Sadis! Ateis Ini Anjurkan Janin Dengan Down Syndrome Boleh Digugurkan

Sadis! Ateis Ini Anjurkan Janin Dengan Down Syndrome Boleh Digugurkan

Lori Official Writer
328

Richard Dawkins, seorang ateis terkemuka baru-baru ini menyampaikan pandangannya bahwa praktik aborsi atau menggugurkan kandungan dengan janin yang mengalami Down Syndrome adalah langkah yang bijaksana.

Penulis ‘God Delusion’ ini juga memberikan komentar kepada pembawa acara radio Brendan O’Connor, yang memiliki anak dengan keterbelakangan mental Down Syndrome, bahwa tidak mengugurkan janin anak saat masih dalam kandungan justru sebagai langkah yang tidak bermoral.

Pernyataan ini sendiri telah dia sampaikan sejak tahun 2014 silam. Dalam pernyataannya dia menyebutkan ibu yang memilih mempertahankan kehamilannya meski sudah mengetahui jika janin mengalami down syndrome sebagai tindakan ‘tidak bermoral’.

Lantaran tidak terima dengan pandangan tersebut, O’Connor terus mendesak Dawkins tentang pandangannya tersebut. Hingga akhirnya dia mengaku tidak punya bukti resmi terkait hipotesanya yang mengatakan bahwa mengugurkan janin yang mengalani kelainan bisa ‘meningkatkan kebahagiaan hidup’.

Penyiar radio itupun meresponi pandangan Dawkins dengan menyebutkan bahwa anak sempurna sekalipun justru bisa jadi penyebab masalah di dunia.

 

Baca Juga: Ateis Richard Dawkins Mengaku Seorang Kristen Sekuler

 

“Saya tidak sedang berdiskusi secara emosional dengan Anda di sini. Saya hanya berdiskusi logis dengan Anda. Tahukah Anda, anak-anak yang disebut ‘sempurna’ juga bisa menyebabkan penderitaan yang mengerikan di dunia. Tapi kurasa kita tidak punya cara untuk menganalisanya, bukan?” kata O’Connor.

Sementara Catherine Robinson, juru bicara Right to Life UK, mengutuk komentar Dawkins, menyebut ucapannya kepada O’Connor mengerikan dan menunjukkan terang-terangan mengabaikan fakta kehidupan bagi mereka yang menderita down syndrome.

“Bukti menunjukkan bahwa anak-anak dengan down syndrome dan keluarga mereka punya kebahagiaan dan kepuasan yang sama seperti masyarakat lainnya. Saya menyayangkan Profesor Dawkins tidak bisa atau tidak akan mengakui hal ini,” kata Robinson.

 

Larangan Aborsi di Atas 15 Minggu

Praktik aborsi di Amerika Serikat sendiri masih simpang siur. Meskipun pemerintah pusat seolah membuka jalan lebar untuk pelegalannya, namun ada banyak pihak yang menolak praktik ini.

Mahkamah Agung AS sendiri mengatakan akan menentukan sikap apakah negara bagian wilayah Amerika diberikan larangan aborsi setelah 15 minggu kehamilan.

Pengadilan pertama yang mengumumkan hak konstitusional wanita untuk melakukan aborsi tercantum sesuai keputusan Roe v Wade tahun 1973. Salah satu isinya mencantumkan bahwa aborsi diizinkan jika ibu hamil mengalami kasus darurat medis dan kelainan janin yang parah. Undang-undang ini juga melarang praktik aborsi setelah janin berusia 15 minggu.

Hingga saat ini, pengadilan dan aktivis pro-life masih terus memperjuangkan larangan aborsi bagi kehamilan di atas 15 minggu.

Adapun undang-undang aborsi ini dirancang sebagai jaminan perlindungan terhadap kehidupan anak dan juga keselamatan ibu.

Bagaimanapun, kekristenan menentang keras praktik aborsi yang dilakukan secara sengaja, kecuali jika kondisi janin secara medis kritis dan mengancam keselamatan ibu. 

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami