Jangan Tertipu! Ini 6 Rayuan Investasi Bodong yang Bikin Banyak Orang Terjebak

Jangan Tertipu! Ini 6 Rayuan Investasi Bodong yang Bikin Banyak Orang Terjebak

Lori Official Writer
1389

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L Tobing membeberkan sejumlah investasi bodong dengan tawaran menggiurkan yang membuat banyak orang terjebak.

Nah, supaya Anda tidak terjebak dengan penipuan investasi bodong ini, yuk kenali 6 bentuk rayuan investasi bodong ini:

1. Tawarkan Bunga Tinggi

Salah satu tujuan dari berinvestasi tentu saja untuk mendapatkan keuntungan. Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa tawaran keuntungan dari investasi akan selalu terukur dan rasional. 

Jadi jika ternyata pelaku investasi menawarkan keuntungan yang tidak wajar atau berlebihan, waspadalah jika kemungkinan itu adalah penipuan berkedok investasi bodong. 

“Contohnya saat ini ada penawaran investasi berjangka yang menawarkan bunga 1% per hari. Artinya 365% per tahun,” ungkap Tongam.

 

Baca Juga: 6 Kesalahan Ini Seringkali Dilakukan Investor Pemula! Pastikan Kamu Gak Melakukannya Ya

 

2. Iming-iming “Tidur Saja Dibayar”

Para pelaku investasi bodong juga kerap mengimingi calon costumer-nya dengan kemudahan mendapatkan keuntungan seperti ‘tidur saja dibayar’.

“Inilah kadang kami bilang, masyarakat jadi tidur terus karena dibayar. Ini kan rasionalitasnya harusnya jalan. Kan tidak mungkin kita mendapatkan uang tanpa bekerja, hanya tidur saja,” ungkapnya.

3. Hanya Nonton Video Bisa Dapat Keuntungan

Iming-iming lain yang banyak ditawarkan oleh pelaku investasi bodong adalah meyakinkan calon costumer bahwa hanya dengan menonton video saja mereka bisa memberikan keuntungan.

“Tiktok Cash itu kita beli dulu jabatannya. Misalnya supervisor Rp 4.9 juta dan kita ikuti nonton video. Kita akan mendapatkan sampai Rp 120 juta per tahun. Dari mana?” ungkapnya.

4. Tambang Aset Kripto

Iming-iming investasi dengan keuntungan besar juga banyak dipakai sebagai kedok penipuan investasi. 

Biasanya mereka akan menawarkan investasi berkedok penambangan aset kripto dengan keuntungan 0.5% per hari atau 15% per bulan.

 

Baca Juga: Webinar Memulai Investasi Saham Dengan Mudah Sesuai Firman Tuhan Bersama Juhono Sudirgo

 

Untuk investasi awal, koin diberikan, namun sebenarnya koin itu berasal dari aset kripto yang tidak memiliki legalitas.

“Koinnya gak laku, untuk apa kita punya koin yang gak laku? Untuk apa kita punya koin gak ada demand-nya. Ini juga harusnya rasionalitas berjalan di sana,” ungkap Tongam.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

5. Investasi Auto Gajian

Jenis investasi ini dibalut dengan iming-iming gajian tanpa harus bekerja. 

Ternyata metode yang digunakan adalah money game atau skema ponzi. 

Kasus penipuan investasi bodong yang satu ini bahkan marak terjadi di Jawa Timur pada tahun 2020 silam.

“Kita gajian tanpa bekerja tapi digaji oleh orang yang kita rekrut. Kemudian orang yang kita rekrut digaji oleh orang yang direkrut lagi. Jadi ini kayanya multilevel gajian. Apa iya? Kan gak masuk akal, tapi banyak juga yang masuk di sana,” terangnya.

6. Aplikasi Perpesanan Telegram

Biasanya pelaku akan menipu korbannya dengan memanfaatkan aplikasi perpesanan Telegram. 

Pelaku akan tiba-tiba memasukkan nomor korbannya ke grup investasi di Telegram dengan banyak anggota.

 

Baca Juga: Begini Strategi Jitu Pilih Investasi Saham Paling Menguntungkan

 

Pelaku akan mengirimkan bukti-bukti hasil investasi, salinan dokumen pendaftaraan peserta baru, hingga bukti hasil keuntungan dari investasi kepada semua anggotanya. Tapi tentu saja bukti-bukti itu palsu.

Banyak korban yang terkecoh dengan investasi ini karena pelaku mampu meyakinkan korban dengan sederet bukti bahkan dengan berani mencatut nama-nama perusahaan yang berizin. 

“Misalnya ada penawaran investasi bayar Rp 5 juta nanti 2 hari dapat Rp 20 juta. Akhirnya dia bayar, pas mau cair hari kedua, harus dibuka dulu kuncinya untuk password pembukaan rekening Rp 20 juta. Syaratnya transfer lagi Rp 5 juta, setelah ditransfer Rp 10 juta, dia itu dikeluarkan dari grup,” terang Tongam.

Bukan hanya itu, tetapi investasi bodong yang sudah banyak menelan korban adalah investasi berupa arisan online. Pelaku biasanya akan menawarkan korban keuntungan berlipat kali ganda hanya dengan menyetor sejumlah uang sebanyak satu kali saja. Tentunya secara rasional, perhitungan keuangan ini tidak masuk akal bukan?

 

Baca Juga: Belajar Dari Pengalaman Ini Yuk, Biar Gak Kejebak Investasi Bodong

 

Karena itu, Tongam menyarankan supaya masyarakat tetap waspada dan tetap berpikir rasional menanggapi penawaran investasi yang muncul di masa ini.

Bagi Anda yang ingin belajar banyak tentang investasi yang baik dan jujur, Anda bisa belajar dari pakar investasi dan keuangan, Juhono Sudirgo. Dapatkan beragam panduan investasinya di sini https://cbn.jawaban.com/download/detail/7.html dengan mendaftarkan diri Anda terlebih dahulu di kolom login.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami