Cerita Superyouth: Persija Osvaldo Haay Balas Rasis Dengan Prestasi

Cerita Superyouth: Persija Osvaldo Haay Balas Rasis Dengan Prestasi

Lori Official Writer
206

Sebagai anak Papua, Osvaldo Ardiles Haay, pesepakbola yang saat ini bermain sebagai penyerang di tim Persija Jakarta juga turut merasakan rasisme yang dialami orang-orang Papua di Indonesia.

Sebagai keturunan Timur, pria kelahiran 17 Mei 1998 ini awalnya mengaku tidak percaya diri dengan identitasnya. Tetapi Tuhan membuka pintu kesempatan bagi Osvaldo untuk bermain di SEA Games 2019 lalu.

Meski awalnya menolak, namun dibalik ketidaknyamanan tersebut selalu ada hal manis yang patut disyukuri. 

Osvaldo menuturkan sebelum berangkat ke Filipina, dia ibarat Yunus yang lari dari panggilan Tuhan. Dia menolak bergabung dengan Tim Nasional (Timnas) Sepakbola Indonesia.

“Di SEA Games yang 2019, saya seperti Nabi Yunus. Nabi Yunus dia kan pernah Tuhan kasih dia mandat pergi ke Niniwe untuk memberitakan injil. Tetapi dia tidak mau. Waktu itu saya seperti itu. Saya bilang ke kakak Ruben saya tidak mau main di Timnas. Saya ingin main di Persebaya. Tapi dengan berat hati saya pergi ke sana ke Filipina,” ungkap Osvaldo.

Namun pada akhirnya, Osvaldo menyadari bahwa momen itu adalah kesempatan bagi dirinya untuk menunjukkan bahwa anak Papua bisa berprestasi.

 

Baca Juga: Patah Kaki dan Harus Vakum Setahun Tapi Arlan Sitorus Berhasil Masuk Timnas, Kok Bisa?

 

Dari situlah dia memberikan yang terbaik dari dirinya bersama Timnas. Bahkan untuk membakar semangat, Osvaldo kerap kali memutarkan lagu-lagu bertema Papua selama pertandingan di Filipina.

“Akhirnya saya ikut main di Timnas. Rasanya luar biasa. Saya di toilet itu putar-putar lagu (Air Mata Negeri Ini), nyanyi sampai rasanya bulu badan ini merinding. Dengar lagu paling sedih. Rasa air mata itu mau jatuh, berkaca-kaca,” ungkapnya.

Lewat lagu Air Mata Negeri, dia bisa merasakan kondisi yang dialami orang-orang Papua di Indonesia. Karena itulah dia bertekad untuk membuktikan bahwa anak Papua bisa jadi kebangaan bagi bangsa.

“Kita di Papua ini sedih sekali. Tapi Tuhan beri kita kekuatan. Putar lagu itu, berdoa, biasa kalau lagi down saya lagi berdoa suka minta sama Tuhan: Tuhan beri saya kekuatan. Saya yakin atas firmanMu.Bahwa firmanMu pasti digenapi,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Gwen Michelle, Jantung Pertahanan Timnas Sepakbola Putri yang Selalu Andalkan Tuhan

 

Dia percaya bahwa Tuhan sendiri akan memberikan kekuatan dalam menghadapi tantangan besar yang ada di depan. Alhasil, dengan bangga Timnas mencetak angka yang membawa mereka meraih medali perak.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

“Pada saat saya melibatkan Tuhan dalam pertandingan, saya rasa kayak lawan yang saya hadapi itu tetap saya bisa. Tuhan Yesus bagi saya itu sangat luar biasa. Bila Tuhan Yesus ada di hati saya, saya rasa lega, saya rasa damai,” ungkapnya.

Menjadi juara dua di Sea Games 2019 menjadi hadiah terbesar yang Tuhan berikan bagi Osvaldo dan Timnas. Hal itulah yang membuatnya selalu diingatkan untuk bersyukur. 

“Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan Yesus. Intinya saya sangat bangga sebagai anak Papua dalam bidang sepakbola, saya bisa mewakili Timnas Indonesia. Sebagai orang Papua, sebagai pengikut Yesus saya rasa itu luar biasa. Walaupun kita diintimidasi, tapi itu semua membuat kita menjadi lebih kuat. Sebagai orang Papua kitapunya hubungan lebih erat. Kita bisa berbuat lebih banyak buat Indonesia. Jadi kita tidak balasnya dengan irrasis lagi,” pungkasnya.

 

Baca Juga: Isak Tangis Komentator di Detik Gresya-Apri Menang, ‘Bagi Tuhan Tak Ada yang Tak Mungkin'

 

Pada tahun 2020, setelah masa kontrak habis bersama Persebaya, Osvaldo melanjutkan karirnya bersama Tim Persija dan terus fokus mencapai cita-citanya menjadi pesepakbola yang bisa dibanggakan oleh tim dan juga bangsa Indonesia.

 

Sumber : Superyouth
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami