Ini Makna Kasih Sesungguhnya Dalam ‘1 Korintus’

Ini Makna Kasih Sesungguhnya Dalam ‘1 Korintus’

Lori Official Writer
23303
Nats Alkitab 1 Korintus 13 kerap digunakan sebagai ayat pengikat janji atau ikrar cinta setia antara pasangan suami dan istri di depan Tuhan. Atau bahkan perikop ini sangat relevan dengan siapapun yang tengah menjalin hubungan cinta.

Saya adalah lajang berusia 26 tahun, tetapi di usia saya saat ini saya sudah mengerti bahwa 1 Korintus 13 mengandung makna cinta yang identik terkandung dalam sebuah hubungan. Saya bahkan sering mendengar mereka yang tengah mencari cinta mendambakan kasih seperti yang tertulis dalam 1 Korintus 13 ini.

Namun meskipun hal itu tidak salah, tetapi saya lebih mencoba berpikir bahwa nats yang diungkapkan oleh Rasul Paulus ini tak sekedar berbicara tentang makna cinta antara lawan jenis belaka. Lebih daripada itu, Paulus ingin kita mengetahui apa yang ia maksudkan.

 

Tuhan adalah Kasih

Alkitab mencatat sebuah pernyataan yang sangat sederhana bahkan penuh teka-teki, dimana para ahli teolog dan pendeta bergulat di kelas dan gereja selama dua abad hanya untuk memecahkan pembahasan bahwa Tuhan adalah kasih (1 Yohanes 4:8).

Lalu apa arti sesungguhnya untuk mengatakan bahwa Tuhan adalah kasih? Kita dapat menikirkan kalimat yang baik untuk mengungkapkannya, tetapi kita jika harus menemukan apa yang Tuhan benar-benar ingin sampaikan lewat firman-Nya mengenai cinta dan pribadi-Nya.

Bila Tuhan adalah kasih, lalu apa makna dari 1 Korintus? Dalam 1 Korintus 13: 4, kata kasih jelas adalah pribadi Tuhan sendiri. Sederhananya, kata kasih dapat diganti dengan Tuhan, seperti: “(Tuhan) itu sabar; (Tuhan) itu murah hati; (Tuhan) itu tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong”.

Kebenaran inilah yang sudah semakin mengabur selama ini karena ditafsirkan hanya sebatas soal makna kasih dalam sebuah hubungan. Padahal Tuhan memberi pesan yang sangat indah dan menakjubkan mengenai dirinya sendiri.

 

Baca Juga: Cinta atau Nafsu? Yuk Cari Tahu 4 Jenis Cinta yang Kamu Alami

 

Panggilan untuk mengasihi

Namun Tuhan tidak semata-mata hanya mendeklarasikan diri-Nya, pun menegaskan tentang siapa kita. Efesus 5: 1 menyampaikan kepada kita bahwa, “Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih”.

Sebagai orang percaya, kita gagal menjadi serupa seperti gambaran Kristus karena kita hanya menghidupi makna kasih itu sendiri dalam batas hubungan. Padahal kita dipanggil untuk menjadi serupa seperti gambaran Kristus dan mengasihi satu dengan yang lainnya seperti tertulis dalam 1 Korintus 13.

Tuhan memanggil kita untuk mencintai sama seperti Ia mencintai anak-anak-Nya. Kita dituntut untuk sabar dan murah hati. Tidak iri atau sombong. Tidak arogan atau kasar. Tidak keras kepala dengan jalan pikiran sendiri. Tidak jengkel atau kesal. Tidak merasa kudus dalam tindakan yang salah, namun kudus dalam kebenaran. Kita harus benarni dalam segala hal, percaya dalam segala hal, berharap dalam segala hal dan bertahan dalam segala hal.

 

Baca Juga: 4 Definisi Kasih Menurut Pengertian yang Tuhan buat Sendiri

 

Segala Kristen, Tuhan bekerja untuk membuat kita menjadi lebih dari Dia. Mengasihi seperti Ia mengasihi, hidup dalam iman dan kasih yang tak pernah berkesudahan. 1 Korintus mengajarkan kita banyak hal tentang pribadi Tuhan dan panggilan kita menjadi serupa seperti-Nya. Sudahkah kamu menghidupinya?

 


Apakah kamu butuh dukungan doa? Hubungi SAHABAT 24 kami melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini https://bit.ly/yjInginDidoakan.

Sumber : Relevantmagazine.com | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami