#FaktaAlkitab: Kebenaran Soal Hutang yang Ditulis Dalam Alkitab

#FaktaAlkitab: Kebenaran Soal Hutang yang Ditulis Dalam Alkitab

Lori Official Writer
791

Manusia hidup dengan berbagai kebutuhan dan keinginan. Namun, terkadang, kondisi keuangan tidak memungkinkan untuk seseorang mendapatkan keinginannya.

Tak jarang, seseorang akan berusaha mencari cara untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Salah satu cara yang sering dijadikan opsi adalah dengan mencari pinjaman atau berhutang. 

 

HUTANG DALAM BUDAYA ISRAEL KUNO

Hutang atau utang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah uang yang dipinjam dari orang lain, dan kewajiban membayar kembali apa yang sudah diterima.

Dalam Alkitab, ada 61 ayat yang menyinggung tentang hutang, 37 ayat dalam Perjanjian Lama dan 24 ayat dalam Perjanjian Baru. Keluaran 22:25 adalah ayat pertama dalam Alkitab yang membahas mengenai hutang yang berkaitan dengan uang. Di dalamnya Musa mengingatkan orang Israel agar tidak mengambil bunga atau riba dari seseorang yang meminjam kepadanya. 

“Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya” Keluaran 22:25.

Dalam ayat ini, ada suatu kondisi yang sedang dialami seorang dari bangsa Israel yang mengharuskannya meminjam uang untuk dapat melanjutkan kehidupannya. Orang itu tidak sanggup bertahan atau dalam kondisi lemah di bidang keuangan atau miskin.

 

Baca Juga: [VIDEO] #KataAlkitab​: Viral! Bolehkah Orang Kristen Investasi Pakai Hutang?

 

Di dalam keadaan demikian, orang Israel sudah sewajibnya membantu dengan meminjamkan uang agar orang tersebut dapat kembali lagi mampu mengusahakan keuangannya sendiri.

Walter C. Kaiser Jr dalam bukunya yang berjudul “Ucapan-Ucapan Yang Sulit dalam Perjanjian Lama”, menyatakan bahwa, “dalam masa-masa modern, secara prinsip hutang diperlukan sebagai sarana untuk meningkatkan modal yang dipakai orang untuk bekerja. Jika seseorang tidak memiliki modal yang lebih besar, maka industri tertentu itu mungkin tak mampu mendatangkan pendapatan yang meningkat. Namun pada masa lalu, perhatian seperti itu tak sebesar yang terjadi pada masa-masa modern ini. Maka, pinjaman-pinjaman pada waktu itu hampir khusus untuk meringankan kemelaratan dan kelaparan yang hebat.”

Selain itu, ayat ini (Keluaran 22:25) disatu sisi memberikan anjuran kepada setiap orang yang kaya agar bertindak kasih terhadap orang yang miskin, dan bukannya memeras mereka dengan memberi bunga uang pinjaman.

Uang yang dipinjamkan tersebut hendaknya merupakan tindakan berbaik hati terhadap orang-orang yang sangat membutuhkan. Jadi dapat dilihat bahwa di zaman Israel kuno, hanya orang yang tidak mampu yang diperbolehkan untuk berhutang dan sebagai sesama orang Israel wajib untuk membantunya tanpa memberikan riba atau bunga kepada orang yang berhutang.

 

JANDA YANG BERHUTANG DALAM PERJANJIAN LAMA 

Salah satu kisah orang yang berhutang dalam Alkitab ialah seorang wanita yang dicatat dalam 2 Raja-raja 4:1-7. Ialah seorang janda yang datang kepada Elisa karena masalah uang. Rupanya ia memiliki hutang dimana penagih hutang sudah datang dan ia takut anak-anaknya akan dijual sebagai budak untuk mengganti utangnya. Hal ini selaras dengan Amsal 22:7, dimana Tuhan memperingatkan orang Israel akan bahaya hutang, “Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.” Ketika seseorang berhutang, maka orang tersebut akan menjadi budak dari yang menghutangi. 

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami