Preman Blok M Seperti Saya Bertobat Karena Lagu Rohani – Gani Simanjuntak

Preman Blok M Seperti Saya Bertobat Karena Lagu Rohani – Gani Simanjuntak

Lori Official Writer
1052

Nama saya Gani Simanjuntak. Saya adalah seorang mantan preman yang sering mangkal di Blok M, Jakarta Selatan. 

Kehidupan saya dari kecil itu penuh dengan pemberontakan. Itu yang membuat saya dari kecil sulit berkomunikasi dengan orangtua.

Sehingga ketika beranjak remaja, kehidupan saya menjadi ‘semau gue’ atau sesuka hati. Dulu saya hobi berkelahi. Sehingga hal itu membuat saya menjadi seorang petinju.

Keahlian saya di bidang tinju ini membuat saya semakin brutal. Akibatnya, kehidupan saya makin gak benar.

Pemberontakan yang saya alami sebenarnya muncul karena saya tidak setuju dengan cara mendidik orangtua saya yang otoriter.

Bahkan saat saya berkelahi, bapak saya sama sekali tidak pernah menegor. Dia bahkan tidak pernah menegor ketika saya salah. Dia hanya menyikapi dengan sikap dinginnya. Bapak saya bukan orang yang suka main kasar. 

 

Putus Sekolah dan Kabur ke Ibu Kota

Saya memutuskan untuk putus sekolah. Naik kelas, saya kabur ke Jakarta.

Sampai di Jakarta, saya tidak sekolah. Sebagai anak yang masih berusia 17 tahun dan sedang mencari jati dirinya, saya hidup berpindah-pindah. Saya hidup di Blok M, lalu ke Pulo Gadung lalu ke Pasar Senen. Terus berputar demikian.

Hidup yang tidak jelas ini membuat saya menjadi liar. 

Saya menyambung hidup dari kejahatan seperti mencopet dan ngamen. Itu yang saya lakukan terus menerus. 

Kejahatan yang saya lakukan pun semakin parah. Pada tahun 1996, saya memimpin anak-anak jalanan di Blok M untuk pergi ke Bandung dan melakukan kejahatan di sana.

 

Dikeroyok Massa di Bandung

Ada satu kejadian yang paling membekas. Dulu, saya pernah dikeroyok massa, termasuk para pedagang. 

Pada saat itu pelaku pencopetan itu sebenarnya bukan saya. Tetapi karena warga tahu kalau saya memang biasa melakukan pencopetan akhirnya kemarahan mereka ditumpahkan kepada saya.

Kejadian itu pun membuat saya harus berurusan dengan hukum. Setelah diinterogasi, saya kembali ke Jakarta. Saya mengambil keputusan untuk berdagang.

Saat itulah saya memutuskan untuk membantu kakak saya berdagang tali pinggang. Sampai akhirnya saya punya dagangan sendiri.

Usaha saya pada saat itu sebenarnya cukup baik. Tapi karena di hati saya belum ada keinginan untuk hidup benar, akhirnya saya hidup lagi dalam pergaulan bebas. 

Saat saya sudah mulai berdagang, teman-teman atlit tinju saya dari Medan datang dan membangkitkan kembali hobi saya dalam tinju. Akhirnya saya membuka sasana tinju supaya saya bisa menyalurkan hobi saya.

Para pedagang-pedagang di Blok M juga saya tawarkan untuk mau ikut latihan tinju. Dana yang kami butuhkan untuk menjalani latihan ini dibantu oleh para pedagang yang ada di Blok M. Saat itu, saya memang sudah tidak lagi terlibat dalam kejahatan copet maupun mencuri karena hasil dagang saya sudah mencukupi hidup saya.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Solusi TV | Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami