Apa Anda Setuju Mata Pelajaran Agama Dihapus Dari Kurikulum Sekolah?

Apa Anda Setuju Mata Pelajaran Agama Dihapus Dari Kurikulum Sekolah?

Lori Official Writer
1556

Bagi sekolah negeri pada khususnya, sejak pelajar sudah diwajibkan mengikuti mata pelajaran agama di sekolah. Kebanyakan diantaranya adalah mata pelajaran agama Islam dan Kristen.

Meski begitu, sekolah swasta yang berbau agama maupun yang tidak berbau agama juga menerapkan pembelajaran agama dalam proses pengajarannya sehari-hari. 

Tapi makin ke sini, ada banyak masyarakat yang mulai berpikir apakah mata pelajaran agama memang benar-benar bermanfaat untuk pendidikan anak? Atau apakah mata pelajaran agama sebaiknya dihapus dari kurikulum sekolah saja?

Seperti dikutip dari Quora.com, sejumlah orang mencoba menjawab pertanyaan ini dari sisi opininya masing-masing. Tentunya ada yang setuju dan ada juga yang tidak setuju dengan berbagai alasan yang disampaikan. 

Yuk, simak pro dan kontra yang disampaikan di bawah ini:

 

Pro Pelajaran Agama Dihapus

1. Perlu digarisbawahi, saya tidak bicara agama di sini. Saya bicara mengenai pendidikan. Memasukkan agama ke kurikulum seakan-akan menilai keimanan seseorang. Saya tidak suka dengan hal ini. 

Apa sih tujuan pendidikan agama? Untuk mengenal mengenai agama? Jika demikian, saya rasa seharusnya bukan pendidikan agama A atau agama B tetapi fenomenologi agama. Fokus pengajaran tidak hanya mengenai agama sendiri? Saya rasa untuk pilihan ini, lebih baik jika pendidikan agama dijadikan ekstrakurikuler atau rutinitas mingguan. Sekolah bisa mengadakan doa bersama atau sharing rohani bersama seminggu sekali. - Stephani Thalia Susanty

2. Sangat setuju. Karena:

1. Sekolah itu mengajarkan sains, aktifitas yang berhubungan dengan otak dan usaha pengembangan otak. Bila mau ditambah paling hal-hal yang berhubungan dengan sikap. Contoh pelajaran etika.

2. Urusan agama adalah urusan privat, sekolah tidak bisa masuk ranah privat (bila harus ada karena aturan pemerintah, maka dijelaskan di poin berikutnya.

 

Baca Juga: Akhirnya, Menag Bakal Undang Lembaga Agama Bahas RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan

 

3. Bila terpaksa dan memaksa harus ada pelajaran agama di sekolah maka bagusnya diajarkan semua jenis agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia bahkan kalau perlu di dunia pengajarnya harus orang yang berkompeten, sehat jiwa raha dan waras untuk mengajar.

4. Diadakan pembedaan jam pelajaran agama untuk yang umum dan yang sesuai dengan siswa.

5. Bila pelajaran agama boleh ditiadakan maka harus memasukkan pelajaran berikutnya sebagai gantinya: Etika, estetika, logika, filsafat (untuk SMP dan SMU saja.

6. Bila agama bisa dihapurkan dari sekolah, maka pelajaran agama bisa dilemparkan ke lembaga keagamaan masing-masing.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Quora | Jawaban
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami