#FaktaAlkitab: Tokoh Alkitab yang Naik ke Surga Dalam Kondisi Masih Hidup

#FaktaAlkitab: Tokoh Alkitab yang Naik ke Surga Dalam Kondisi Masih Hidup

Claudia Jessica Official Writer
626

Kematian merupakan akhir hidup yang normal dalam kehidupan manusia. Kematian juga merupakan awal mula “kehidupan”, yakni hidup yang kekal di surga atau hidup dalam hukuman di neraka.

Memasuki surga tanpa mengalami kematian dianggap luar biasa dan dipandang sebagai suatu tanda pengakuan khusus dari Allah akan kesalehan seseorang. Tahukah Anda, ada orang-orang yang diangkat Allah ke surga dalam kondisi hidup tanpa melalui kematian. Siapa saja ya?

Alkitab memaparkan bahwa ada tokoh Alkitab yang diangkat Allah ke surga tanpa harus mengalami kematian terlebih dahulu. Alkitab tidak memberikan jawaban secara terperinci alasannya, namun beberapa pakar berspekulasi bahwa mereka diangkat untuk mempersiapkan peran mereka pada akhir zaman. Orang-orang tersebut dianggap merupakan saksi yang dimaksud dalam kitab Wahyu 11:3-12. Nah berikut ini adalah tokoh-tokoh yang diangkat Allah untuk naik ke surga.

 

#1 Henokh

Henokh adalah tokoh pertama dalam Alkitab yang diangkat oleh Allah ke surga tanpa melalui kematian. Kisahnya ditulis dalam Kejadian 5:18-24. Henokh adalah keturunan ketujuh dari Adam, manusia pertama di muka bumi (Yudas 1:14). Arti namanya ialah Guru. Henokh adalah anak laki-laki pertama dari Metusalah.

Henokh dua kali dikatakan oleh Alkitab sebagai orang yang bergaul dengan Tuhan (Kej. 5:22, 24). Ungkapan mengenai 'hidup bergaul dengan Allah' dalam Alkitab hanya diterapkan kepada dua orang saja yaitu Henokh dan Nuh (Kej 5:24 & Kej 6:9). Henokh adalah orang yang hidup saleh pada zamannya. Hal ini berarti bahwa semasa hidupnya Henokh jauh dari dosa dan hidup dekat dengan Tuhan.

Oleh kesalehannya, Henokh lalu diangkat Tuhan ke surga tanpa melalui kematian seperti manusia pada umumnya. Kitab Kejadian 5:22-24 menyebutkan, “Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. Dan Henokh hidup bergaui dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.”

Masuknya Henokh ke surga tanpa mengalami kematian menyiratkan bahwa orang yang benar sebelum zaman Abraham memiliki harapan hidup bersama Allah di masa depan.

Ada beberapa ciri yang membedakan antara Henokh dengan tokoh-tokoh lainnya yang dibahas dalam Kejadian 5. Umur hidup Henokh lebih pendek dari pada umur tokoh-tokoh lainnya, tetapi jumlah usianya adalah sebuah angka kesempurnaan, yaitu 365 tahun, sama seperti jumlah hari dalam satu tahun.

Usia Henokh mencapai 365 tahun saat ia terangkat ke surga, dan oleh sebab itu Henokh tidak mencapai umur yang panjang di bumi seperti orang-orang yang ada pada zamannya. Pada masa Henokh, umur manusia di bumi cukup panjang. Sebagai contoh, Yared, ayah Henokh yang meninggal diusia 962 tahun. Sementara itu Metusalah, anak Henokh usianya mencapai 969 tahun.

Setelah pengangkatan Henokh, kisahnya kembali dikutip dalam beberapa bagian Alkitab Perjanjian Baru. Kitab Ibrani mencatat bahwa Henokh berkenan kepada Allah, dan karena imannya pula maka ia pun terangkat tanpa melalui kematian (Ibr. 11:5). Selain itu, Kitab Yudas juga memuat nubuat Henokh tentang kedatangan Tuhan bersama orang-orang kudus-Nya untuk menghakimi manusia (Yudas 1:14-15).

 

Baca halaman selanjutnya -->

Sumber : jawaban channel
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami