#FaktaAlkitab: Apakah Jasad Yesus Dirempah-rempahi Seperti Jasad Orang Yahudi?

#FaktaAlkitab: Apakah Jasad Yesus Dirempah-rempahi Seperti Jasad Orang Yahudi?

Claudia Jessica Official Writer
365

Sebagian orang percaya bahwa kain Turin yang disimpan oleh vatikan adalah kain kafan yang digunakan saat mengubur Yesus. Apakah penguburan dengan kain kafan ini sama seperti yang kita kenal di Indonesia atau jauh berbeda?

Seperti apa tradisi penguburan bangsa Israel dalam Alkitab, lokasi penguburannya, dan bagaimana cara orang Israel melepas kepergian keluarganya yang sudah tiada? Simak selengkapnya dalam pembahasan kita kali ini.

Merempahi Jasad merupakan bagian adat Yahudi

Alkitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru mencatat adanya proses merempah-rempahi jenazah yang dilakukan pada jasad seseorang yang sudah meninggal. Dalam Perjanjian Lama ditulis bahwa jasad Yakub dan Yusuf dirempah-rempahi (Kej. 50:2 dan 26).

Sama halnya dengan Perjanjian Baru yang menuliskan bahwa setelah Yesus mati, jasad-Nya lalu dirempah-rempahi dan diberikan kafan (Yoh. 19:40, Lukas 24:1). Hal ini sesuai dengan tradisi adat Yahudi. Setelah dirempahi dan dikafani, jasad orang yang sudah meninggal akan diletakkan di dalam gua kuburan.

Menurut adat atau kebiasaan kala itu, mayat yang sudah dirempahi dan dikafani sedianya dibiarkan membusuk hingga tinggal tulang-belulang. Kemudian, tulang-belulang itu dipindahkan ke dalam Osuarium atau peti tulang-belulang.

Menurut hukum Yahudi, ada orang-orang yang terlatih secara profesional dalam mengurus mayat dan tata-cara mengumpulkan tulang-tulang yang akan dimasukkan ke dalam peti tulang (peti osuarium). Mereka yang mengurus Osuarium ini kemudian penyimpanan peti osuarium ke dalam gua yang lain, dimana dikumpulkan dengan banyak peti-peti osuarium lainnya secara permanen.

Namun proses ini tidak berlaku bagi jasad Yesus Kristus, sebab Ia bangkit pada hari yang ketiga. Namun penguburan cara ini adalah lazim dalam kehidupan orang-orang Yahudi kala itu.

Aturan Perkabungan

Cara berkabung dengan menangis, mengoyakkan pakaian dan menguraikan rambut diperbolehkan bagi imam-imam keturunan Harun (Imamat 21:1-4), tapi tidak untuk imam agung (Im. 21:10-11). Aturan yang lebih tegas soal perkabungan ialah melarang imam dan orang awam melukai diri, memotong tepi janggut, memotong bersih alis di antara mata dan merajah tanda-tanda (Im 21:5; Im 19:27-28; Ul 14:1).

BACA JUGA: #FaktaAlkitab: Ditemukan Makam dan Tulang Belulang Yesus?

Bagi pemimpin nasional seperti Harun dan Musa, akan diadakan perkabungan nasional selama 30 hari sesudah mereka dikuburkan (Bil 20:29 dan Ul. 34:8). Selain itu kematian tokoh terkenal sering menimbulkan ratapan puitis, seperti Daud meratapi Saul dan Yonatan (2 Sam 1:17-27), serta Yeremia saat meratapi Yosia (2 Taw 35:25).

Proses pemakaman

 

Baca halaman selanjutnya -->

Sumber : jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami