Apa yang Akan Terjadi Jika di Sebuah Kota Tidak Ada yang Pernah Beribadah?

Apa yang Akan Terjadi Jika di Sebuah Kota Tidak Ada yang Pernah Beribadah?

Claudia Jessica Official Writer
498

Las Vegas adalah salah satu kota yang paling cepat berkembang di Amerika Serikat. Mereka juga kota yang paling cepat dipenuhi dengan orang-orang yang tidak pergi beribadah lagi. Ini sebabnya perintis gereja di kota ini adalah kunci untuk menyebarkan Injil ke banyak orang.

Josh Carter, salah satu misionaris, mengatakan “Saya menjamin, sebagian besar masyarakat terutama orang-orang yang berada di pantai barat, tidak pernah ada seorangpun yang duduk di sana dan menjelaskan siapa Yesus itu.”

Melihat diri mereka sebagai misionaris, Josh Carter dan Joseph Gibbsons bekerja sebagai perintis gereja baptis selatan. Bidang misi yang difokuskan, mereka sebut dengan “Pre-christian culture of las vegas” yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi “Budaya pra-Kristen Las Vegas.”

“Mereka adalah orang-orang yang tidak tumbuh di lingkungan gereja, tidak sesuai dengan norma mereka dalam menjalani hidup,” ungkap Carter.

Itu sebabnya Carter, Gibbson, dan timnya berharap mereka dapat mengambil kota yang berdosa itu untuk Injil.

Mereka mendirikan 13 gereja di kota metropolis yang memiliki 2 juta penduduk. Mereka menggunakan sosial media dan buku pedoman yang selalui diperbarui sebagai titik awal. “Itu adalah pintu masuk bagi orang-orang. Mereka akan melihatmu dan mereka akan mengikutimu (media sosial)” jelas Carter.

Pendiri gereja ini juga sangat bergantung pada pertemuan tatap muka dengan tetangga mereka. Gibbson dan istrinya bertemu dengan orang-orang lokal Las Vegas di taman bermain selam puncak covid terjadi.

“Kami memiliki anak kecil yang berusia lima dan tiga tahun. Jadi, istri saya membawa mereka ke taman dan dia akan bertemu dengan ibu-ibu di sana,” tutur Gibbson.

Hal itu membawa hubungan mereka bergerak maju ke arah kebenaran Injil.

“Bagi kami, ini bukan untuk meninggikan diri kami. Namun untuk mengambil sikap bahwa kita semua perlu bertemu satu sama lain di tingkat dasar Injil,” kata Gibbson.

Dari sana, Gereja Favor City mulai tumbuh di tengah pandemi. Ketika sebuah pertemuan dibatasi dengan 10 orang, Gereja Favor City berhasil mengumpulkan 5 orang dan mereka pun mulai berkumpul.

Menurut penelitian lifeway di nashville bahwa gereja-gereja telah ditutup lebih cepat daripada yang mereka buka. Pada tahun 2019, sebanyak 3.000 gereja Protestan mulai dibuka di AS tetapi sebanyak 4.500 justru ditutup.

Menurut gallup poll, dalam 20 tahun terakhir, para ahli pertumbuhan gereja mengatakan bahwa telah melihat penurunan keseluruhan dalam kehadiran di gereja. Pandemi covid-19 turut mempercepat penurunan tersebut.

Kabar baiknya adalah kehadiran kelompok usia tertentu, pada dasarnya telah pulih. Jika membandingkan tahun 2019 hingga 2021, kehadiran kelompok usia 18-34 dan kelompok usia 55 ke atas berangsur membaik dan dapat dikatakan pulih. Namun kelompok usia tengah, yakni 35-54 tahun kehadirannya turun 9% sekarang dibandingkan dengan tahun 2019.

Mereka tidak pergi ke gereja sesering sebelumnya. Mereka lebih tertarik untuk terlibat secara digital dan bagaimana hal itu dapat dilakukan secara efektif untuk menjangkau orang-orang untuk Injil dan juga untuk memuridkan mereka semua.

Di masa pandemi dimana kita belum bisa beribadah dengan normal seperti sebelumnya, penting bagi kita untuk terus tetap terkoneksi dengan Tuhan. Salah satunya adalah dengan melakukan saat teduh. Anda bisa membaca saat teduh setiap hari di jawaban.com dengan membuka sub menu devotionals.

Sumber : CBN
Halaman :
1

Ikuti Kami