#FaktaAlkitab: Orang Kafir yang Percaya Tuhan Yesus yang Tercatat Dalam Alkitab

#FaktaAlkitab: Orang Kafir yang Percaya Tuhan Yesus yang Tercatat Dalam Alkitab

Claudia Jessica Official Writer
488

Ada beberapa bagian Alkitab yang menyebutkan kata “kafir”, seperti Bilangan 23:9, Matius 5:22 dan Galatia 2:14. Alkitab menyebutkan kata kafir dengan sebutan Reqa (dalam bahasa Aramaik), dan Rakha (dalam bahasa Yunani). Keduanya memiliki arti yang jelek, yakni ‘bajingan’ atau ‘orang bodoh sekali’.

Kamus Alkitab menyebut kafir merujuk kepada orang yang bukan Yahudi, dan dalam segi rohani ialah orang yang tidak ada pertobatannya, yang mana kehidupannya tidak beda dengan orang yang bukan Kristen. Orang kafir tidak mempunyai Allah dan tidak memiliki Kristus (Ef. 2:12). Orang kafir dilukiskan sebagai orang bodoh, penyembah berhala, penyembah roh-roh jahat, tidak mengenal belas kasih, najis, penganiaya, dan tanpa pengharapan.

Berikut ini adalah orang-orang dari luar Israel yang percaya Yesus, yang dituliskan dalam Alkitab.

 

Kepala Penjara Filipi

Paulus melakukan misi dengan mengadakan pelayanan penginjilan kepada bangsa-bangsa di luar Israel. Alkitab mencatat ia melakukan perjalanan penginjilan sebanyak 3 kali di Asia hingga Eropa. Salah satu pelayanannya terjadi di Filipi. Kota ini merupakan tempat pertama di mana Injil diberitakan di tanah Eropa. Di zaman Alkitab Perjanjian Baru, Kota Filipi adalah adalah sebuah kota kuno di luar Israel yang terletak di Makedonia timur yang didirikan oleh Filipus II dari Makedonia di tahun 356 SM. Saat ini daerah Filipi masuk dalam wilayah negara Yunani.

Mengenai kisah pertobatan seorang kepala penjara yang ada di Filipi tidak bisa dilepaskan dari Paulus dan Silas. Peristiwa Ini ditulis dalam Kisah Para Rasul 16:19-40. Diperkirakan Paulus dan Silas mengunjungi kota Filipi sekitar tahun 49-50 Masehi.

Karena upaya pemberitaan injil dari keduanya di Filipi maka mereka ditangkap dan dibawa kepada penguasa dan pembesar kota itu. Pakaian Paulus dan Silas kemudian di koyakkan, mereka pun di dera berkali-kali lalu dimasukan ke dalam penjara di Filipi.

Begitu besarnya hukuman yang ditimpakan kepada Paulus dan Silas sehingga harus diberikan pengawalan khusus. Kepala penjara diancam dengan nyawa jika Paulus dan Silas lari dari tahanan itu. Ia kemudian membelenggu dan memasung keduanya.

Selama di penjara Paulus dan Silas tetap berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah. Hingga terjadi hal yang tidak diduga sebelumnya yaitu gempa bumi yang hebat, yang menyebabkan sendi-sendi penjara goyah hingga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka.

Ketika kepala penjara terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu terbuka, ia lalu takut dan berniat bunuh diri dengan cara menghunuskan pedangnya. Ia menyangka bahwa orang-orang yang telah dihukum sudah melarikan diri. Namun Paulus dengan suaranya yang nyaring berteriak agar kepala penjara tersebut tidak mencelakakan dirinya dan meyakinkannya bahwa mereka masih di dalam penjara.

Kepala penjara kemudian masuk dengan gemetar dan tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. Ia lalu mengantar keduanya keluar dan berkata, “Apa yang harus aku perbuat supaya aku selamat?” (Kis. 16:29). Paulus dan Silas lalu berkata, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Saat itu juga kepala penjara membuka hati dan menerima Yesus dalam hidupnya.

Rupanya keselamatan tersebut tidak hanya bagi sang kepala penjara, melainkan bagi keluarga dan seisi rumahnya (Kis. 16:32-33). Setelah kepala penjara dan seluruh keluarganya bertobat dan menerima Tuhan Yesus, Alkitab mencatat bahwa ia begitu bergembira karena telah percaya kepada Allah. Hal ini merupakan gambaran orang yang bersukacita karena telah menerima Injil.

 

Sergius Paulus

Kisah mengenai pertobatan Sergius Paulus ditulis dalam Kisah Para Rasul 13:4-12. Sergius Paulus adalah seorang gubernur di Pafos, pulau Siprus yang terletak di luar Israel. Menurut Strabo, seorang ahli geografi dan sejarawan abad ke-1 M, mengatakan bahwa Siprus merupakan suatu provinsi senatorial dalam Kekaisaran Romawi abad ke-1 M.

Ketika Paulus dan Barnabas mengabarkan Injil di pulau Siprus, gubernur Sergius Paulus memanggil mereka berdua, karena ia ingin mendengar firman Allah. Tetapi Elimas yang juga disebut Baryesus, yang berprofesi sebagai tukang sihir dan nabi palsu yang juga kawan dari Sergius Paulus, berusaha menghalang-halangi Paulus dan Barnabas dan berupaya membelokkan gubernur itu dari imannya.

Maka Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap Elimas , dan berkata: "Hai anak Iblis , engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu? Sekarang, lihatlah, tangan Tuhan datang menimpa engkau, dan engkau menjadi buta, beberapa hari lamanya engkau tidak dapat melihat matahari." Dan seketika itu juga orang itu merasa diliputi kabut dan gelap, dan sambil meraba-raba ia harus mencari orang untuk menuntun dia. (Kis. 13:10-11)

Melihat apa yang telah terjadi kepada Elimas maka percayalah Sergius Paulus kepada berita Injil. Gubernur itu takjub akan ajaran Tuhan yang disampaikan Paulus sehingga ia mau membuka hati akan keselamatan di dalam Yesus.

 

Baca halaman selanjutnya -->

Sumber : jawaban channel
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami