Cita-cita Kuliah Tak Tercapai, Gracella Fidelia Kecewa Sama Tuhan

Cita-cita Kuliah Tak Tercapai, Gracella Fidelia Kecewa Sama Tuhan

Lori Official Writer
378

Dulu waktu SMA saya pelayanan. Bahkan hampir setiap waktu yakin kalau Tuhan itu akan jamin hidup saya.

Pulang sekolah, saya biasanya akan kerja part time. Saya jaga di café dari jam 6 sampai jam 12 malam.

Waktu itu saya berharap selulus SMA, saya bisa langsung kuliah. Gaji saya bahkan tidak saya ambil dan saya minta dipegang sama bos saya karena saya komitmen uang itu akan saya pakai untuk uang kuliah.

Tapi ternyata apa yang saya harapkan tidak sesuai dengan kenyataan.

Mama saya waktu itu sakit. Mama didiagnosis sakit pengapuran. Akhirnya saya tekad, yaudahlah masa sih saya mau tega sama orangtua saya. Lebih baik uang itu dipakai untuk keluarga saya.

Lulus SMA, saya kerja uangnya saya tabungin juga. Tapi uangnya lagi-lagi tidak bisa saya pakai untuk biaya masuk kuliah. Karena masalah keluarga itu terus datang seakan tak habis-habis.

 

Baca Juga: Berawal Jadi Petugas Kebersihan Dipercaya Jadi Chef – Marthin Saleky

 

Jadi saya berpikir bahwa Tuhan tidak kasihan sama saya. Yaudah lah percuma juga saya habisin waktu pelayanan, Tuhan juga gak dukung dan tolong keluarga saya.

Sejak saat itu, saya mulai kecewa sama Tuhan.  Untuk melampiaskannya saya pun mencari tempat pelarian ke tempat lain selama tiga bulan.

Selama saya meninggalkan Tuhan, hampir setiap hari saya pergi ke tempat club malam. Saya merasa plong, nyaman dan punya teman curhat.

Tapi apa yang saya lakukan sebenarnya hanya menyembuhkan kecewa saya sementara waktu. Karena tujuan saya ke tempat itu sebenarnya hanya untuk melampiaskan rasa kasihan saya kepada diri sendiri. Saya berpikir bahwa waktu yang saya habiskan untuk melayani Tuhan itu percuma. Tuhan sama sekali gak ada buat saya.

Masa-masa tersulit saya itu saat saya gak bisa kuliah. Saya juga kena PHK dari tempat saya kerja. Saat saya nganggur itu, saya gak punya aktivitas atau kegiatan yang efektif. Jadi saya sering nonton di malam hari. 

Saat itu, sekitar jam 1.30 pagi saya nonton tayangan di Solusi itu kisahnya tentang perempuan lesbian, itu hampir sama dengan saya. Jadi dia menghabiskan waktunya ke tempat-tempat clubbing padahal dia cari ketenangan ke tempat yang salah.

 

Baca Juga: Kehilangan Pekerjaan Membuatku Putus Asa Sampai Nekad Bunuh Diri – Hosea Dani

 

Terus di akhir tayangan, host mengajak berdoa. Jadi saya ikut berdoa. 

Karena kisahnya saya banget, jadi doa itu rasanya menyentuh. Nah di situ ada kontak centernya. Saya foto nomor itu, saya save nomornya. Setelah tayangan itu, saya hubungi melalui whatsapp. 

Satu hari setelahnya, mereka telpon saya. Saya ceritakan masalah saya dan saya pun didoakan.

Sebulan setelah saya curhat di Solusi, saya didoakan oleh tim konselor dan mereka menghubungi saya menanyakan perkembangan saya. Akhirnya saya cerita kalau saya sudah kembali ke Tuhan dan saya sudah diterima kerja lagi. Lalu saya kembali ke komunitas gereja saya dan mulai percaya lagi sama Tuhan.

Saya bersyukur, melalui tayangan Solusi saya jadi punya pengertian baru kalau Tuhan itu baik dalam hidup saya. Tuhan selalu sertai hidup saya.

Sekarang, bagi saya Tuhan itu adalah Bapa yang setia. Selalu menyertai langkah saya dan selalu ada buat saya dan mengerti akan saya.

 

 

Apakah kamu diberkati dengan kisah kesaksian ini? Jangan simpan untuk dirimu sendiri, mari ikut membagikan kesaksian ini kepada orang lain. 

 

Atau jika kamu saat ini sedang mengalami ketakutan dan butuh dukungan doa, segera hubungi tim Sahabat 24 kami di Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini https://bit.ly/yjInginDidoakan.

 

Sumber : Solusi TV
Halaman :
1

Ikuti Kami