Susah Bikin Anak-anak Fokus Saat Ibadah? Ini Rahasianya!

Susah Bikin Anak-anak Fokus Saat Ibadah? Ini Rahasianya!

Claudia Jessica Official Writer
290

Membuat anak-anak beribadah bukanlah yang mudah kan? Ditambah lagi mereka sering tidak bisa fokus mengikuti jalannya ibadah. Untuk mengatasi hal ini, seorang pendeta di Meksiko memiliki cara yang unik untuk menarik perhatian anak-anak untuk mengikuti jalannya ibadah.

Ketika Romo Carlos Alberto Cardona diangkat menjadi pendeta, kira-kira dua dekade lalu di San Judas Tadeo Church, Mexico City, Meksiko, dia mendapat perintah khusus dari pendeta di gereja tempat dimana dia akan bekerja.

“Ketika saya baru saja menjadi pastor 22 tahun lalu, romo yang bekerja dengan saya mengatakan, ‘Carlos, saya ingin anak-anak hadir mengikuti misa. Lakukan apa yang harus kamu lakukan. Yang saya inginkan adalah anak-anak dapat hadir untuk mengikuti misa.’”

Awalnya, Carlos berusaha menarik perhatian anak-anak dengan melakukan paduan suara anak-anak dan kehadiran Putra Altar. Namun karena tidak memberikan dampak sesuai yang diharapkan, Carlos akhirnya mendatangkan boneka Putra Altar yang bernama Monsi dan karakter lainnya. boneka-boneka tersebut berhasil menarik perhatian jemaat yang sedang beribadah di gereja maupun jemaat yang beribadah secara daring.

“Suatu hari, saya berbicara dengan beberapa teman pesulap. Mereka menganjurkan saya untuk mendapatkan sebuah karakter ventriloquist. Jadi saya memutuskan untuk membuat sebuah boneka putra altar. Dan sejak itu Monsi ikut bersama saya ke semua gereja yang saya kunjungi, agar anak-anak menjadi lebih dekat kepada Tuhan. Yang saya perhatikan adalah ketika boneka itu berbicara, anak-anak ikut mendengarkan,” ujar Cardona.

Pendeta Katolik Carlos Cardona menyampaikan homilinya saat Misa, di samping salah satu boneka Santo Yudas Thaddeus, di gereja Santo Yudas Thaddeus di Huixquilucan, Mexico City, Minggu, 27 Juni 2021. (Foto: AP/Marco Ugarte)


Sebelum pandemi melanda dunia, termasuk Meksiko, boneka puppet Monsi sudah sering mengajarkan anak-anak untuk berperilaku baik dimanapun mereka berada, termasuk di rumah. Banyak orang tua yang kemudian meminta Romo Cardona membuatkan video boneka Monsi, untuk mengirimkan pesan kepada anak-anak mereka agar membantu pekerjaan rumah.

Setelah diberlakukannya pembatasan sosial guna mencegah penyebaran virus corona, Romo Cardona membuat akun YouTube agar boneka Monsi tetap dapat menjangkau anak-anak.

Cardona menyadari bahwa ketika boneka berbicara, anak-anak akan mendengarkan dengan seksama bahkan mereka akan menjalin obrolan dengan Monsi.

Bukankah yang dilakukan oleh Romo Carlos Alberto Cardona adalah terobosan besar dalam menjangkau generasi anak untuk memuridkan mereka? Setelah mendapatkan pesan khusus terkait memuridkan anak-anak, Romo Cardona melakukan berbagai cara untuk mendapatkan perhatian dari anak-anak hingga akhirnya berhasil dengan menggunakan metode puppet.

Namun tidak hanya Meksiko yang memiliki boneka puppet untuk menginjili anak-anak. Indonesia juga punya metode serupa dengan super5! Saat ini, kurikulum super5 telah digunakan di 120 paud yang ada di Nias, dan Tanah Merah yang menjadi pusat pembelajaran Super5. Apakah Anda tertarik dengan Super5? Kunjungi https://super5.org/

BACA JUGA:

Hadirkan Program Pemuridan Anak Usia 0-6 Tahun, Inilah Super5!

Program Pemuridan Anak Super5 Disambut Dengan Antusias di Nias!

Sumber : VOA Indonesia
Halaman :
1

Ikuti Kami