Biar Rasa Ragu Nggak Lagi Mampir Di Tengah Karir, Yuk Ingatkan Diri Dengan 3 Hal Ini

Biar Rasa Ragu Nggak Lagi Mampir Di Tengah Karir, Yuk Ingatkan Diri Dengan 3 Hal Ini

Inta Official Writer
1252

Soal nggak punya rasa takut, anak-anak adalah contoh yang paling tepat. Mereka nggak takut salah atau gagal. Semakin dewasa, saat dihadapkan oleh satu keadaan, terkadang kita terlalu takut buat mengambil keputusan tertentu.

Bahkan nggak jarang kita jadi kurang percaya diri atas keputusan yang mau diambil tersebut. Biar nggak ada lagi keraguan, yuk ingatkan diri 3 hal ini.

 

1. Wajar kok kalau kita takut pada hal yang baru

Setiap kita pasti punya ekspektasi atas sesuatu. Kita takut kalau keputusan yang akan diambil bakalan bikin keadaan justru jadi lebih buruk. Zona nyaman nggak selalu jadi pertanda baik buat diri sendiri, lho.

Ingatkan pada diri sendiri kalau yang berada di luar zona nyaman itu bukan zona tidak nyaman, melainkan zona belajar. Rasa takut itu cuma perasaan kita aja, kok. Lagi pula, kita punya Tuhan yang senantiasa menuntun kita, baik keadaan buruk sekali pun.

Jadi buat apa kita khawatir?

 

2. Rasa takut bisa jadi pertanda kalau kita ada di jalan yang tepat

Ketika kita mulai nggak percaya sama diri sendiri, kemampuan, atau hasil pekerjaan kita, bisa jadi itu adalah tanda kalau sebenarnya kita sedang melakukan satu hal yang penting.

Rasa takut itu timbul karena kita merasa apa yang dikerjakan oleh kita sekarang ini adalah sesuatu yang sangat penting. Sebagai manusia, tentu saja ini adalah hal yang bagus karena dapat memicu kita untuk melakukan yang terbaik.

Nggak ada hukum pasti buat mengatasi kurangnya rasa percaya diri atau kegagalan. Ragu itu adalah perasaan kita yang nyata, dan ini adalah sebuah pertanda kalau kita sedang dibawa untuk level yang lebih tinggi lagi.

 

BACA JUGA: 8 Ayat Alkitab Ini Bantu Anda Ambil Keputusan Karir Dengan Berani

 

3.  Kunci suksesnya: Lakukan!

Kayaknya mudah banget buat kita menentukan perencanaan A atau B. Sayangnya, sering sekali kalau perencanaan itu hanya sebatas wacana, tidak dilakukan oleh kita. Padahal, kita tahu gagal atau berhasil ketika mulai mencoba dan melakukan hal tersebut.

Mungkin hasil keputusannya itu nggak sempurna, tetapi itu membawa kita dalam sebuah pembelajaran. Merayakan prosesnya dan belajar dari kegagalan adalah kunci sebuah kesuksesan pada akhirnya.

Buat sekarang, nikmati saja prosesnya. Toh cepat atau lambat, kita pasti dibawa pada keadaan yang tidak berada di zona nyaman, kok. Lewat zona belajar atau zona yang ada di luar zona nyaman, kita justru akan menemukan siapa kita yang sebenarnya.

Kita nggak pernah tahu seberapa kuatnya diri sendiri kalau tidak ada tantangan, kan?

Terakhir, apa pun keputusan yang akan kita ambil nantinya, penting buat kita untuk bertanya pada Tuhan mengenai kehendakNya atas kehidupan kita. Salah satu ciri bahwa Tuhan menghendaki keputusan kita adalah ketika kita merasakan damai sejahtera atas keputusan yang diambil.

 

 

BACA JUGA: Lebih Pilih Tuhan, Agnez Mo Tolak Tawaran Strip Club Bergaji Ratusan Juta

 

Sumber : shinetext
Halaman :
1

Ikuti Kami