Perkataan Itu Merusak Jati Diriku Selama Belasan Tahun – Rizki Herdianto

Perkataan Itu Merusak Jati Diriku Selama Belasan Tahun – Rizki Herdianto

Claudia Jessica Official Writer
522

Berada di lingkungan yang kerap merundungnya membuat Rizki kehilangan gambar dirinya. Dari sejak sekolah dasar sampai sekolah menengah atas, Rizky kerap mengalami perundungan dari teman-temannya. Perkataan negatif yang dilontarkan teman-temannya seperti, “bencong, di bilang kayak banci, menyedihkan cowok kok lemah” membuat Rizki merasa bahwa demikianlah jati dirinya.

Perkataan itu terus terngiang-ngiang dalam benak Rizki hingga membuatnya merasa jijik terhadap dirinya sendiri. Tak berhenti sampai di sana, teman-teman yang mengejek Rizki menghasut teman-teman lainnya sehingga dia tidak memiliki teman sama sekali.

Rizki yang tumbuh besar dengan perasaan jijik terhadap dirinya sendiri dan hal itu membuat Rizki menjadi pribadi yang sensitif. Rizki mengaku dirinya seringkali mengalami overthinking. Bahkan ketika ada pertengkaran yang terjadi di rumahnya, Rizki merasa dia adalah penyebab dari pertengkaran tersebut.

Karena merasa sendirian dan tidak memiliki siapa-siapa membuat Rizki kebingungan kemana dia harus meminta bantuan. Dalam kebingungannya ini, Rizki terpikir untuk melakukan bunuh diri. Rizki berpikir bahwa hidupnya tidak memiliki tujuan. Terlebih lagi Rizki hidupnya tidak berarti bagi siapapun. Dia marah kepada Tuhan lantaran merasa hidupnya tidak adil.

Pada 8 Oktober 2020, Rizki menemukan Superyouth di instagramnya dan mencoba membuka diri untuk menghubungi superyouth. Setelah sedikit mengobrol melalui pesan di Instagram, tim doa superyouth menghubungi Rizki melalui telepon.

Dalam sesi konseling ini, tim doa mencoba mendengarkan keluh kesah Rizki. Setelah Rizki selesai bercerita, kali ini tim doa berusaha untuk menguatkan Rizki dan memberikan pengertian kepadanya untuk menerima dan mencintai dirinya sendiri. Rizki harus terlepas dari belenggu masa lalunya dan melepaskan pengampunan kepada teman-temannya yang dulu merundungnya. Masa lalu yang dialaminya adalah hal yang mengikat Rizki dan menempatkannya pada jurang depresi.

Usai mengobrol, Rizki merasa lebih terbuka dan mengatakan akan belajar untuk menerima dirinya sendiri serta mengampuni teman-temannya.

Untuk mendukung pertumbuhan rohani Rizki, tim doa mengenalkan Rizki kepada Pendeta Youdy Rhamon Manatik yang bergereja di Gereja Gerakan Pentakosta Maranatha, Kutai Barat untuk dibimbing hingga mengalami pemulihan seutuhnya.

Pada 19 April 2021 lalu, tim doa kembali menghubungi Rizki dan mendapatkan kabar yang menyenangkan. Puji Tuhan, saat ini Rizki sudah menerima dan mencintai dirinya sendiri. Selain itu, Rizki juga telah mengampuni teman-teman yang dulu merundungnya.

Sekarang Rizki lebih menikmati hidupnya tanpa dibelenggu oleh perkataan atau ejekan di masa lalunya.

Saat ini Rizki menjalani aktivitasnya sebagai tutor di pelayanan PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak). Rizki mengaku rindu untuk menjadi berkat bagi orang lain. Tidak lupa, Rizki berterima kasih kepada tim doa superyouth yang telah melayani dan mendoakannya ketika paling membutuhkan pertolongan.

Terimakasih juga kepada mitra CBN yang telah mendukung pelayanan superyouth, tim doa, maupun jawaban.com sampai saat ini. Berkat Anda, satu jiwa berhasil diselamatkan dan mendapatkan keselamatan kekal.

Sumber : superyouth | jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami