Tiba di Tanah Air, Vaksin Moderna Bakal Diprioritaskan Untuk Nakes

Tiba di Tanah Air, Vaksin Moderna Bakal Diprioritaskan Untuk Nakes

Lori Official Writer
446

Minggu ini pemerintah menerima bantuan vaksin dari Amerika. Sebanyak 3.000.060 dosis vaksin Moderna sudah diterima oleh Kementerian Kesehatan pada Minggu, 11 Juli 2021. 

Atas dukungan pemerintah Amerika ini disambut baik oleh Menteri Budi Gunadi Sadikin. Dia mengapresiasi kepedulian dan juga dukungan pemerintah paman Sam itu terhadap pemerintah Indonesia yang terus bekerja keras menyalurkan vaksin kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Seperti dikutip dari Kemkes.go.id, vaksin Moderna ini akan lebih dulu diprioritaskan kepada tenaga kesehatan (nakes).

Menteri Budi menyampaikan jika tahap pertama vaksinasi akan diberikan secara khusus kepada nakes dengan pertimbangan beban pekerjaan yang mereka hadapi saat menangani pasien Covid-19.

“Tenaga kesehatan mengalami tekanan yang luar biasa terutama di gelombang kedua di penularan pandemi ini, sehingga kami ingin memastikan mereka terlindungi secara maksimal,” kata Menkes.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membenarkan dukungan vaksin dari Amerika ini. Bahkan vaksin dikirimkan dengan aman melalui jalur multilateral COVAX Facility. Dia juga memastikan jika vaksin Moderna sudah mendapatkan Emergency Use Autorization dari Badan POM pada 2 Juli 2021 lalu. 

 

Baca Juga: Bisa Vaksin Sendiri! Pastikan Kamu Paham Dulu Soal Vaksin Jenis Sinopharm Ini

 

Menteri Retno menegaskan jika kebutuhan vaksin bagi masyarakat Indonesia akan terus meningkat. Karena itu pemerintah Amerika akan berkomitmen untuk mengirim vaksin secara bertahap untuk Indonesia dari total yang disepakati sebanyak 4500.160.

Dengan sumbangan vaksin dari Amerika, Indonesia sudah mengamankan sebanyak 122.735.260 dosis vaksin curah maupun vaksin jad.

Dia juga menegaskan bahwa Jepang juga akan kembali mengirimkan dukungan vaksin Astrazeneca tahap kedua. 

“Tawaran serupa datang dari Belanda, Inggris, Australia dan Uni Emirat Arab,” kata Menteri Retno.

Dia juga menegaskan jika negara lain juga memberikan tawaran bantuan dalam bentuk ventilator, oxygen concentrator, obat-obata dan peralatan medis.

 

Mengenal Vaksin Moderna

Seperti dikutip dari laman resmi WHO, vaksin Moderna asal Amerika ini rupanya hanya diperuntukkan kepada yang berusia 18 tahun ke atas.

Namun keunggulannya, jenis vaksin yang satu ini bisa diberikan kepada pasien dengan riwayat komorbid seperti penyakit paru-paru kronis, jantung, obesitas berat, diabetes, penyakit hati dan HIV.

 

Baca Juga: Mengapa Penyintas Covid-19 Harus Menunggu 3 Bulan Untuk Mendapatkan Vaksinasi?

 

Cara Pemberian Vaksin

Untuk vaksin Moderna pemberian suntikan dilakukan dalam dua tahap. Suntikan kedua harus memiliki jeda waktu selama 28 hari dari sebelumnya.

 

Keunggulan Vaksin Moderna

Berdasarkan hasil uji coba, vaksin ini memiliki kemanjuran sekitar 94.1% dalam melindungi seseorang dari Covid-19. Vaksin akan mulai bekerja setelah 14 hari mendapatkan dosis pertama.

Vaksin ini juga diklaim tetap efektif untuk varia virus baru.

 

Efek Samping Vaksin Moderna

Sementara WHO juga membeberkan efek samping umum yang dialami setelah mendapatkan dosis pertama dan kedua.

Efek yang umum terjadi diantaranya:

- Nyeri, bengkak, atau kemerahan di bekas suntikan

- Kelelahan

- Sakit kepala

- Nyeri otot atau sendi

- Panas dingin

- Mual dan muntah

- Bengkak bawah lengan

- Demam

Efek samping lainnya yang jarang dialami juga dapat terjadi. Namun pada umumya efek samping yang lebih terasa akan terjadi setelah suntikan dosis kedua.

 


Apakah Anda butuh didoakan? Hubungi SAHABAT 24 kami melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini https://bit.ly/yjInginDidoakan.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami