Berkat OBI Mantan Pecandu Game Ini Jadi Punya Cita-cita- Yoel Putra

Berkat OBI Mantan Pecandu Game Ini Jadi Punya Cita-cita- Yoel Putra

Lori Official Writer
362

Saya berpikir sekolah ya sekadar sekolah. Belajar ya sekadar belajar tanpa memikirkan nanti saya akan jadi apa.

Jadi saya mulai kecanduan game.

Awal kecanduan itu ketika saya kelas 2 SMA. Bermain game online pokoknya minimal 5 jam sehari. 

Akibat kecanduan game ini, saya jadi jarang pulang ke rumah. Saya hanya pulang untuk makan, mandi dan tidur. Sampai akhirnya orangtua saya marah sampai saya diusir dari rumah.

Saat saya diusir dari rumah, saya putus sekolah dan saya memutuskan untuk hidup di jalanan.

 

Setahun Jadi Preman Jalanan

Setelah setahun saya jadi preman jalanan, yang biasanya memalak dan tukang parkir liar, saya senang dapat duit. 

Waktu itu saya merasa bahwa itu adalah hidup saya. 

Tapi menjelang setahun itu, teman-teman akhirnya berhenti. Mereka memutuskan untk bekerja. 

 

Baca Juga: Lewat Tayangan Solusi Aku Sembuh Dari Rasa Minder - Jonathan 

 

Saat itulah saya mulai bingung mau melakukan apa. Karena untuk kerja saya masih belum punya ijasah SMA. 

Waktu itulah saya mulai menyadari risiko dari tidak lulus sekolah. Saya tidak bisa melakukan apa-apa juga tidak punya teman.

Di situlah rasa penyesalan saya muncul. Hidup dijalanan dan jadi tukang parkir ternyata membuat saya sengsara. Saya tidak tahu hidup saya ke depannya mau kemana.

Akhirnya saya memutuskan untuk mencari cara mendapatkan ijasah paket C untuk bisa mencari kerja. Sampai akhirnya, saya bertemu dengan teman saya yang bersekolah di paket C OBI (Obor Berkat Indonesia).

Saya memutuskan untuk mendaftar di sana dan menjalani kejar paket C. Saat itu saya berpikir bahwa sekolah itu penting untuk menentukan masa depan saya. 

Selama satu tahun sekolah di OBI, saya mendapatkan banyak hal. Bahkan hidup saya berubah total. Saya berpikir saya harus maju dan mengejar ketertinggalan dari teman-teman saya yang sudah bekerja.

Saya juga mengingat motivasi dari guru di OBI supaya saya “tidak menyerah pada keadaan”. Jadi, seburuk apapun keadaan, harus dijalani dan terus berjuang, belajar pasti bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.

 

Baca Juga: Aku Ikut Pergaulan Buruk Sejak Jadi Anak Broken Home

 

Itu yang membangun diri saya dan membuat saya memiliki cita-cita. 

Saya sangat berterima kasih untuk guru-guru yang mengajar di Obor Berkat Indonesia. Seorang anak jalanan, tidak punya cita-cita, tetapi sekarang memiliki cita-cita sebagai psikolog.

 

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami