#FaktaAlkitab: Silo, Kota Bersejarah Tempat Berdirinya Tabernakel

#FaktaAlkitab: Silo, Kota Bersejarah Tempat Berdirinya Tabernakel

Claudia Jessica Official Writer
768

Alkitab mencatat, banyak hal bersejarah yang terjadi di Silo (Shiloh). Salah satunya adalah sejarah bagimana Tabernakel atau Kemah Pertemuan.

Silo disebutkan pertama kali dalam alkitab pada Kitab Yosua dan Kitab Hakim-hakim. Kota ini terletak di sebelah utara Betel, sebelah timur jalan raya Betel ke Sikhem, dan di sebelah selatan Lebona, di pegunungan Efrain.

Pada masa awal, Silo merupakan ibukota keagamaan Israel selama 300 tahun, sebelum akhirnya berpindah ke Yerusalem. Silo disebutkan sebagai tempat berkumpulnya orang Israel setelah mereka menaklukkan tanah Kanaan dan berpindah dari Gilgal.

Peristiwa apa saja yang pernah terjadi di Silo?

Di Silo terdapat Kemah Pertemuan atau Tabernakel pada awal penaklukan tanah Kanaan, dan itulah tempat Kudus utama bagi orang Israel selama zaman hakim-hakim. Silo menjadi tempat perkemahan seluruh bangsa Israel untuk terakhir kalinya selama perjalanan di padang gurun. Silo menjadi suatu pusat keagamaan suku-suku pada abad ke-12 SM. Di tempat inilah Yosua membagi milik pusaka sejumlah suku-suku Israel, termasuk kota-kota orang Lewi dengan undian.

Hal ini menunjukkan bahwa Allah yang menetapkan pembagian tanah untuk tiap suku. Dari situlah daerah-daerah yang belum diduduki dibagikan kepada para suku Israel. Selain itu, ditentukan pula kota perlindungan dan kota-kota para imam.

Kemah Pertemuan di Silo

Kemah Pertemuan berada di Silo selamat 369 tahun sampai Tabut Perjanjian dibawa pergi ke medan pertempuran di Eben Ezer dan dirampas oleh orang Filistin di Afek. Selama 369 tahun itu pula orang Israel beribadah di Silo, sampai Silo dihancurkan.

Tempat Tinggal Tabut Allah

Di Silo, Bangsa Israel juga mengambil keputusan-keputusan untuk melawan suku-suku di sebelah timur sungai Yordan. Di dalam naskah-naskah tertua, disebutkan bahwa Silo menjadi tempat tinggal Tabut Allah, di dalam penjagaan keluarga Imam Eli.

Silo adalah tempat suci dan mempunyai imam-imam. Eli dan putra-putranya melayani di sana sampai pada Tabut Perjanjian direbut orang filistin.

Pada satu waktu ketika masih di Silo, kemah pertemuan yang dapat dipindah-pindah itu tampaknya ditutupi dalam satu kompleks atau digantikan dengan bangunan yang mempunyai pintu. Silo menjadi pusat ibadah Israel, dimana umat berkumpul pada hari-hari raya sebagaimana diwajibkan dalam Kitab Taurat.

Pada zaman hakim-hakim, ibadah di Silo mendapat saingan tempat ibadah di Suku Dan, di utara yang berisi patung-patung sembahan Mikha, yang dirampas oleh Suku Dan.

Perayaan di Silo juga menjadi ajang bagi 200 laki-laki suku Benjamin untuk mendapatkan istri di antara para gadis perawan suku-suku lain, setelah suku Benyamin hampir punah akibat pertempuran Gibea.  Samuel dibesarkan oleh Imam Eli di Silo, tempat dimana Tuhan mendatangi Samuel dan berfirman kepadanya ketika ia masih muda.

Tabut Perjanjian dibawa ke Medan Perang

Ketika Israel berperang dengan orang Filistin dan terdesak, mereka membawa tabut perjanjian keluar dari kemah pertemuan di Silo ke medan pertempuran.  Tetapi orang Filistin mengalahkan mereka di Afek, membunuh kedua putra Imam Eli, dan merampas Tabut Perjanjian serta membawanya ke wilayah Filistin.

 

BACA JUGA: #FaktaAlkitab : Ada Apa dan Seperti Apa Tabernakel dan Bait Suci Kaum Israel?

Saat mendengar kabar itu dari salah seorang pembawa berita, imam Elu jatuh dan meninggal. Rupanya satu pasukan filistin terus maju menyerang Silo menghancurkan tempat kudus tersebut (bandingkan dengan Yeremia 7:12 dan 24, Yeremia 26:6 dan 9). Namun Kemah Pertemuan tampaknya sudah dipindahkan sebelum orang filistin datang, dan dibawa ke Gibeon sampai zaman Raja Daud.

 

Baca halaman selanjutnya -->

Tabut Perjanjian Dikembalikan

Tidak lama kemudian, Tabut Perjanjian dikembalikan oleh orang Filistin ke Israel, namun disimpan di Kiryat – Yearim sampai Daud membawanya kembali ke Yerusalem dan tabut itu tidak pernah lagi kembali ke Silo.

Ketika Salomo meninggal, 10 suku memisahkan diri dan mendirikan tempat ibadah sendiri.

Pada waktu itu Silo tampaknya digunakan lagi sebagai tempat Kudus dan merupakan rumah nabi Ahia, yang menubuatkan perpecahan kerajaan dan pemisahan 10 suku setelah matinya Salomo.

Walaupun Alkitab tidak pernah secara langsung menyebutkan kemusnahan kota Silo, tapi bukti-bukti arkeologis sangat cocok dengan acuan-acuan tentang Silo sebagai contoh penghukuman Allah atas kefasikan umatnya.

Silo dijabarkan sama dengan desa modern sailun, suatu tumpukan puing di atas sebuah bukit kurang lebih 14 km sebelah utara Betel (Beitin), dan 5 km sebelah utara el-lubban.

BACA JUGA: Fakta Alkitab: Tabut Allah, Simbol Kehadiran Tuhan Di Tengah Bangsa Israel

Bukti Peninggalan Kota Silo dan Lokasinya Saat Ini

Tempat ini digali oleh tim penggali Denmark pada tahun 1926-1929 dan 1932. Hasilnya mengisyaratkan bahwa Silo sudah dihuni pada Zaman Tembaga Tengah 2100-1600 SM, demikian terus hingga dimusnahkan tahun 1050 SM, dan dibiarkan sunyi berabad-abad sampai ditempati kembali pada Zaman Hellenisme.

Lokasi Silo saat ini dipastikan berada di kota Khirbet Seilun, di Tepi Barat, dan 10 mil atau 16 km di pemukiman Israel, yaitu Beit El, di Tepi Barat.

Kota ini ditemukan oleh pakar geologi Amerika Eropa, Edward Robinson pada tahun 1838. Sebelumnya lokasi ini dicatat oleh penulis zaman Romawi Eusebius dan Ishtori Haparchi.

Buat Anda yang tertarik menyaksikan tayangan FAKTA ALKITAB kami, bisa mengunjungi channel kami. Klik DI SINI. 

BACA JUGA: Mengapa Tuhan Menghukum Uza Saat Ia Ingin Menyelamatkan Tabut Allah?

Sumber : jawaban channel
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami