#FaktaAlkitab: Afghanistan Keturunan Dari Sepuluh Suku Israel yang Terhilang?

#FaktaAlkitab: Afghanistan Keturunan Dari Sepuluh Suku Israel yang Terhilang?

Lori Official Writer
1188

Tak banyak yang tahu bahwa ternyata ada orang Yahudi di Afghanistan lho!

Ialah Zabulon Simintov, seorang pria yang diyakini sebagai Yahudi terakhir di Afghanistan. 

Selama 2500 tahun, komunitas Yahudi pernah tinggal di Afghanistan, di mana puluhan ribu di antaranya bermukim di Herat. Namun sejak abad ke-19, mereka berangsur-angsur meninggalkan negara itu dan memutuskan untuk menetap di Israel.

 

Sejarah Orang Yahudi di Afghanistan

Afghanistan adalah sebuah negara yang terkurung daratan dan diapit di antara Asia Selatan dan Asia Tengah. Di tahun 2019 penduduk Afghanistan berjumlah sekitar 38 juta. Negara ini berbatasan dengan Pakistan, Iran, Turkmenistan, Uzbekistan, Tajikistan, dan Tiongkok jauh di timur laut.  

Wilayah Afghanistan sudah ditinggali manusia sejak zaman batu tua. Lokasinya yang strategis menjadikannya sebagai bagian dari jalur sutra. Beberapa abad ke belakang, Afganistan telah menjadi tempat tinggal untuk banyak orang dan telah menjadikannya  sebagai objek dari banyak kampanye militer, seperti Aleksander Agung, Kekaisaran Maurya, Arab Muslim, Mongolia, Inggris, Rusia hingga dunia barat.

 

Manuskrip Eksistensi Yahudi di Afghanistan

Pada tahun 2013, Perpustakaan Nasional Israel mengungkap sejumlah besar dokumen dan manuskrip berbahasa Hebrew (Ibrani) yang ditemukan di gua-gua bekas wilayah yang dikuasai Taliban di Afghanistan.

Manuskrip ini menjadi bukti fisik pertama komunitas Yahudi di wilayah yang berusia ribuan tahun tersebut. Oleh para peneliti, dokumen atau manuskrip tersebut dinamakan Afghan Geniza atau Genizah Afghanistan. 

 

Baca Juga: #FaktaAlkitab: Kemenangan Tercerdik Bangssa Israel Melawan Kota Ai dalam Alkitab

 

"Afghan Genizah" menandai arsip terbesar yang ditemukan sejak "Cairo Genizah" yang ditemukan di sebuah sinagoga Mesir lebih dari 100 tahun sebelumnya.

Genizah adalah istilah Ibrani yang diterjemahkan menjadi "penyimpanan" dan digunakan untuk merujuk ke gudang di sinagoge atau kuburan tempat buku dan kertas Ibrani disimpan. Di bawah hukum Yahudi, sangat dilarang untuk membuang tulisan-tulisan yang berisi nama Tuhan, sehingga lebih baik dikubur atau disimpan.

Haggai Ben-Shammai, selaku direktur akademik perpustakaan menyatakan bahwa, “Kami memiliki banyak sumber sejarah tentang pemukiman Yahudi di daerah itu (Afghanistan).” 

Ben-Shamma melanjutkan bahwa, “Ini adalah pertama kalinya kami memiliki banyak koleksi manuskrip yang mewakili budaya orang Yahudi yang hidup [di Afghanistan].”

Pada November 2016, lebih dari 250 teks kuno tambahan dari koleksi yang sama diperoleh dan dipajang di Perpustakaan Nasional Israel. Naskah-naskah ini berasal dari abad 11, 12, dan 13, yang berisi doa-doa serta catatan perdagangan yang ditulis dalam bahasa Ibrani, Persia, dan Arab. 

 

Sejarah Yahudi di Khorasan 

Afghanistan yang juga disebut Khorasan, memiliki sejarah Yahudi yang mungkin berasal dari 2.700 tahun yang lalu sejak penghancuran Bait Suci dan pengasingan Babilonia.  

“Sejarah orang Yahudi di wilayah ini dimulai sebelum kelahiran negara bangsa Afghanistan, sejarah orang-orang Yahudi yang tinggal di wilayah ini (terjadi) selama periode Cyrus Agung, kaisar Persia dan penaklukan Babel pada tahun 538,” kata Omar Sadr, seorang akademisi Afghanistan.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami