Istri, Lakukan Ini Jika Suami Suka Kasarin Kamu

Istri, Lakukan Ini Jika Suami Suka Kasarin Kamu

Lori Official Writer
478

Banyak pasangan Kristen yang bahkan melakukan KDRT dalam rumah tangganya. 

Walaupun Kejadian 2: 18 menyampaikan bahwa Tuhan menciptakan wanita untuk menjadi pendamping pria, tapi pada kenyataannya banyak pria yang memandang wanita lebih rendah dari seorang teman sehingga dengan seenaknya memperlakukannya dengan buruk.

Di dalam Alkitab ditulis tentang kisah seorang istri bernama Abigail yang berani membuat keputusan yang bertentangan dengan keinginan suaminya. Lalu apakah seorang istri dilarang untuk bersikap tegas terhadap apa yang dia anggap benar?

Dengan melihat kisah Abigail, kita bisa belajar tentang apa itu ketundukan dan bagaimana seharusnya seorang istri meresponi tindakan suami yang bersikap kasar.

1. Membela Diri Dengan Cara yang Benar

Kisah Abigail ditulis dalam 1 Samuel 25. Di ayat 3 dituliskan, “Nama orang itu Nabal dan nama isterinya Abigail. Perempuan itu bijak dan cantik, tetapi laki-laki itu kasar dan jahat kelakuannya. Ia seorang keturunan Kaleb.”

Sikap kasar Nabal suaminya memang tidak ditunjukkan kepada Abigail. Tetapi sebagai wanita yang saleh dan hidup dalam Tuhan, Abigail memandang sikap suaminya salah. 

Supaya kemalangan tidak menimpa suaminya, Abigail mencoba untuk melakukan sesuatu dengan meyakinkan Daud untuk tidak mendengarkan perkataan suaminya (1 Samuel 25: 24-26).

Abigail mempertaruhkan dirinya dengan bersikap baik kepada Daud dan siap menerima kemarahan suaminya karena kebenaran yang dia pegang kepada Tuhan.

Mendengar perkataan Abigail, Daud pun menjadi tenang dan justru memberkati wanita itu.

 

Baca Juga: Biar Pernikahan Jauh Dari KDRT, Yuk Bangun Hubungan di Rumah Dengan 4 Kebiasaan Ini…

 

2. Berkonsultasi Dengan Pemimpin Gereja

Saat suami mulai melakukan tindakan kekerasan atau kasar lebih intensif, bahkan tanpa alasan. Ada baiknya bagi istri untuk segera berkonsultasi dengan pemimpin gereja yang dipercaya. 

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Setiap istri korban kekerasan pasti berharap bisa mendapatkan nasihat atau langkah untuk menghadapi perlakuan kasar ini. Karena itu pemimpin Kristen yang benar-benar memiliki pernikahan yang sesuai dengan kebenaran firman Tuhan tidak akan menganjurkan untuk bercerai. 

Sebaliknya, mereka akan sebisa mungkin membimbing sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Salah satunya adalah ‘mengampuni dan memberkati’. 

Kedengarannya memang mudah. Tapi tentu saja tidak. Mengampuni suami yang kerap bertindak kasar dan main fisik tidak akan pernah mudah. Butuh waktu untuk mengampuni bahkan memberkati dia. Tapi mau tidak mau, firman Tuhan sendiri yang meminta semua orang untuk melakukannya.

Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. - Kolose 3: 13

“Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” - Matius 6:14-15

 

Baca Juga: Alami KDRT, Bolehkah Orang Kristen Bercerai?

 

3. Berdoa Tanpa Henti

“Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan” (Matius 19: 26)

Seorang pembunuh seperti Saulus bahkan bisa diubah oleh Tuhan menjadi pribadi yang begitu mengasihi Dia. 

Sebagai wanita terhormat, kamu mungkin tidak bisa menerima perlakuan kasar suami. Tentu saja wajar kalau pikiran untuk bercerai atau meninggalkan suami demikian berulang kali muncul. Tapi apakah setelah itu dia akan berubah? Bisa saja wanita lain akan menjadi korban kekerasannya. 

Gak ada hal yang lebih luar biasa bagi seorang istri untuk tetap setia dan berdiri bagi suaminya. Ya, sebagian istri yang membaca artikel ini pasti akan mulai geram membaca poin ini. Tapi itulah yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan. Karena Dia sendiri sudah lebih dulu melakukannya untuk kita. Dia tidak pernah menyerah atas dosa-dosa dan pelanggaran kita. Malahan Dia rela mati untuk dosa kita supaya kita bertobat sepenuhnya. 

Apakah kamu rindu suamimu berubah? Berdirilah untuk dia dan minta Tuhan untuk mentransformasi hidupnya, tentu saja harus dibarengi dengan teladan hidupmu sehari-hari. Dengan menjadi istri yang tunduk dan mau melayani suami, seperti Yesus melayani gereja-Nya.

Tuhan membenci kekerasan dalam pernikahan. Dia mau pernikahan setiap pasangan Kristen dibangun di atas dasar kasih, saling menghargai dan menghormati. Jadi suami tak sepantasnya memperlakukan istri dengan kasar, begitu sebaliknya istri tidak pantas merendahkan suami dengan perkataan dan sikapnya. 

Mari mempersembahkan pernikahan sebagai persembahan yang hidup dan memuliakan Tuhan.

Apakah kamu punya pengalaman dimana Tuhan memulihkan pernikahanmu dari konflik? Yuk bagikan kisahmu bersama Jawaban dengan mengklik link ini: http://bit.ly/BerbagiJawaban.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami