Orang Kristen Harus Seperti Benih, Dia Kecil Namun Memiliki Kekuatan yang Luar Biasa

Orang Kristen Harus Seperti Benih, Dia Kecil Namun Memiliki Kekuatan yang Luar Biasa

Claudia Jessica Official Writer
      2261

2 Korintus 9:10

Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 31; 1 Tesalonika 3; Yesaya 15-16

Benih adalah salah satu hal yang paling menarik sekaligus ajaib dari ciptaan Tuhan.

Benih menghasilkan kehidupan. Semuanya dimulai dengan benih. Benih seperti alam semesta kecil dengan masa depan yang besar dipetakan dalam struktur molekul dan sel mereka.

Sangat bervariasi dalam ukuran dan bentuk, permulaan kehidupan ini dapat bertahan selama periode yang luar biasa. Misalnya biji anggrek termasuk benih yang terkecil karena kita memerlukan kaca pembesar untuk dapat melihatnya. Sedangkan kelapa adalah salah satu yang terbesar. Meskipun Sebagian besar benih dapat hidup hingga satu decade, rentang hidup mereka diketahui berkisar dari lima puluh tahun hingga berabad-abad.

Biji teratai India telah terbukti penting setelah dua ratus tahun. Hebatnya, benih ini ditemukan hidup di makam raja-raja Mesir kuno. Laporan surat kabar tentang penemuan tersebut melaporkan bahwa benih itu masih hidup setelah terbengkalai selama empat milenium.

Tahukah kamu, sekitar 70% makanan kita berasal dari biji-bijian seperti jagung, gandum, beras, barley, gandum hitam, kacang polong, buncis, kedelai, kacang tanah, dan gandum? Sebagian besar makanan lain berasal dari hewan yang diberi makan biji-bijian.

Tuhan kita, Yesus, Sang Pencipta benih sering menyebut benih dan sering menggunakannya dalam perumpamaannya. Dia membandingkan Kerajaan Surga dengan biji sesawi, “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.” Matius 13:31-32

Dia juga menggunakannya dalam perumpamaan lain kepada murid-murid-Nya, “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” Matius 13:37-43

Hormat saya untuk memenuhi Amanat Agung setiap tahun sampai Tuhan kita kembali, Bill Bright.

Benih yang sangat kecil merupakan awal dari segala sesuatu. Ia juga kuat, tak lekang dimakan oleh waktu.

 

Disadurkan dari crosswalk.com.

Ikuti Kami