Film ‘The Mandalorian’ Star Wars,  Ajarkan Cara Hadapi Krisis Iman

Film ‘The Mandalorian’ Star Wars, Ajarkan Cara Hadapi Krisis Iman

Lori Official Writer
520

Din Djarin, yang diperankan oleh Pedro Pascal sang penembak jitu di film Star Wars adalah tokoh utama dari The Mandalorian. Dia menyadari bahwa bumi adalah tempat hidup yang sulit. 

Din menyadarinya setelah melakukan perjalanan ke berbagai belahan planet untuk melacak seorang anak alien misterius (Baby Yoda). Dia lalu bertemu dengan orang-orang yang berbeda keyakinan dengannya. Sampai akhirnya dia mulai mencari jati dirinya sendiri dan sekelebat tanda tanya atas pandangan dunia memenuhi pikirannya.

Dilatih sebagai pemburu berbayar oleh komunitas religius rahasia Mandalorian di planet terpencil, Din pun merasa tahu akan semua budaya dan imannya. Orang-orang di sana pun punya mantra atau slogan untuk mengingatkan mereka supaya berpegang teguh kepada iman. “Ini jalannya.”

Tapi jalan apa yang sebenarnya mereka percayai? Apakah jalan itu mampu melindungi rahasia Mandalorian di planet Nevarro? Tiba-tiba, Din mulai nyaman dengan keadaan itu. 

Sebagai orang Kristen, kita akan cenderung sangat mempercayai pemimpin kita sampai kepercayaan itu hilang saat dia tak lagi jadi panutan. Atau sampai kita bertemu orang yang menentang cara pandang kita. Atau sampai komunitas kita mulai menawarkan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan yang kita percayai. Kita akan menemukan diri kita terasing dan mulai meragukan diri kita sendiri.

Di tengah kondisi inilah Din mengalami semacam perasaan kacau yang disebut dengan disonansi kognitif. Meskipun ada begitu banyak tanda tanya dalam benaknya, dia memilih untuk memegang teguh keyakinannya. Dia juga terdorong untuk belajar berbagai cara untuk mengurangi konflik dengan orang-orang terdekat.

Sama halnya dengan kita, kadang pergulatan mental yang dialami Din membantu kita untuk berpegang teguh kepada kognisi kita sendiri. 

Waktu dia mencurigai kekaisaran yang berencana untuk menyakiti Grogu, dia justru memilih untuk mengingkari kontrak kerjanya sebagai pemburu hadiah dan menyelamatkan Grogu. Dia mempertaruhkan nyawanya, rahasia pribadi dan imbalan hadiah yang harusnya dia terima.

Lalu sosok Bo-Katan Kryze, pewaris tahta Mandalorian muncul. Dia menyelamatkan Grogu dan juga mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Din. Padahal, sejak awal Din kerap curiga dengan tindakan Bo Katan.

 

Baca Juga: Memilih Film Emang Nggak Mudah, Tapi 5 Film Kristen Ini Sangat Rugi Kalau Nggak Ditonton

 

Belajar Jujur Pada Diri Sendiri

Adegan penyelamatan itu bisa jadi pelajaran penting bagi orang Kristen. Bahwa semua orang punya kekurangan dan dosa. Kita cenderung menolak perubahan yang baik (Roma 7: 15-25) dan sering mengekspos kelemahan orang lain sebelum mencari tahu informasi selengkapnya (Matius 7: 3). 

Mengakui kesalahan memang terasa menyakitkan. Tetapi menolak untuk mengakuinya justru hanya akan membat kita terlihat bodoh.

Karena itulah penting bagi kita untuk mengelilingi diri kita dengan teman-teman yang punya cara pandang yang berbeda. 

Jadi melalui mereka, kita kadang dipaksa untuk memperbaiki cara pikir kita (Roma 12: 1). Tentu saja itu tidak nyaman. Yesus memberitahu orang Yahudi bahwa mereka salah menafsirkan Hukum mereka sendiri. Yesus mencoba untuk mengajarkan mereka tentang kasih. 

Waktu kita dikoreksi, pasti akan sulit untuk mengakui kesalahan kita. Tapi sama seperti Din, walaupun sakit dia memilih untuk mengejar kebenaran.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami