Begini Cara Pemerintah Antisipasi Gelombang 3 Covid-19 Saat Natal dan Tahun Baru

Begini Cara Pemerintah Antisipasi Gelombang 3 Covid-19 Saat Natal dan Tahun Baru

Lori Official Writer
19546

Situasi pandemi di Indonesia memang sudah terkendali dengan baik. Namun pemerintah tetap waspada mengingat libur Natal dan Tahun Baru 2022 bisa membuka ruang terjadinya gelombang 3 Covid-19 di Indonesia.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan jajarannya untuk bersiap menghadapi gelombang 3 sepanjang liburan tersebut.

“Bapak Presiden juga mengingatkan perlu disiapkan prokes (protokol kesehatan) dan juga protokol terkait dengan kegiatan Natal dan Tahun Baru nanti. Hal ini akan terus kami dalami dan kami akan sampaikan,” ungkap Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto usai menghadiri Rapat Terbatas Evaluasi PPKM bersama Presiden Jokowi pada Senin, 18 Oktober 2021 lalu.

 

Strategi Penanganan Covid-19 Saat Natal dan Tahun Baru

Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa pemerintah sedang menyusun strategi antisipasi lonjakan kasus Covid-19 menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2022.

 

Baca Juga: PGI dan KWI Umumkan Tema Natal 2021, Berikut Kutipan Ayat dan Maknanya...

 

 

Adapun strategi yang sudah disusun diantaranya adalah:

- Mengontrol mobilitas masyarakat di lapangan

- Terus menggenjot proses vaksinasi Covid-19 di daerah-daerah, khususnya golongan lanjut usia (lansia) dan anak-anak serta

- Melakukan pengawasan kegiatan dan edukasi masyarakat tentang protokol kesehatan (prokes) oleh pemerintah daerah (pemda).

- PPKM juga akan terus dilanjutkan dan terus menerus memperbaharui aturan pembatasan mobilitas masyarakat.

Pemerintah berharap strategi-strategi yang sedang disusun ini bisa menjadi dasar kebijakan yang efektif dan inklusif.

Senada dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi gelombang 3 Covid-18 yang kemungkinan bisa terjadi selama libur Natal dan Tahun Baru 2022.

“Kami menghimbau agar seluruh masyarakat patuh karena kita masih berjaga-jaga terhadap kemungkinan gelombang ketiga yang terjadi pada Natal dan Tahun Baru yang akan datang. Kita harus berhati-hati,” terangnya.

Luhut juga mengingatkan supaya kegiatan masyarakat seperti acara pernikahan, berlibur ke tempat wisata dan kegiatan lain yang menciptakan kerumunan, tetap dilakukan dengan mematuhi prokes.

Meskipun kasus Covid-19 sudah turun secara drastis selama bulan Oktober 2021 ini, namun Luhut tetap menghimbau masyarakat di pulau Jawa Bali untuk terus menggenjot vaksinasi yang baru mencapai 43 persen. 

“Pada 17 Oktober 2021, DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta dan Bali mencatat nol kematian dan provinsi lain di Jawa Bali hanya mencatat kurang dari lima kematian per hari. Namun masih perlu diantisipasi mengingat cakupan vaksinasi Jawa Bali baru mencapai 43 persen. Kita ingin cakupan vaksinasi lansia dalam dua bulan ke depan mencapai 70 persen,” terangnya.

 

Baca Juga: Indonesia Bakal Masuki Fase Pandemi Covid-19 Jadi Endemi, Ini Waktu dan Syaratnya…

 

Dengan himbauan ini, kita sebagai umat Kristiani di Indonesia bisa ambil bagian untuk berpartisipasi mencegah terjadinya gelombang 3 Covid-19 dengan tetap mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah. Khususnya ketika lembaga Kristen atau gereja akan merayakan Natal nanti, mari tetap merayakannya sesuai dengan protokol kesehatan.

Kita semua pasti berharap supaya rantai penyebaran virus Covid-19 berhenti. Sehingga kemungkinan gelombang 3 tidak terjadi. Nah supaya hal ini terjadi, mari sepakat berdoa untuk perayaan Natal dan Tahun Baru mendatang berjalan dengan baik dan kondusif.

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami