Beragam Pertanyaan Orangtua Soal Pengasuhan Anak Dijawab di Sini, Apa Saja Itu?

Beragam Pertanyaan Orangtua Soal Pengasuhan Anak Dijawab di Sini, Apa Saja Itu?

Lori Official Writer
972

6# Bagaimana cara menghadapi anak yang sulit fokus kalau belajar?

 

Penjelasan:

Pakar edukasi Bob Cunningham, EdM, berkata bahwa anak-anak gampang terdistraksi. Saat anak melihat sesuatu yang bergerak di sekitarnya, maka anak akan segera mengalihkan fokusnya ke hal tersebut. 

Karena itulah Cunningham menganjurkan orang tua untuk lebih dulu mencari akar masalah penyebab anak susah fokus.

Ada beberapa penyebab anak susah fokus, diantaranya:

1. Sulit membedakan kapan harus fokus pada hal-hal kecil dan hal-hal besar.

2. Mudah terganggu dengan pemandangan, suara, atau informasi.

3. Fokus jika kondisi sekitar tenang dan tidak ada distraksi.

4. Sulit berkonsentrasi pada satu aktivitas saja serta,

5. Sulit mengikuti arahan.

Adapun cara yang bisa dilakukan orangtua untuk mengatasi masalah ini adalah:

- Latih fokus anak. Anak usia 4-5 tahun biasanya hanya bisa fokus pada satu objek atau aktivitas selama 5-20 menit saja. Jadi mulailah dengan durasi waktu ini.

- Lakukan satu hal di satu waktu. Jangan meminta anak melakukan dua hal berbeda dalam sekali waktu. Berikan dia waktu untuk menyelesaikan satu hal hingga selesai baru kemudian memintanya untuk melakukan aktivitas lain.

- Anak yang sulit fokus mendengar suara atau kebisingan perlu ruangan atau tempat yang tenang dan senyap untuk belajar. Jadi pilihlah ruang belajar yang benar-benar nyaman untuk anak.

- Berikan anak waktu istirahat. Untuk anak SD biasanya mereka akan suka disuguhi cemilan atau minuman sehat. Untuk anak remaja, beri waktu istirahat dengan melakukan apa yang dia sukai.

 

7# Untuk anak 11 tahun, apakah lebih baik kita mengarahkan untuk minat dan bakat tertentu atau kita mencari tahu apa minat dan bakat anak kita sendiri? Sementara saat ini kita tanya dia belum tau apa minat dan bakatnya saat ini?

 

Penjelasan:

Orangtua mulai bisa mengidentifikasi bakat terpendam anak bahkan sejak mereka lahir. Tidak ada batasan waktu untuk terus mengamati apa potensi yang sebenarnya diberikan Tuhan secara alamiah di dalam diri anak. 

Hal-hal sederhana yang bisa orangtua amati meliputi: Apa yang paling mereka suka, kegiatan apa yang menarik perhatiannya dan mau terlibat di dalam kegiatan tersebut. 

Seiring waktu, bakat tersebut akan semakin menonjol saat anak berusia 12 tahun. Contoh nyatanya adalah kisah penyanyi Yeshua Abraham. Dia mengaku baru serius menggali bakat bernyanyinya ketika sang ayah menyadari bakat tersebut saat dia berusia remaja. Lalu, kedua orangtuanya mulai mendorong Yeshua untuk ikut les vokal, mulai ikut lomba bernyanyi di berbagai event hingga bisa menjadi juara ajang Just Duet musim pertama.

 

Baca Juga: Kenapa Sih Potensi Diri Anak Itu Harus Ditemukan Sekarang?

 

Jadi kapanpun orangtua mulai menyadari bakat terpendam yang ada di dalam diri anak, saat itulah orangtua mengambil peran untuk:

- Meyakinkan anak tentang bakat atau potensinya.

- Menjadi supporter bagi anak untuk mengembangkan bakatnya. Tapi ingat hindari untuk memaksa anak.

- Selalu dampingi anak untuk mengembangkan bakat yang dia miliki. Entah mendukungnya sekadar tampil di sebuah acara biasa atau ikut dalam sebuah kompetisi.

Jadi jangan tanyakan anak soal bakatnya. Sebaliknya, orangtualah yang membuat anak mulai menyadari potensi yang dia miliki dengan memperhatikan proses tumbuh kembangnya.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12345Tampilkan Semua

Ikuti Kami