Covid 19 Meledak, Pemerintah Didesak Lakukan PPKM

Covid 19 Meledak, Pemerintah Didesak Lakukan PPKM

Claudia Jessica Official Writer
504

Menurut data perkembangan kasus terkonfirmasi positif covid-19 per hari dari laman covid19.go.id, kasus covid-19 di Indonesia masih bertambah setiap harinya. Bahkan pada 17 Juli lalu terdapat 12.624 orang yang dikonfirmasi terinfeksi oleh virus covid-19. Angka ini terus menanjak pasca libur lebaran 2021, bahkan menjadi rekor baru sejak kasus tertinggi pada 30 Januari lalu yang mencapai 14.518 kasus.

Gambar: kurva covid-19, perkembangan kasus terkonfirmasi positif covid-19 tanggal 17 Juni 2021


Jumlah kenaikan kasus covid-19 ini tentu membuat masyarakat resah. Charles Honoris, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI meminta agar pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk melakukan memutus rantai penyebaran dengan melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Angka penularan COVID-19 pasca-libur Lebaran 2021 semakin menggila. Pada Kamis (17/6), angka penularan dan kematian harian nasional mencetak rekor baru, yakni 12.624 kasus harian (tertinggi sejak 30 Januari 2021) dan 227 orang meninggal dunia (tertinggi sejak 3 April 2021),” kata Charles yang dilansir dari detik.com.

BACA JUGA: Kasus Covid Lagi Naik, Menag Hanya Izinkan Kegiatan Ini di Rumah Ibadah

Charles juga menyebutkan bahwa tempat tidur yang tersisa di seluruh Provinsi Jawa sudah berada di atas batas yang telah ditetapkan WHO yakni sebtiesar 60%. Selain itu, antrean panjang di rumah sakit juga terjadi.

“Di sisi lain, angka keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) fasilitas kesehatan (faskes) di hampir seluruh provinsi di Pulau Jawa sudah di atas batas WHO 60%. Bahkan, di DKI Jakarta, BOR nyaris menyentuh angka 80%. Bayangkan bagaimana jika faskes di pulau tempat lebih dari separuh populasi nasional menghuni ini kolaps?” pungkasnya.

Fasilitas kesehatan serta tenaga medis semakin kesulitan lantaran jumlah pasien melonjak tak terkira.

“Sementara fakta di lapangan, tanda-tanda faskes kolaps semakin nyata di depan mata: antrean pasien mengular masuk RS, ada pula yang ditolak karena RS penuh, bahkan ada yang meninggal dunia dalam perjalanan karena tidak kunjung mendapat RS rujukan. Di sisi lain, para tenaga kesehatan keteteran karena lonjakan pasien yang tak terkira,” lanjutnya.

 

BACA JUGA: Tetap Waspada dan Berdoa Ya, Varian Virus Baru Ini Sudah Masuk Indonesia Lho!

Tidak hanya Charles, lima organisasi kedokteran juga mendesak pemerintah untuk melakukan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) total.

Kelima organisasi profesi itu adalah Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif (PERDATIN).

Kelima organisasi itu itu merekomendasikan agar pemerintah pusat memberlakukan PPKM menyeluruh dan serentak terutama di Pulau Jawa, memastikan implementasi serta penerapan PPKM yang maksimal, mempercepat dan memastikan vaksinasi tercapai sesuai standar, semua pihak lebih waspada terhadap varian baru covid-19, melakukan tracing dan testing lebih massif, serta agar masyarakat tetap melaksanakan 5M dan mematuhi protokol kesehatan lainnya.

Kita semua perlu bekerjasama dan bersinergi untuk menghentikan rantai penyebaran covid-19 di Indonesia dan terbebas dari penderitaan yang selama ini telah mengikuti kita sejak Maret 2020 lalu.

BACA JUGA: 4 Hal Terpenting Yang Harus Kamu Lakukan Sebelum Vaksinasi

Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami