10 Ayat Alkitab untuk Menghibur Orang yang Berduka

10 Ayat Alkitab untuk Menghibur Orang yang Berduka

Claudia Jessica Official Writer
1352

Saya tidak pernah mengerti kesedihan yang dirasakan oleh orang-orang yang ditinggalkan oleh orang yang mereka cintai sampai akhirnya ayah saya meninggal pada tahun 2013. Duka yang saya alami kala itu kembali terasa ketika seorang dari kenalan saya meninggal beberapa hari lalu.

Kami tidak akan pernah bertemu lagi di dunia ini. Saya tidak akan pernah mendengarkan suaranya yang ceria lagi, saya tidak akan bisa melihatnya lagi, saya tidak akan bisa bersandar kepadanya lagi.

Namun, Tuhan menghibur kamu melalui hari-hari yang mengerikan itu dengan berbagai cara. Teman-teman dan kerabat kami melakukan kunjungan ke rumah sakit dan menghadiri pemakaman. Mereka juga mengungkapkan rasa simpati. Namun, sumber penghiburan terbesar kami adalah ayat-ayat Alkitab. Berikut adalah 10 ayat Alkitab yang sangat berarti bagi orang-orang yang tengah berduka.

1. Yesaya 53:3

Dalam Alkitab terjemahan ESV (English Standard Version) mengatakan, “He (Jesus) was... a man of sorrows and acquainted with grief” yang jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia berbunyi, “Dia (Yesus) adalah seorang manusia yang penuh duka dan akrab dengan kesedihan.”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat memahami rasa sakit yang kita alami, namun Yesus sanggup.

Yesus sepenuhnya Tuhan dan sepenuhnya manusia. Dia mengalami kedalaman emosi manusia selama di bumi sehingga Dia dapat mengidentifikasi kesedihan kita. Sebagaimana Yohanes 11:35 menyebutkan Yesus menangis di makan temannya, Lazarus, membuktikan bahwa Yesus tidak hanya menyadari kesedihan kita, tetapi juga berduka bersama kita.

2. Mazmur 56:9

Engkau menghitung hari-hari pengembaraanku, dan tahu jumlah air mataku; tidakkah Engkau memperhitungkannya? (BIS).

Jujur saja, selama masa-masa berduka kita pasti meneteskan air mata baik sedikit maupun banyak. Kita teringat hal-hal yang sering dilakukan almarhum, lalu kita merindukannya, dan terkadang kita menangis.

Namun demikian, Mazmur 56:9 mengatakan bahwa Tuhan akan mengumpulkan setiap air mata. Saat kita menangis tersedu-sedu, saat kita meneteskan air mata, saat kita menangis dalam diam. Tidak ada satupun air mata yang lolos dari perhatiannya. Semua air mata itu berharga bagi-Nya karena kita berharga bagi Dia.

3. Mazmur 23:4

“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku” (TB).

Ayat ini mengingatkan kita bahwa kematian hanyalah bayangan. Dia berlalu sesaat, namun dia tidak dapat menyakiti orang percaya secara permanen.

BACA JUGA: 6 Ayat Alkitab Yang Wajib Diketahui Orang Kristen

 

4. Yohanes 14:2

“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” (TB).

Banyak yang percaya kematian adalah akhir dari kehidupan, tetapi orang Kristen tahu itu adalah pintu gerbang menuju kehidupan kekal. Ketika Kristus mati di kayu salib dan bangkit kembali, Dia pergi ke depan untuk menyiapkan tempat bagi kita.

Saya sangat terhibur mengetahui orang-orang yang saya kasihi yang percaya kepada Yesus ada bersama-Nya di tempat yang nyata yang disebut surga. Alih-alih berkabung karena saya tidak akan pernah melihat mereka lagi, saya dapat menantikan untuk menghabiskan kekekalan bersama mereka di hadirat Yesus

5. 1 Tesalonika 4:13-14

“Saudara-saudara, kami ingin supaya kalian mengetahui yang sebenarnya mengenai orang-orang yang sudah meninggal; supaya kalian tidak bersedih hati seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan” (BIS).

Harapan orang percaya menjangkau jauh melampaui kehidupan fana kita. Kristus tidak datang hanya untuk memberi kita kehidupan yang lebih baik di bumi ini. Dia mati dan bangkit kembali untuk membuktikan bahwa ada kebangkitan bagi setiap orang yang percaya kepadanya. Karena itu, kita dapat dipenuhi harapan, bahkan dalam kesedihan kita.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

Sumber : crosswalk.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami