yang Tuhan katakan tentang itu?

Paulus menulis kepada jemaat Tesalonika, “Mengucap syukurlah dalam segala keadaan…” (1 Tesalonika 5: 18). Saya sering membaca ayat itu dan menganggapnya bagus. 

Jadi kita menyampaikan ucapan syukur yang secara ceroboh kepada hidup kita dan menjalaninya. Nyatanya, kebanyakan dari kita jarang sekali mengucap syukur.

Perhatikan bahwa Alkitab tidak memerintahkan kita untuk merasa bersyukur dalam segala keadaan. Sebaliknya firman Tuhan memerintahkan kita untuk ‘mengucap syukur dalam segala keadaan’.

Saat saya mulai memuji Tuhan dalam situasi yang sulit, bahkan jika saya tidak merasa seperti itu, berkali-kali air mata menetes dan saya mulai melihat kilasan kemuliaan-Nya terpancar seperti berlian di atas beludru hitam.

Terkadang saya tidak melihat kemuliaan melalui tragedi, tetapi saya masih bisa memuji Tuhan karena saya tahu Dia ada di sana.

Rasa syukur mengubah cara pandang kita terhadap keadaan di tengah kita. Ucapan syukur mengubah cara pandang kita walaupun ada mimpi yang hancur, hubungan yang rusak, keadaan yang kacau dan kerinduan yang tidak tercapai.

Saat kita memuji Tuhan atas siapa Dia dan mengucap syukur kepada Dia atas apa yang sudah Dia lakukan, cara pandang kita tentang Dia akan tumbuh lebih besar dan masalah kita menjadi lebih kecil. Akibatnya, kita akan mengalami keintiman yang lebih dalam dengan Tuhan di tengah pandangan kita yang benar dan salah.

 

Baca Juga:

Dalam Segala Musim Ia Mendatangkan Berkat-Nya

12 Ayat Alkitab Ungkapan Syukur yang Perlu Kamu Tahu

 

Di tengah banyak kesempatan, Daud mengeluh tentang keadaannya (Mazmur 42; 57; 62). Dari banyak keluhan itu, Daud mulai memuji Tuhan atas pengenalannya akan Tuhan dan mengucap syukur atas apa yang diberikan oleh Tuhan. Dan Anda tahu apa yang terjadi? Tiba-tiba Daud mulai merasa lebih baik!

Percayalah, hidup tidak terlalu buruk! Masalah-masalahnya semakin ringan saat pandangannya tentang Tuhan semakin besar, dan dia mulai melihat kemuliaan Tuhan terpancar melalui situasi tersebut.

Kenapa begitu? Lewat Mazmur, Daud mengubah tindakannya dari menjadi sosok yang depresi menjadi bersukacita. Dia tidak menunggu sampai Tuhan mengubah situasinya, memecahkan masalahnya, atau membuatnya merasa lebih baik sebelum dia mulai berterima kasih kepada-Nya.

Percayalah, saat kita berhenti mengeluh, menggerutu dan mulai memperkatakan kasih Tuhan dengan penuh ucapan syukur, cara pandang kita juga akan berubah. Kita akan mulai melihat saat-saat terbaik lewat lensa pujian dan ucapan syukur.

Ambil waktu Anda dan ucapan doa di bawah ini:

Tuhan yang terkasih, aku memuji nama-Mu.

Aku meninggikan nama-Mu untuk selama-lamanya. Walaupun aku mungkin tak mengerti apa yang sedang terjadi dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau baik dan rencana-Mu indah.

Dalam nama Tuhan Yesus. Amin

 

Hak cipta Sharon Jaynes, disadur dari Crosswalk.com

 


Anda diberkati dengan renungan harian kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini.

Yuk bergabung jadi mitra Jawaban.com hari ini.

 

DAFTAR

 

Ikuti Kami