Bentrok Besar Israel-Palestina Bikin Pawai Bendera Hari Yerusalem Batal, Duh!

Bentrok Besar Israel-Palestina Bikin Pawai Bendera Hari Yerusalem Batal, Duh!

Lori Official Writer
550

Bentrokan besar terjadi pada Senin (10/5) pagi antara polisi dan demonstran Palestina di dalam Masjid Al-Aqsa. Akibatnya ratusan orang mengalami luka-luka.

Pasukan kepolisian pun memasuki Masjid Al-Aqsa setelah ribuan warga Palestina berkumpul di halaman masjid sepanjang malam, mengumpulkan banyak bebatuan dan senjata darurat lainnya. Mereka pun mulai menyerang pos-pos polisi. Hal ini memaksa pihak kepolisian memasuki kawasan Masjid dan melayangkan granat setrum ke arah pendemo.

Bentrokan ini sebenarnya sudah terjadi sejak Jumat, dimana sebanyak 200 warga Palestina dan 17 petugas kepolisian Israel terluka. Lalu bentrokan kembali pecah pada Sabtu malam, dimana sebanyak 90.000 jemaat berhadapan dengan polisi di sekitar Kota Tua Yerusalem dan menyebabkan 90 orang terluka. Sebagian pendemo juga menduduki perbatasan Gaza dan melakukan aksi pembakaran ban dan melempar bahan peledak ke arah petugas keamanan sebelum dipukul mundur dengan gas air mata.

 

Larangan Orang Yahudi Memasuki Temple Mount

Bentrokan ini sendiri memaksa pihak berwenang harus melarang orang Yahudi memasuki Kota Suci di Hari Besar Yerusalem. Padahal, biasanya orang Yahudi bebas masuk ke kompleks tersebut selama berjam-jam. Namun setiap pengunjung harus mematuhi sederet aturan, termasuk tidak boleh berdoa di sana.

“Setelah penilaian keamanan yang menyimpulkan beberapa waktu lalu, komisaris kepolisian memutuskan dalam tahun ini untuk tidak mengadakan kunjungan ke Temple Mount (kawasan wilayah Masjid Al-Aqsa),” kata pihak kepolisian, seperti dikutip Timesofisrael.com Senin (10/5).

Bentrokan yang semakin menegangkan membuat pejabat setempat membatalkan pawai bendera Hari Yerusalem, yang jatuh pada 9-10 Mei 2021 ini.

Seperti diketahui, setiap tahunnya pawai ini akan diikuti oleh ribuan orang. Biasanya perjalanan dilakukan menuju Kota Tua melalui Gerbang Damaskus dan dilanjutkan ke Muslim Quarter ke Tembok Barat. 

Sayangnya pawai ini harus dibatalkan lantaran, bentrokan besar ini pecah di sekitar wilayah yang menghubungkan Gerbang Damaskus dan Kota Tua. 

 

Baca Juga: Mengharukan! Pria Kristen Ini Berdoa di Antara Umat Muslim di Tengah Konflik Yerusalem...

 

Pentingnya Hari Yerusalem Bagi Israel

Hari Yerusalem sendiri merupakan hari libur nasional Israel untuk memperingati penyatuan kembali Yerusalem dan Kota Tua Yerusalem yang sempat direbut oleh Yordania pada perang tahun 1967. 

Terkait bentrokan yang terjadi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel ‘tidak akan membiarkan kelompok ekstremis manapun mengguncang ketenangan di Yerusalem.

“Kami akan menegakkan hukum dan ketertiban dengan tegas dan bertanggung jawab. Kami akan terus mempertahankan kebebasan beribadah untuk semua agama, tapi kami tidak akan membiarkan gangguan kekerasan,” kata Netanyahu.

Pada Minggu malam, Amerika Serikat menyampaikan keprihatinan serius terkait situasi yang terjadi di Yerusalem. 

Sebagaimana diketahui, bentrokan mulai pecah ketika Israel melakukan serangan udara ke pos Hamas sebagai tanggapan atas serangan roket yang sebelumnya dari Hamas. Serangan ini sendiri berawal dari rencana penggusuran pihak Israel atas wilayah Syekh Jarrah, yang membuat warga Palestina marah besar.

 

Baca Juga: Rencana Pembukaan Makam Suci Yerusalem Ternyata Ditunda Karena Alasan Ini…

 

Namun akibat kekacauan yang terjadi, Mahkamah Agung Israel juga menunda penggusuran Sheikh Jarrah. 

Yuk berdoa bagi Israel-Palestina supaya kedua negara ini menemukan jalan berdamai.

Sumber : Timesofisrael.com | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami