2 Kejadian Menggemparkan Dunia Selama Akhir Pekan, Doakan Yuk!

2 Kejadian Menggemparkan Dunia Selama Akhir Pekan, Doakan Yuk!

Lori Official Writer
995

Sepanjang pekan lalu, dunia heboh dengan dua peristiwa menggemparkan. Diantaranya adalah penaklukan Taliban atas berbagai kota di wilayah Afghanistan dan membuat Presiden Ashraf Gani ketakutan dan melarikan diri ke Tajikistan. Sementara berita lainnya datang dari Haiti yang diterjang gempa berkekuatan 7.2 magnitudo dan menyebabkan ribuan kematian.

Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Taliban Kuasai Afghanistan

Pada Sabtu, 14 Agustus 2021, kelompok radikal Muslim Taliban merebut Mazar i-Sharif, sebuah kota esar di wilayah Afghanistan Utara. Kemudian mereka memasuki ibu kota Kabul, Afghanistan dan merebut hampir seluruh negara tersebut.

Serangan ini membuat para warga melarikan diri, termasuk Presiden Ashraf Gani. Sebanyak 400 ribu warga Afghanistan meninggalkan rumah mereka karena takut dengan perlakuan pasukan Taliban yang tak segan mengeksekusi siapapun di depan umum dengan menerapkan hukum Islam yang mereka yakini. 

Sementara pasukan AS dan Eropa dikerahkan untuk mengevakuasi staf kedutaan mereka dari Kabul.

Pasukan kelompok radikal ini juga tampak membebaskan ribuan mantan pejuang ISIS dan Al Qaeda dan menyerukan transisi dalam kekuasaan.

Terkait hal ini, Sekretaris Jenderal PBB meminta pasukan Taliban untuk segera menghentikan serangannya dengan menyebutkan jika tindakan mereka sudah di luar kendali.

“Ini adalah saat untuk memulai negosiasi yang serius. Ini adalah momen untuk menghindari perang saudara yang berkepanjangan atau Afghanistan diisolasi,” terang Guterres, Sekjen PBB.

 

Baca Juga: Dibebaskan Dari Taliban, Warga Australia Timothy Weeks Nyatakan Itu Karena Kehendak Tuhan

 

2. Haiti Hancur Dilanda Gempa 7.2 Magnitudo

Sebanyak 1.297 orang meninggal dunia dan 2800 lebih terluka akibat terjangan gempa berkekuatan 7.2 magnitudo di Haiti pada Sabtu, 14 Agustus 2021.

Sejumlah fasilitas dan bangunan rata dengan tanah, mulai dari sekolah, rumah dan bangunan gereja. Sementara beberapa rumah sakit banjir dan menyebabkan penanganan terhadap korban gempa terhambat.

Seperti diketahui, pusat gempa berada di sekitar 125 kilometer di bagian barat ibu kota Port-au-Prince.

Warga yang selamat dari terjangan gempa ini tak lagi mempunyai apa-apa selain bersyukur atas pertolongan Tuhan atas mereka.

“Kami hanya punya Yesus sekarang. Jika bukan karena Yesus, saya tidak akan berada di sini hari ini,” terang Johanne Dorcely, salah satu korban yang rumahnya hancur akibat gempa.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : CBN News | Jawaban
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami