Anak Merasa Iri Hati? Yuk Belajar Dari Kisah Febe

Anak Merasa Iri Hati? Yuk Belajar Dari Kisah Febe

Lori Official Writer
241

Sebuah kisah pertobatan yang luar biasa dialami oleh Febe. 

Anak perempuan asal kota Solo ini hidup dengan serba terbatas bersama adik dan mamanya.

Febe menyimpan sebuah rasa iri hati akan sesuatu yang dimiliki teman-temannya yang lain. Kala itu, dia ingin sekali punya ponsel seperti teman-temannya.

“Jadi aku iri aja. Kenapa aku gak bisa (punya HP). Udah cerita ke Tuhan Yesus tapi gak pernah di jawab,” ungkap Febe.

Hingga pada akhirnya, Febe nekad mencuri ponsel milik temannya. “Aku ambil HP dari tas teman. Di rumah itu kayak senang banget ya. Ada HP,” ungkapnya.

 

Baca Juga: #SUPERBOOKCLUB: Ikut Kata Tuhan Atau Kata Teman?

 

Tapi dua hari kemudian, perbuatan Febe terbongkar dan diketahui oleh mentor di gerejanya.

Sang mama pun dipanggil oleh mentor dan memberitahukan tindakan Febe tersebut.

“Saya dikasih tahu sama mentor. “Ibu sebenarnya Febe seperti ini seperti ini..” Maksudnya gimana?” Febe mencuri HP teman,”  kata sang mama.

Saat pulang ke rumah, sang mama akhirnya menasihati Febe. Hingga dia mendengar bagaimana isi hati sang anak tentang kondisi yang dia alami.

“Kenapa kamu ngelakuin ini? Dia ceritakan, “Kalau aku gak punya HP kayaknya aku gak punya teman deh.” Dari situ sebagai orangtua hatiku gimana. Oh Tuhan apakah harus saya belikan HP?” terangnya.

Namun karena kondisi ekonomi yang pas-pasan, sang mama masih belum bisa memenuhi keinginan putrinya itu. Lalu dari sisa gaji, akhirnya Febe pun memiliki HP baru.

Setelah mendapat HP baru, Febe pun mulai kecanduan dan ketergantungan dengan kuota yang dibutuhkan. Hingga akhirnya dia kembali melakukan kesalahan yang sama. 

“Aku nekad ambil uang mama juga buat beli kuota. Mama kan kerja jadi aku nekad ambil Rp 100 ribu sehari,” terangnya.

Uang simpanan yang habis diambil Febe membuat hati sang mama sedih. Hingga suatu ketika dia memilih untuk berdoa dan meminta kekuatan dari Tuhan untuk mendidik putrinya itu.

Merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan, Febe pun datang kepada Tuhan. Dia memohon ampun atas kesalahan yang dia lakukan. “Tuhan aku sadar aku itu salah. Aku jahat, aku tahu Tuhan. Tapi aku ingin belajar ke depannya biar bisa buat Tuhan seneng. Belajar juga taat kepada orangtua,” ungkap Febe.

 

Baca Juga: Anak Takut Gagal Waktu Ikutan Kompetisi Cari Bakat? Parents Lakuin Ini Yuk...

 

Keinginan Febe untuk bertobat pun semakin kuat. Apalagi setelah dia menonton satu kesaksian anak dari Nias dari tayangan animasi Paulus. Melalui kisah Paulus ini lah Fabe percaya bahwa Tuhan pasti mengampuni dia.

“Pas bener saat masuk kamar. Temen aku dari Nias, dia aja susah makan. Mamanya sakit rela kerja. Nah aku yang mama bekerja tiap hari masih ngambil (uang),” ungkapnya.

Dari kisah Paulus, dia akhirnya berkomitmen untuk menjadi anak yang baik, bersyukur dan tidak lagi dikuasai oleh iri hati. Bahkan hubungannya dengan sang mama pun dipulihkan sepenuhnya.

 

Sumber : Superbook Indonesia
Halaman :
1

Ikuti Kami