Beragam Pertanyaan Orangtua Soal Pengasuhan Anak Dijawab di Sini, Apa Saja Itu?

Beragam Pertanyaan Orangtua Soal Pengasuhan Anak Dijawab di Sini, Apa Saja Itu?

Lori Official Writer
941

5# Mohon penjelasan bagaimana punishment yang tepat untuk anak-anak sesuai umurnya dan bagaimana menjelaskan perbedaan hukuman atau reward yang berbeda-beda kepada anak?

 

Penjelasan:

Dikutip dari Todaysparent.com, anak akan terus bertumbuh dan menunjukkan perilakunya secara bertahap. 

Anak berusia 2 tahun mungkin belum bisa menunjukkan rasa kesal atau marahnya. Namun setelah beranjak 7 tahun, anak mungkin sudah bisa menghina atau mengejek orangtua dan perilakunya semakin meningkat saat beranjak usia 12 tahun.

Jadi, cara terbaik untuk memahami perilaku anak adalah dengan memahami fase yang mereka lalui seiring dengan perkembangannya. 

Berikut cara mendisiplinkan anak sesuai usia dan perkembangannya:

- Anak Balita

Masalah yang biasa muncul dari anak balita adalah tantrum dan melawan. 

Cara mendisiplin anak balita:

- Tawarkan dua pilihan. Misalnya, “Kamu mau susu atau roti?” Anak harus memilih salah satunya.

- Tetap tenang. Jika anak balita Anda membuang makanannya lalu Anda memarahinya. Maka dia akan mengulangi tindakannya. Sebaliknya, sampaikan dengan lembut bahwa tindakannya membuang makanan tidak benar. Sampaikan dengan singkat dan sederhana.

Atau jika anak memukul kepala temannya, bawa dia ke suatu tempat lalu jelaskan jika apa yang dia lakukan itu salah. Lakukan dengan singkat dan tepat sampai anak mengerti dan mengakui kesalahannya.

- Anak Prasekolah

Biasanya anak prasekolah anak mulai merengek dan tidak mau mendengarkan orangtua. 

Cara mendisplinkan anak prasekolah:

- Jangan pernah bertanya lebih dari dua kali. Pertama, tanyakan sekali dengan baik. Misalnya, tolong simpan mainanmu. Jika anak tidak mendengar lanjutkan ke tahap kedua, tanyakan dengan disertai konsekuensi. Misalnya, Mama minta kamu menyimpan mainanmu. Kalau tidak, besok kamu tidak boleh main lagi.

- Hindari marah dan berteriak. Saat orangtua marah menghadapi anak, maka anak akan meniru sikap tersebut. Paling buruknya, mereka bisa kehilangan rasa hormat kepada orangtua.

 

Baca Juga: Kesulitan Mengajar Anak Belajar Online? Ini Tips Dari Psikolog Anak, Queenie Prabakanti

 

- Anak Usia Sekolah

Di usia ini, anak-anak lebih bisa mengekspresikan perasaan mereka. Perilaku direntang usia antara 5-10 tahun akan sangat berdampak pada apa yang akan terjadi di masa remajanya.

Biasanya masalah terbesar anak usia sekolah adalah ketidakpatuhan mereka.

Cara mendisiplinkan anak sekolah:

- Latih anak untuk melakukan hal yang lebih baik. Misalnya, jika anak bertengkar dengan teman. Maka mulai menanyakan anak, apa tindakan berbeda yang harus dia lakukan dikemudian hari? Tujuannya supaya anak belajar dari kesalahannya.

- Berikan anak kesempatan kedua. Jelaskan apa kesalahan anak dan sampaikan harapan Anda ke depan atas tindakannya.

- Terapkan konsekuensi yang logis. Terapkan hukuman sebab akibat. Yang artinya apa yang mereka terima herus berhubungan langsung dengan perilakunya. Misalnya, jika anak terlamat bangun pagi untuk sekolah karena main HP sepanjang malam, sebagai konsekuensinya tarik HP dari anak setiap malam jika sudah waktunya tidur.

- Anak Usia Remaja

Usia remaja adalah fase dimana anak sudah mulai berani mencoba hal-hal baru dalam hidupnya. Kebanyakan orangtua akan mulai waspada di fase ini.

Cara disiplin anak remaja:

- Tentukan aturan dan batasan dengan melibatkan anak remajamu. Cobalah untuk mendiskusikan setiap keputusan dengan persetujuan dari anak.

- Tawarkan negosiasi. Tetaplah bersikap tegas dengan kesalahan anak. Jika anak mulai kesal, biarkan dia tenang dulu. Baru kemudian tawarkan negosiasi yang dia bisa terima.

- Pakai keterangan waktu. Misalnya, selesaikan dulu PR kamu, baru bisa main game.

- Sampaikan teguran tegas jika anak sudah bersikap melenceng. Misalnya, mama tidak bisa menerima kamu bicara kasar seperti itu. Sampaikan sikap yang seharusnya Anda harapkan dari anak.

- Ajarkan anak soal tanggung jawab. Keingin tahuan anak remaja yang mulai muncul akan membuat mereka berani melewati batas aturan dari orangtua. Marah bukanlah solusi. Sebaliknya, ambil waktu ngobrol bersama dengan anak dan bagikan pandangan baru seputar kehidupan kepada mereka. Ajarkan anak untuk mulai menyadari tanggung jawabnya dan mengambil keputusan dengan pertimbangan yang tepat.

Mendisiplinkan anak butuh proses dan harus dipraktekkan secara berulang setiap hari. Tapi percayalah, hasilnya akan sangat memuaskan.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12345Tampilkan Semua

Ikuti Kami