Terharu! Pasien Ini Minta Dibacakan Alkitab Menjelang Kepergiannya

Terharu! Pasien Ini Minta Dibacakan Alkitab Menjelang Kepergiannya

Claudia Jessica Official Writer
656

Seorang perawat di RSUD Haulussy, Maluku menceritakan kisah seorang pasien bernama Maria Natalia Sahertian yang meminta untuk membacakan Alkitab dan menyanyikan lagu rohani sebelum menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa (09/02/2021) lalu.

Lenny Futwembun perawat di RSUD Haulussy bercerita bahwa Maria memang sudah mulai gelisah ketika menjalani perawatan di ruangan khusus pasien Corona sehari sebelum berpulang.

“Almarhumah sebelum meninggal meminta perawat membaca Mazmur: 91 dalam lindungan Allah, Almarhumah juga meminta menyanyikan lagu rohani mengantar napas-napas terakhir," kata Lenny Futwembun sebagaimana dikutip dari CNNIndonesia.com pada hari Kamis (18/02/2021).

Sebelum kepergiannya, Maria meminta salah seorang suster bernama Gisla Latukolan untuk memeluk dan membelai rambutnya, tentunya dengan menggunakan APD lengkap. Maria juga meminta suster untuk menemaninya tidur dan membaca Alkitab.

Selain suster Gisla, Maria juga meminta suster Eby Lamatokan untuk menyanyikan lagu rohani untuknya hingga perlahan-lahan Maria menghembuskan nafas terakhirnya.

 

BACA JUGA: Apakah Semua yang Positif Covid-19 Harus Dirawat di Rumah Sakit? Ini Kata Presiden Jokowi

"Jadi saat suster Gisla dan suster Eby yang memakai APD lengkap tidur di samping pasien sambil membaca Alkitab, dan menyanyikan lagu rohani, pasien pun ikut bernyanyi," ujar Lenny.

Menurutnya, selama ini pasien terhibur dengan ayat-ayat Alkitab dan persembahan lagu-lagu pujian.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Maria mengucapkan terimakasih kepada perawat yang menemaninya karena tidak sang suami maupun anak yang mendampinginya kala itu.

"Ia hanya bilang sang suami biasa memeluknya dan ditemani kedua anak ketika saya sedang sakit, namun kali ini hanya sendiri menghadapi sakaratul maut tanpa sang suami dan anak-anak," cerita Lenny.

Sebelumnya, Maria telah dirawat di RSUD Haulussy Ambon dengan gejala komorbid atau penyakit bawaan setelah menjalani pencucian darah pada Rabu (03/02/2021). Kemudian dirawat selama seminggu di ruang khusus pasien Corona dan dinyatakan meninggal dunia pada hari Selasa dini hari.

Meskipun tidak berhasil sembuh kembali, Maria membuktikan bahwa Firman Tuhan dan lagu-lagu pujian mampu menenangkan hatinya ketika berada dalam kecemasan dan melawan penyakitnya. Seperti Maria, kita juga mengalahkan kecemasan yang kita alami di masa pandemic ini dengan membaca Firman Tuhan dan menaikkan lagu-lagu pujian.

Selamat jalan Maria Natalia Sahertian. Kami mengasihimu.

BACA JUGA: Capai 27.000 Kasus Covid-19 Per Hari, Ayo Kumandangkan 7 Doa Mazmur Untuk Menenangkan Jiwa

Sumber : CNN Indonesia
Halaman :
1

Ikuti Kami