Teruntuk Ayah, Jangan Katakan ‘Tidak’ Saat Anak Minta 5 Hal Ini…

Teruntuk Ayah, Jangan Katakan ‘Tidak’ Saat Anak Minta 5 Hal Ini…

Lori Official Writer
452

Jadi seorang ayah gak mudah. Apalagi di zaman modern seperti sekarang ini. Dia harus menjadi pemimpin dalam rumah tangga, menjaga istri dan anak-anaknya serta berperan untuk mendisiplinkan dan merawat anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang mengasihi Tuhan.

Sayangnya, ada banyak ayah yang mulai mengabaikan tanggung jawab ini karena berbagai faktor, seperti kesibukan pekerjaan, beban pikiran, kegemaran pribadi dan ketidakpedulian akan kebutuhan anak.

Banyak ayah yang mulai menolak saat anaknya minta bermain bersama. ‘Tidak. Jangan sayang, papa lagi kerja.’ Akibatnya, anak terabaikan dan kebutuhan akan hubungan dengan ayah pun berkurang.

Pertanyaannya, apakah seorang ayah sah-sah saja mengabaikan permintaan anak saat sedang dibutuhkan?

Dikutip dari Allprodad.com ditulis bahwa seorang ayah dilarang keras untuk berkata ‘tidak’ jika anak meminta 5 hal ini dan alasannya.

1. Saat anak bertanya, “Pa, bisa gak main bareng aku?” 

Waktunya berhenti menolak ajakan anak saat dia meminta bermain bersama.

Anak-anak balita biasanya menanyakan pertanyaan ini hampir setiap hari. Mungkin saat baru saja pulang kerja dan dalam kondisi kelelahan.

Tapi aku tahu akan ada waktunya saat anak tak lagi pernah meminta hal serupa, seperti saat mereka mulai tumbuh remaja dan dewasa. Karena itulah setiap ayah, dalam kondisi apapun, sebisa mungkin katakanlah ‘Ya’ untuk permintaan mereka. 

Bermainlah bersama mereka sekalipun itu hanya sekedarnya dan bangunlah komunikasi dan hubungan yang akrab dengan anak. 

2. Saat anak bertanya, "Pa, tolong bantu aku dong."

Akui saja kalau para ayah mungkin sering menolak permintaan anak karena terlalu sibuk dengan gadget atau urusan bisnis sendiri. Bahkan ada saja ayah yang malah membentak dan mulai marah ke anak.

Jangan pernah membangun tembok pemisah antara anak dan ayah. Karena sekali anak merasa ditolak, apalagi harus dibentak dan dimarahi, mereka akan mulai menjaga jarak dan menilai ayahnya adalah pribadi yang menakutkan.

Kalau tak ingin anak pergi dan justru meminta bantuan dari orang lain, selalu berikan waktu untuk mengiyakan permintaannya. Bantulah sebisa mungkin dan buat anak untuk selalu mau mengandalkan ayahnya ketika mereka sedang dalam masalah. 

 

Baca Juga: Apa Sih yang Anak Laki-laki Butuhkan Dari Sosok Ayah?

 

3. Saat anak bertanya, "Aku mau tidur bareng papa, bisa gak?"

Tidur bersama anak bisa jadi momen termanis ayah dan anak. Jangan pernah menolak permintaan ini karena ayah hanya akan kehilangan momen yang begitu akrab dan dekat dengan anak. 

Saat-saat ini bisa jadi momen dimana ayah dan anak bisa ngobrol tentang banyak hal dan lebih terbuka satu sama lain. Jangan pernah melewatkannya momen ini sekalipun karena saat anak sudah tumbuh remaja, dia tak akan pernah meminta untuk menemaninya tidur. 

4. Saat anak bertanya, "Boleh aku bantu?"

Di rumah, setiap ayah mungkin punya kesibukan tersendiri. Mungkin memperbaiki atap yang bocor, memangkas rumput halaman, memperbaiki bagian dapur yang rusak dan sebagainya. 

 

Baca Selanjutnya -->

Di saat-saat sibuk itu, anak mungkin ikut memperhatikan lalu dengan terbeban dia bertanya, ‘Pa, aku bisa bantu?’ 

Jangan pernah menolak tawaran anak. Walaupun kamu merasa anak hanya akan menambah beban pekerjaan, tapi ingatlah bahwa itu adalah momen seorang ayah mengajarkan anak tentang tanggung jawab. 

Doronglah anak untuk bisa meniru tindakan ayahnya. Ajarkan juga anak tentang kerja sama yang baik dalam tim. 

5. Saat anak bertanya, "Bisa gak aku ngomong bareng Papa."

Gak semua anak berani menanyakan hal ini ke ayahnya. Karena kebanyakan anak lebih tertutup dengan masalahnya. Karena itulah jangan pernah menolak atau mengabaikan kebutuhan anak. Bisa saja mereka memang sedang menghadapi sesuatu dan ingin menyampaikan apa yang mereka alami secara terbuka. 

Jadi, selalu berikan waktu untuk mau jadi pendengar dan juga sahabat bagi anak. Bahkan saat mereka semakin tumbuh dewasa, jangan pernah menolak untuk terlibat dalam urusan kehidupannya. 

 

Baca Juga: Sedih Ditinggal Pergi Sang Mama, Marcello Dikuatkan Karena Tuhan

 

Saat anak meminta hal ini ke ayahnya, itu artinya anak benar-benar percaya kepada ayahnya dan semua pandangan dan pemikirannya.

Anak selalu berharap jika ayah bisa jadi pribadi yang selalu ada untuk mereka. Anak berharap dalam setiap proses tumbuh kembangnya, ada sosok ayah yang terus hadir mendampingi dan ketika mereka tumbuh dewasa ayah bisa jadi sahabat terdekat anak. 

Tentu saja untuk selalu ada untuk anak jadi tantangan tersendiri bagi sebagian ayah. Sebagian bisa jadi karena kesibukan dan jarak. Apapun penghalangnya usahakanlah untuk selalu membangun komunikasi dan hubungan yang akrab dengan anak. Buat dirimu selalu bisa diandalkan kapanpun anak butuh.  

Sumber : Allprodad.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami