Brian Houston, Pendiri Gereja Hillsong Mengundurkan Diri Dari Dewan Gereja, Ini Alasannya…

Brian Houston, Pendiri Gereja Hillsong Mengundurkan Diri Dari Dewan Gereja, Ini Alasannya…

Lori Official Writer
877

Pendiri Gereja Hillsong Sydney, Pendeta Brian Houston mengumumkan pengunduran dirinya dari dewan gereja lewat sebuah email yang dikirimkan kepada jemaat Hillsong pada Jumat, 17 September 2021 lalu.

“Saya juga ingin memberi tahu Anda bahwa saya sudah membuat keputusan untuk mundur dari peran saya dari Dewan Gereja Hillsong yang mengawasi tata kelola operasi kami,” tulis Houston dalam pesannya.

Dia mengaku melakukan hal tersebut supaya dewan gereja bisa berfungsi lebih maksimal. Sekalipun begitu dimenegaskan akan tetap berperan sebagai Gembala Senior Global Hillsong. 

“Ini tidak mengubah peran saya sebagai Gembala Senior Global. Saya pikir penting untuk memberi tahu keluarga gereja kita demi kepentingan transparansi, dan saya mau Anda mendengarnya secara langsung dari saya,” terangnya.

Pengumuman pengunduran diri Houston tersebut dilakukan tak lama setelah namanya terseret dalam kasus pelecehan yang dilakukan ayahnya Frank Houston. Dia dituduh menyembunyikan perbuatan sang ayah meskipun mengetahuinya sudah sejak lama.

 

Baca Juga: Bukan Pensiun, Ini Alasan Brian Houston Ingin Gereja Hillsong dipimpin Oleh Generasi Muda

 

Sementara dia mengaku kaget dengan tuduhan tersebut. Karena selama ini dia begitu terbuka terkait kehidupan pribadinya. Namun selama kasus ini diproses secara hukum, dia dengan tegas menyampaikan tidak akan mundur sebagai Pendeta Senior Gereja Hillsong karena menilai dirinya tidak bersalah.

“Tuduhan ini mengejutkan saya mengingat betapa transparannya saya tentang masalah ini. Saya dengan keras menyatakan tidak bersalah dan akan membela tuduhan ini, dan saya menyambut baik kesempatan untuk meluruskan persoalannya,” ungkap Houston.

 

Kasus Pelecehan Sang Ayah

Kasus pelecehan yang dilakukan Frank Houston terjadi pada tahun 1970-an, sebelum Brian Houston dan istrinya Bobbie mendirikan Gereja Hillsong pada tahun 1983. 

Namun kemudian tindakan tersebut mulai diusut pada tahun 2014 silam. Frank diketahui telah melakukan pelecehan terhadap seorang anak muda. Tetapi saat itu, korban tidak melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

Nama Brian Houston muncul sejak muncul dugaan bahwa dirinya mengetahui perbuatan sang ayah pada tahun 1999. Bukan hanya itu, sejumlah pendeta lainnya juga diduga mengetahui informasi tersebut. Namun secara publik, Gereja Hillsong membuat pernyataan terbuka mengenai hal tersebut dan mendorong korban untuk membuat laporan. Tetapi korban justru menolak.

“Brian berusaha menghormati beberapa permintaan korban untuk tidak memberitahu polisi. Hukum pada saat itu memberika pengecualian untuk melaporkan kejahatan semacam itu ketika seseorang punya alasan yang masuk akal untuk tidak melaporkannya,” demikian disampaikan dalam pernyataan Gereja Hillsong kala itu.

 

Baca Juga: Putuskan Gereja Hillsong Jadi Denominasi Sendiri, Ini Penjelasan Pendeta Brian Houston!

 

Gereja Hillsong melanjutkan bahwa undang-undang di negara bagian tersebut memberlakukan bahwa korban pelecehan anak diberikan hak untuk tidak melaporkan kondisi yang dialami jika alasannya masuk akal.

Akibat dari kasus yang menyeret mendiang ayahnya itu, Brian Houston akan menjalani proses pengadilan pada 5 Oktober 2021 mendatang di Sydney.

Sumber : Christiantoday.com
Halaman :
1

Ikuti Kami