Istri, 3 Nasihat Pernikahan Dari Paulus Ini Wajib Dibagikan ke Suami Ya!

Istri, 3 Nasihat Pernikahan Dari Paulus Ini Wajib Dibagikan ke Suami Ya!

Lori Official Writer
267

Pada dasarnya wanita akan lebih mudah menjalankan perannya untuk ‘tunduk’ kepada suami jika suami sudah memposisikan dirinya sebagai pemimpin yang baik dalam keluarga.

Tak sedikit dari istri yang mengaku sulit untuk menghormati suami karena mengabaikan tanggung jawabnya sebagai kepala rumah tangga.

Jadi, buat para istri yang rindu agar pasangannya bisa menjalankan peran dengan baik di rumah, Anda wajib membagikan 3 pesan penting dari Paulus ini kepada suami.

1. Dipimpin Untuk Memimpin

Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai pemimpin harusnya sudah melewati proses dipimpin oleh seseorang terlebih dahulu. Dari orang itu, dia bisa belajar banyak hal tentang bagaimana menjalankan roda kepemimpinan dengan baik.

Sama halnya dalam keluarga, sebelum menjadi pemimpin di rumah seorang suami harus belajar dipimpin lebih dulu. Pernikahan, sebagai lembaga yang dibentuk oleh Tuhan pemimpin tertinggi di dalam rumah tangga ialah Tuhan sendiri. Karena itulah suami perlu belajar memimpin dari Tuhan. 

Jika suami rindu bisa menjadi pemimpin yang sukses dalam keluarga, suami perlu dipimpin oleh Tuhan Yesus. Suami perlu mencontoh teladan kasih dari Yesus.

Pastinya sebagai pemimpin keluarga, tidak akan mudah bagi suami untuk mau menundukkan diri di bawah kepemimpinan Tuhan. Karena itu dibutuhkan kerendahan hati untuk mau belajar.

“…dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.” - Efesus 5: 2

Memimpin keluarga berarti suami harus lebih dulu membiarkan Tuhan menjadi pemimpin dalam hidupnya.

Istri, yuk ingatlah suami tentang hal ini.

 

Baca Juga: Bukan Bertengkar, 3 Tips Ini Bantu Satukan Perbedaan Dengan Pasangan

 

2. Suami harus menjadi sumber kasih bagi istri dan anak

Yesus adalah teladan kepemimpin yang sempurna. Salah satu tindakan kasih-Nya yang cukup fenomenal adalah dengan menundukkan diri dan membasuh kaki dari murid-murid-Nya.

Yesus menjadi teladan dari seorang pemimpin yang melayani. Dia memberikan diri-Nya dan menyelamatkan umat manusia. Ini adalah bentuk kasih yang sempurna yang Yesus tunjukkan atas kita. 

Di Efesus, para suami diperintahkan untuk mengasihi istri dengan cara yang sama. Memimpin keluarga dengan baik tidak berarti memerintah dengan tangan besi. Sebaliknya, memimpin adalah rela mengorbankan segalanya demi keluarga.

Di rumah, suami harus menjadi sumber kasih bagi istri dan anak-anaknya. Suami mengambil peran sebagai penyatu dalam keluarga. Dan bentuk kasih ini kebanyakan ditunjukkan melalui pengorbanan yang tulus bagi istri dan anak-anaknya.

Dalam Efesus 5: 25, Paulus menasihatkan para suami untuk mengasihi istri. Demikian katanya, “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.”

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Crosswalk.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami