Tidak Mau Masuk Timnas, Saya Merasa Seperti Menjadi Nabi Yunus – Osvaldo Haay

Tidak Mau Masuk Timnas, Saya Merasa Seperti Menjadi Nabi Yunus – Osvaldo Haay

Claudia Jessica Official Writer
379

Kepercayaan diri adalah salah satu hal yang sangat penting dalam sepak bola, seperti yang disampaikan oleh Osvaldo Haay. Tanpa kepercayaan diri, pemain tidak akan bisa bermain sepak bola dengan baik.

Osvaldo mengaku kepada tim superyouth bahwa kejatuhannya terjadi ketika pindah ke sebuah klub di Surabaya, Persebaya dimana dia terlalu menikmati berkat yang Tuhan berikan sampai melupakan Tuhan hingga tidak pernah berdoa lagi. Hal tersebut membuat Osvaldo mengalami kejatuhan, performanya menurun hingga dimaki-maki.  “Saya melupakan Tuhan sehingga semuanya diambil dari saya,” kata Osvaldo.

Berdiri dengan kekuatannya sendiri membuat Osvaldo menjadi lemah, tidak percaya diri, dan sering kali gelisah. “Rasanya lawan lebih kuat dari saya. Tidak melibatkan Tuhan membuat percaya diri saya jadi kosong. Karena dalam sepak bola itu membutuhkan kepercayaan diri,” pungkasnya.

Pada tahun 2019, Osvaldo Haay mendapatkan panggilan untuk bergabung dengan Timnas Indonesia dalam ajang Sea Games. Pada awalnya, Osvaldo menolak panggilan tersebut dan ia merasa seperti nabi Yunus yang tidak mau ketika Tuhan mengutusnya ke Niniwe. “Saya rasa waktu itu, saya sama seperti itu (Nabi Yunus)” katanya.

Meski sempat menolak, akhirnya Osvaldo berangkat untuk mengikuti Sea Games di Filipina walaupun dengan berat hati. Berpikir untuk kembali pulang ke Indonesia, sang mentor mengingatkan Osvaldo untuk tidak melakukan hal tersebut hingga Osvaldo menyadari hal yang berharga.

“Saya berpikir, saya harus membawa nama Papua di Timnas. Saya harus membuktikan bahwa anak Papua itu luar biasa, bisa membantu negara,” cerita Osvaldo.

Mentornya juga mengingatkan Osvaldo bahwa dirinya membawa nama baik Papua serta menguatkan Osvaldo meskipun mendapatkan perlakuan tidak nyaman karena rasisme, mereka harus kuat untuk membela negara dan membuktikan bahwa orang Papua bisa melakukan hal yang luar biasa.

Satu lagu yang paling menguatkan Osvaldo ketika bermain bersama Timnas adalah lagu rohani Air Mata Negeri Ini. “Lagu yang saya putar itu memberi saya kekuatan disaat saya merasa lemah. Saya putar lagu itu, berdoa. Saya berdoa sama Tuhan meminta kekuatan. Saya yakin atas firman-Mu.”

Pada saat Osvaldo melibatkan Tuhan, dia mencetak banyak gol. Meskipun saat itu Indonesia tidak berhasil menjadi juara pertama, namun Osvaldo dinobatkan sebagai Top Score. “Pada saat saya melibatkan Tuhan dalam pertandingan, serasa tuh kayak bagaimanapun lawan saya, saya bisa menghadapinya. Tuhan Yesus sangat luar biasa dalam hidup saya.”

“Saya merasakan, bila Tuhan Yesus ada di hati saya, saya merasakan kelegaan, saya merasa damai. Bersama Yesus, saya hadapi semua dengan nyaman karena Dia selalu beri saya kekuatan.”

Tuhan mampu mengubahkan hidup seorang Osvaldo dan membuatnya membawa nama baik kota kelahirannya, Papua, serta imannya sebagai pengikut Yesus yang mampu mengharumkan nama bangsanya.

 

BACA JUGA: PON XX PAPUA 2021: Gubernur Papua Mengucap Syukur Atas 3 Emas Road Race Karena Doa Bersama

 

“Dia ubah hidup saya dari yang bukan apa-apa menjadi orang yang berguna. Saya sangat berterimakasih kepada Tuhan Yesus.”

“Saya sangat bangga. Sebagai anak Papua, dalam bidang sepak bola bisa mewakili Timnas Indonesia bagi orang Papua, sebagai pengikut Yesus. Penyertaan Yesus luar biasa sekali.”

Meskipun mengalami banyak pengalaman tidak menyenangkan, Osvaldo yakin semua hal itu membuatnya menjadi pribadi lebih kuat, termasuk hubungannya dengan Tuhan. Alih-alih membalas perlakuan tidak menyenangkan dengan hal serupa, Osvaldo memilih untuk membalasnya melalui potensi dalam diri yang Tuhan berikan kepadanya.

Saksikan kisah selengkapnya melalui video berikut:

Sumber : jawaban.com | superyouth.id
Halaman :
1

Ikuti Kami